alexametrics
27 C
Gresik
Monday, 23 May 2022

Dinkes Berikan Treatmen Kilat Demi Kesembuhan Pasien

GRESIK  – Penanganan pasien Covid-19 di Kabupaten Gresik diapresiasi berbagai pihak, utamanya dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Gresik berhasil menyulap Gelora Joko Samudro (GJOS) menjadi pondok observasi dan rehabilitasi pasien Covid-19 yang memiliki fasilitas lengkap bak rumah sakit (RS).

Kepala Dinkes Gresik, drg Saifudin Ghozali mengatakan, selama dua minggu beroperasi, pondok observasi dan rehabilitasi Covid-19 mampu memberikan treatmen kilat kepada pasien Covid-19. Hal itu karena dinkes mempersiapkan berbagai fasilitas dasar hingga alat emergensi.  “Semua fasilitas pelayanan untuk pasien sudah dipersiapkan. Di GJOS juga sudah disiapkan laboratorium untuk pemeriksaan swab. Rencananya dijadwalkan dua hingga tiga kali dalam seminggu,”kata Ghozali.

Dikatakan, untuk sarana prasarana umum yang sudah ada yakni 140 bed, kamar mandi, ruang monitor selama 24 jam yang dipasang di setiap kamar. Ada 30 titik monitor untuk memantau semua pasien. “Benar – benar ketat dalam penjagan,” jelasnya. Selanjutnya, konsumsi disiapkan bak RS yakni tiga kali makan dengan dua snak setiap hari. “Ada fasilitas olahraga seperti tempat senam dan tenis meja,” jelasnya.

Selanjutnya untuk sumber daya manusia (SDM), dinkes menyiapkan dokter dan perawat profesional. “Ada dua dokter dan empat perawat yang standby 24 jam. Mereka shift melakukan penjagaan terhadap pasien covid-19. Selain itu, kami menyediakan dokter spesialis penyakit dalam, penyakit paru, penyakit jantung dan gangguan jiwa yang sewaktu – waktu juga ada disana,” jelasnya.  Untuk dokter spesialis kelamin dikoordinatori oleh dr Kurniawati, SPKK. “Saat ini, sudah ada 20 pasien dan ditambah tiga pasien. Namun setiap hari pasti ada pasien yang masuk antara 4 sampai 6 pasien setiap hari,”jelas dia. Status mereka rujukan dari puskesmas dan RS dan asli warga Gresik. Usia didominasi 17 hingga 50 tahun, confirm tanpa comorbid, tanpa gejala atau gejala sangat ringan dan tidak dalam keadaan hamil.

“Kita patut bangga dengan Pemkab Gresik yang serius dalam menangani Covid-19. Ke depan kami berharap masyarakat sama – sama serius mematuhi protokol kesehatan,” jelasnya. Sebenarnya petugas kesehatan adalah benteng terakhir dan masyarakat adalah ujung tombak dalam penanganan Covid-19. “Tolong Gjos dimanfaatkan benar – benar oleh masyarakat. Karena semua fasilitas pelayanan prima dan gratis…tis…tis,” kata dr Ghozali.

Sementara itu, Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinkes Gresik, Rini Sulistyoasih mengatakan, pasien yang dirujuk dari puskesmas ke GJOS sudah mendapatkan body bag seperti perlengkapan mandi. Pasien juga diajarkan tentang pemeriksaan mandiri. “Kami  sudah siapkan cara pemeriksaan mandiri mulai dari tensi, test suhu, tremoghan, jika sewaktu – waktu bisa mengukur suhu tubuhnya sendiri,”tambah Rini dan sudah menyediakan mesin cuci. Fasilitas lainnya di GJOS juga ada guru senam agar pasien rutin berolahraga. “Kami ingin masyarakat memanfaatkan GJOS untuk rujukan pasien OTG dan jumlah Covid-19 di Gresik menurun. Semoga petugas kesehatan dinkes Gresik tetap sehat dan terhindar dari covid-19 dan cepat selesai,”ungkap dia. (jar/han)

GRESIK  – Penanganan pasien Covid-19 di Kabupaten Gresik diapresiasi berbagai pihak, utamanya dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Gresik berhasil menyulap Gelora Joko Samudro (GJOS) menjadi pondok observasi dan rehabilitasi pasien Covid-19 yang memiliki fasilitas lengkap bak rumah sakit (RS).

Kepala Dinkes Gresik, drg Saifudin Ghozali mengatakan, selama dua minggu beroperasi, pondok observasi dan rehabilitasi Covid-19 mampu memberikan treatmen kilat kepada pasien Covid-19. Hal itu karena dinkes mempersiapkan berbagai fasilitas dasar hingga alat emergensi.  “Semua fasilitas pelayanan untuk pasien sudah dipersiapkan. Di GJOS juga sudah disiapkan laboratorium untuk pemeriksaan swab. Rencananya dijadwalkan dua hingga tiga kali dalam seminggu,”kata Ghozali.

Dikatakan, untuk sarana prasarana umum yang sudah ada yakni 140 bed, kamar mandi, ruang monitor selama 24 jam yang dipasang di setiap kamar. Ada 30 titik monitor untuk memantau semua pasien. “Benar – benar ketat dalam penjagan,” jelasnya. Selanjutnya, konsumsi disiapkan bak RS yakni tiga kali makan dengan dua snak setiap hari. “Ada fasilitas olahraga seperti tempat senam dan tenis meja,” jelasnya.

-

Selanjutnya untuk sumber daya manusia (SDM), dinkes menyiapkan dokter dan perawat profesional. “Ada dua dokter dan empat perawat yang standby 24 jam. Mereka shift melakukan penjagaan terhadap pasien covid-19. Selain itu, kami menyediakan dokter spesialis penyakit dalam, penyakit paru, penyakit jantung dan gangguan jiwa yang sewaktu – waktu juga ada disana,” jelasnya.  Untuk dokter spesialis kelamin dikoordinatori oleh dr Kurniawati, SPKK. “Saat ini, sudah ada 20 pasien dan ditambah tiga pasien. Namun setiap hari pasti ada pasien yang masuk antara 4 sampai 6 pasien setiap hari,”jelas dia. Status mereka rujukan dari puskesmas dan RS dan asli warga Gresik. Usia didominasi 17 hingga 50 tahun, confirm tanpa comorbid, tanpa gejala atau gejala sangat ringan dan tidak dalam keadaan hamil.

“Kita patut bangga dengan Pemkab Gresik yang serius dalam menangani Covid-19. Ke depan kami berharap masyarakat sama – sama serius mematuhi protokol kesehatan,” jelasnya. Sebenarnya petugas kesehatan adalah benteng terakhir dan masyarakat adalah ujung tombak dalam penanganan Covid-19. “Tolong Gjos dimanfaatkan benar – benar oleh masyarakat. Karena semua fasilitas pelayanan prima dan gratis…tis…tis,” kata dr Ghozali.

Sementara itu, Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinkes Gresik, Rini Sulistyoasih mengatakan, pasien yang dirujuk dari puskesmas ke GJOS sudah mendapatkan body bag seperti perlengkapan mandi. Pasien juga diajarkan tentang pemeriksaan mandiri. “Kami  sudah siapkan cara pemeriksaan mandiri mulai dari tensi, test suhu, tremoghan, jika sewaktu – waktu bisa mengukur suhu tubuhnya sendiri,”tambah Rini dan sudah menyediakan mesin cuci. Fasilitas lainnya di GJOS juga ada guru senam agar pasien rutin berolahraga. “Kami ingin masyarakat memanfaatkan GJOS untuk rujukan pasien OTG dan jumlah Covid-19 di Gresik menurun. Semoga petugas kesehatan dinkes Gresik tetap sehat dan terhindar dari covid-19 dan cepat selesai,”ungkap dia. (jar/han)

Most Read

Berita Terbaru

/