alexametrics
30C
Gresik
Monday, 12 April 2021
Desktop_AP_Top Banner

Longsor Kawasan Putri Cempo, Cafe Bodong Dituding Jadi Biang Kerok

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

GRESIK – Longsor yang terjadi di kawasan Makam Putri Cempo (Pucem) mulai mendapat perhatian. Salah satunya dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu (DPM-PTSP) Gresik.

Mereka menuding longsor disebabkan banyaknya cafe liar berdiri dilokasi tersebut. Pasalnya 90 persen tidak memiliki izin. Kepala Bidang Pelayanan Perizinan Tata Ruang, Bangunan Dan Lingkungan DPM PTSP Gresik, Yuson Lawupa Malvi menegaskan bangunan-bangunan liar sebenarnya sudah disurati oleh DPM PTSP Gresik. Namun oleh pemilik bangunan tidak dihiraukan.

“Kami hanya sebatas mengirimkan surat saja. Untuk tindakan penertiban ada pada Satpol PP,” kata Yuson

Dijelaskan berdasarkan hasil audit lapangan ditemukan jika kondisi kontur tanah Putri Cempo sangat rapuh. Sehingga tidak direkomendasikan untuk didirikan bangunan bertingkat. Hal ini tentu akan memicu pergerakan tanah dibawahnya dan mengakibatkan longsor.

“Jika pemilik usaha mengajukan izin bangunan bertingkat kepada kami mungkin bisa jadi tidak akan kami berikan rekomendasi karena memang kontur tanahnya tidak kuat. Hal ini membuat mereka memilih membangun tanpa izin, agar konsep bangunan yang diinginkan bisa sesuai dengan keinginan” imbuhnya.

Dikonfirmasi hal ini, Sekretaris Komisi III DPRD Gresik, Abdullah Hamdi mengaku tidak kaget dengan hal tersebut. Sejak awal pihaknya sudah menduga jika seluruh bangunan tanpa izin.

“Saya minta sekarang semua pihak harus transparan. Bangunan yang belum ada izin harus disegel,” tegas Hamdi

Dikatakan, pihaknya berencana mengusulkan hearing kepada pimpinan DPRD Gresik dengan mengundang semua pihak termasuk pemilik usaha diarea kawasan Putri Cempo.

“Kawasan pucem seharusnya kita rawat dan jaga kearifan lokalnya. Bukan dijadikan area kongkow dan pacaran anak muda,” tandasnya.

Sementara itu berdasarkan data dilapangan diarea lokasi cagar budaya Putri Cempo tercatat ada sekitar 23 bangunan yang berbentuk cafe. Dari jumlah itu hanya 2 bangunan yang mengantongi Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) dari DPM PTSP Gresik. (fir/rof)

Mobile_AP_Rectangle 1

GRESIK – Longsor yang terjadi di kawasan Makam Putri Cempo (Pucem) mulai mendapat perhatian. Salah satunya dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu (DPM-PTSP) Gresik.

Mereka menuding longsor disebabkan banyaknya cafe liar berdiri dilokasi tersebut. Pasalnya 90 persen tidak memiliki izin. Kepala Bidang Pelayanan Perizinan Tata Ruang, Bangunan Dan Lingkungan DPM PTSP Gresik, Yuson Lawupa Malvi menegaskan bangunan-bangunan liar sebenarnya sudah disurati oleh DPM PTSP Gresik. Namun oleh pemilik bangunan tidak dihiraukan.

“Kami hanya sebatas mengirimkan surat saja. Untuk tindakan penertiban ada pada Satpol PP,” kata Yuson

Mobile_AP_Half Page

Dijelaskan berdasarkan hasil audit lapangan ditemukan jika kondisi kontur tanah Putri Cempo sangat rapuh. Sehingga tidak direkomendasikan untuk didirikan bangunan bertingkat. Hal ini tentu akan memicu pergerakan tanah dibawahnya dan mengakibatkan longsor.

“Jika pemilik usaha mengajukan izin bangunan bertingkat kepada kami mungkin bisa jadi tidak akan kami berikan rekomendasi karena memang kontur tanahnya tidak kuat. Hal ini membuat mereka memilih membangun tanpa izin, agar konsep bangunan yang diinginkan bisa sesuai dengan keinginan” imbuhnya.

Dikonfirmasi hal ini, Sekretaris Komisi III DPRD Gresik, Abdullah Hamdi mengaku tidak kaget dengan hal tersebut. Sejak awal pihaknya sudah menduga jika seluruh bangunan tanpa izin.

“Saya minta sekarang semua pihak harus transparan. Bangunan yang belum ada izin harus disegel,” tegas Hamdi

Dikatakan, pihaknya berencana mengusulkan hearing kepada pimpinan DPRD Gresik dengan mengundang semua pihak termasuk pemilik usaha diarea kawasan Putri Cempo.

“Kawasan pucem seharusnya kita rawat dan jaga kearifan lokalnya. Bukan dijadikan area kongkow dan pacaran anak muda,” tandasnya.

Sementara itu berdasarkan data dilapangan diarea lokasi cagar budaya Putri Cempo tercatat ada sekitar 23 bangunan yang berbentuk cafe. Dari jumlah itu hanya 2 bangunan yang mengantongi Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) dari DPM PTSP Gresik. (fir/rof)

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

Berita Terkait

Desktop_AP_Rectangle 1

Berita HITS

Desktop_AP_Rectangle 2

Berita Terbaru