alexametrics
27 C
Gresik
Thursday, 19 May 2022

Cuaca Buruk, Kapal Bawean Kembali Tidak Beroperasi

GRESIK – Kapal penumpang cepat dari Gresik menuju Pulau Bawean atau sebaliknya kembali berhentik beroperasi sejak Rabu (3/2) lalu. Pelayaran kedua kapal tersebut dihentikan sementara karena cuaca buruk yang terjadi di sekitar perairan Laut Jawa.

Kepala Seksi Keselamatan Berlayar Penjagaan dan Patroli Perwira Jaga KSOP Gresik Hendro Cahyono mengatakan, gelombang di Laut Jawa lebih dari dua meter. “Senin dan Selasa sempat jalan (melayani penumpang), tapi mulai kemarin (Rabu, 3/2) sudah tidak bisa melayani lagi karena gelombang di atas dua meter,” ujar Hendro saat dihubungi, Kamis (4/2).

Dikatakan, biasanya jadwal pelayaran Gresik-Pulau Bawean atau sebaliknya masing-masing tersedia sekali dalam sehari. Setiap pelayaran mengangkut sebanyak 350 penumpang.

Kondisi pelayaran di rute itu bertambah parah karena KMP Gili yang memiliki ukuran lebih besar juga tak bisa melayani penyeberangan. KMP Gili sedang diperbaiki setelah berbenturan dengan kapal lain saat bersandar di Pelabuhan Paciran, Lamongan.

“Sehingga, tak ada satu pun kapal yang bisa melayani penumpang untuk rute Gresik-Pulau Bawean atau sebaliknya,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Cabang Kapal Express Bahari Revan Syah Putra membenarkan penghentian sementara pelayaran Gresik-Bawean. Menurutnya, sempat terjadi penurunan penumpang sejak Januari hingga awal Februari.

Apalagi, sejak pandemi, pelayaran dibatasi dengan 60 persen dari total kapasitas 360 penumpang. “Bahkan sementara ini, penumpang hanya 60 hingga 90 orang saja sekali jalan. Baik itu dari Bawean maupun dari Gresik,” kata Revan.

Meski begitu, penurunan penumpang tak akan berpengaruh pada pelayanan pelayaran. Ia mamastikan, kapal cepat kembali beroperasi saat cuaca normal dan perairan aman dilewati.

“Kami siap melayani kembali. Mungkin Minggu (7/2) kalau cuaca sudah baik, kita akan kembali berlayar,” tutur Revan.

Sementara itu, berdasarkan laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), cuaca buruk yang dapat menyebabkan gelombang tinggi di perairan laut Jawa diperkirakan berlangsung hingga Jumat. (fir/rof)

GRESIK – Kapal penumpang cepat dari Gresik menuju Pulau Bawean atau sebaliknya kembali berhentik beroperasi sejak Rabu (3/2) lalu. Pelayaran kedua kapal tersebut dihentikan sementara karena cuaca buruk yang terjadi di sekitar perairan Laut Jawa.

Kepala Seksi Keselamatan Berlayar Penjagaan dan Patroli Perwira Jaga KSOP Gresik Hendro Cahyono mengatakan, gelombang di Laut Jawa lebih dari dua meter. “Senin dan Selasa sempat jalan (melayani penumpang), tapi mulai kemarin (Rabu, 3/2) sudah tidak bisa melayani lagi karena gelombang di atas dua meter,” ujar Hendro saat dihubungi, Kamis (4/2).

Dikatakan, biasanya jadwal pelayaran Gresik-Pulau Bawean atau sebaliknya masing-masing tersedia sekali dalam sehari. Setiap pelayaran mengangkut sebanyak 350 penumpang.

-

Kondisi pelayaran di rute itu bertambah parah karena KMP Gili yang memiliki ukuran lebih besar juga tak bisa melayani penyeberangan. KMP Gili sedang diperbaiki setelah berbenturan dengan kapal lain saat bersandar di Pelabuhan Paciran, Lamongan.

“Sehingga, tak ada satu pun kapal yang bisa melayani penumpang untuk rute Gresik-Pulau Bawean atau sebaliknya,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Cabang Kapal Express Bahari Revan Syah Putra membenarkan penghentian sementara pelayaran Gresik-Bawean. Menurutnya, sempat terjadi penurunan penumpang sejak Januari hingga awal Februari.

Apalagi, sejak pandemi, pelayaran dibatasi dengan 60 persen dari total kapasitas 360 penumpang. “Bahkan sementara ini, penumpang hanya 60 hingga 90 orang saja sekali jalan. Baik itu dari Bawean maupun dari Gresik,” kata Revan.

Meski begitu, penurunan penumpang tak akan berpengaruh pada pelayanan pelayaran. Ia mamastikan, kapal cepat kembali beroperasi saat cuaca normal dan perairan aman dilewati.

“Kami siap melayani kembali. Mungkin Minggu (7/2) kalau cuaca sudah baik, kita akan kembali berlayar,” tutur Revan.

Sementara itu, berdasarkan laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), cuaca buruk yang dapat menyebabkan gelombang tinggi di perairan laut Jawa diperkirakan berlangsung hingga Jumat. (fir/rof)

Most Read

Berita Terbaru

/