alexametrics
28 C
Gresik
Wednesday, 18 May 2022

MUI Kebomas Gresik Menggelar Pelatihan Perawatan Jenazah

GRESIK- Majelis Ulama Islam Indonesia (MUI) Kecamatan Kebomas Gresik menggelar pelatihan perawatan jenazah kepada kader-kader desa di Kecamatan Kebomas. Kegiatan itu sebagai upaya mengantisipasi kesalahan dalam penanganan jenazah semasa pandemi Covid-19.

Ketua MUI Kecamatan Kebomas Gresik, Muhammad Muchsin Munhamir mengatakan, dalam pelatihan jenazah,  peserta tidak hanya diberi materi, namun juga praktik perawatan atau pemandian jenazah di desa masing – masing. “Pelatihan jenazah ini harus bisa dilakukan sebagai upaya dalam rangka kepedulian terhadap lingkungan sosial mereka,” kata Muchsin.

Sekretaris Komisi Fatwa MUI Gresik, Fathoni Muhammad menambahkan, kegiatan tersebut dapat memberikan pemahaman yang ketat terhadap perawatan atau pemandian jenazah. “Kami berharap peserta mengaplikasikan sesuai dengan syariat Islam,”ucapnya. Sehingga, tidak hanya bertumpu kepada pada modin maupun penghulu. “Jumlah penghulu dan modinnya sedikit, makanya harus ada kader di setiap desa yang membantu memandikan dan perawatan jenazah warga sekitar,” kata Fathoni. (jar/han)

GRESIK- Majelis Ulama Islam Indonesia (MUI) Kecamatan Kebomas Gresik menggelar pelatihan perawatan jenazah kepada kader-kader desa di Kecamatan Kebomas. Kegiatan itu sebagai upaya mengantisipasi kesalahan dalam penanganan jenazah semasa pandemi Covid-19.

Ketua MUI Kecamatan Kebomas Gresik, Muhammad Muchsin Munhamir mengatakan, dalam pelatihan jenazah,  peserta tidak hanya diberi materi, namun juga praktik perawatan atau pemandian jenazah di desa masing – masing. “Pelatihan jenazah ini harus bisa dilakukan sebagai upaya dalam rangka kepedulian terhadap lingkungan sosial mereka,” kata Muchsin.

Sekretaris Komisi Fatwa MUI Gresik, Fathoni Muhammad menambahkan, kegiatan tersebut dapat memberikan pemahaman yang ketat terhadap perawatan atau pemandian jenazah. “Kami berharap peserta mengaplikasikan sesuai dengan syariat Islam,”ucapnya. Sehingga, tidak hanya bertumpu kepada pada modin maupun penghulu. “Jumlah penghulu dan modinnya sedikit, makanya harus ada kader di setiap desa yang membantu memandikan dan perawatan jenazah warga sekitar,” kata Fathoni. (jar/han)

Most Read

Berita Terbaru

/