alexametrics
29 C
Gresik
Friday, 20 May 2022

Bea Cukai Gresik Musnahkan Ratusan Ribu Rokok dan Miras Ilegal

GRESIK – Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Gresik tidak hanya fokus pada upaya pengembangan sektor UMKM agar bisa ekspor. Instansi di bawah Kementerian Keuangan itu juga gencar melakukan operasi barang ilegal.

Hasilnya, ratusan ribu batang rokok polos dan ratusan botol minuman keras illegal dimusnahkan, kemarin. Barang-barang ilegal itu didapatkan dari hasil kegiatan operasi personil Bea Cukai Gresik dibeberapa tempat seperti di pelabuhan, kapal penumpang, dan toko kelontong.

Tidak hanya rokok dan miras ilegal saja, dalam operasi yang masif dilakukan personil Bea Cukai Gresik juga berhasil menyita obat kuat, obat anti covid, aneka suplemen, hingga majalah porno. Barang-barang tersebut selanjutnya dimusnahkan dengan cara dibakar dan dihancurkan.

Kepala Kantor Bea Cukai Gresik, Bier Budi Kismulyanto mengatakan barang ilegal yang dimusnahkan yakni, 513.263 batang rokok jenis Sigaret Kretek Mesin (SKM), 524 batang Sigaret Kretek Tangan (SKT), 1.409 batang Sigaret Putih Mesin (SKM).

Selain itu, terdapat juga liquid vape tanpa cukai sebanyak 1,5 liter dan minuman mengandung Elit Alkohol (MMEA) lokal dijualbelikan tidak sesuai ketentuan dan MMEA impor sebanyak 257,516 liter.

“Seluruh barang ilegal ini hasil dari guat operasi selama periode Juli 2019 hingga Mei 2021,” kata Kepala Kantor Bea Cukai Gresik, Bier Budi Kismulyanto.

Dia memaparkan hasil peredaran barang tanpa cukai itu berpotensi merugikan negara sebesar Rp 1,9 Miliar. Selain rokok dan miras tanpa cukai, petugas juga berhasil menyita berupa obat-obatan. Yakni, obat kuat dan obat Covid-19 yang sudah kedaluwarsa. Barang-barang tersebut, kata Bier, paling banyak didapatkan di Pelabuhan Gresik. Tepatnya kapal penumpang dari luar kota.

“Adanya pandemi Covid-19 ini tidak membuat aktivitas dan produksi barang ilegal tanpa cukai menurun. Hal ini juga tidak menyurutkan semangat bea cukai untuk tetap beroperasi,” paparnya.

Menurut Bier, Jalur Gresik – Lamongan adalah rute yang biasa dilalui para penyuplai barang ilegal. Baik pengiriman ke luar pulau dan antar kota. Sehingga membuat pihaknya lebih waspada terkait peredaran barang tanpa cukai.

“Miras ini kalau masuk ke Gresik tentu akan menjadi permasalahan tersendiri. Selain miras impor ada juga miras lokal yang diproduksi dari Bali juga mulai beredar di Gresik dan Lamongan. Hal ini tentu bisa merusak kesehatan dan merugikan keuangan negara,” imbuhnya.

Kendati demikian, hingga kini petugas masih kesulitan mengamankan pelaku utama dalam produksi barang tanpa cukai. Seringkali yang kepergok oleh bawahannya, adalah orang suruhan. Seperti kurir maupun lainnya

“Ada juga kami menemukan rokok ada cukainya, cuman kami agak mencurigai. Benar saja, ternyata cukai kita dipalsukan. Ini juga sering terjadi,” katanya.

Adapun dari kasus ini, pihaknya sudah mengamankan sebanyak 5 orang pelaku. Kelimanya diamankan di Kabupaten Lamongan dan Gresik. Mereka kemudian dikenai pasal 54 tentang bea cukai. (fir/rof)

GRESIK – Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Gresik tidak hanya fokus pada upaya pengembangan sektor UMKM agar bisa ekspor. Instansi di bawah Kementerian Keuangan itu juga gencar melakukan operasi barang ilegal.

Hasilnya, ratusan ribu batang rokok polos dan ratusan botol minuman keras illegal dimusnahkan, kemarin. Barang-barang ilegal itu didapatkan dari hasil kegiatan operasi personil Bea Cukai Gresik dibeberapa tempat seperti di pelabuhan, kapal penumpang, dan toko kelontong.

Tidak hanya rokok dan miras ilegal saja, dalam operasi yang masif dilakukan personil Bea Cukai Gresik juga berhasil menyita obat kuat, obat anti covid, aneka suplemen, hingga majalah porno. Barang-barang tersebut selanjutnya dimusnahkan dengan cara dibakar dan dihancurkan.

-

Kepala Kantor Bea Cukai Gresik, Bier Budi Kismulyanto mengatakan barang ilegal yang dimusnahkan yakni, 513.263 batang rokok jenis Sigaret Kretek Mesin (SKM), 524 batang Sigaret Kretek Tangan (SKT), 1.409 batang Sigaret Putih Mesin (SKM).

Selain itu, terdapat juga liquid vape tanpa cukai sebanyak 1,5 liter dan minuman mengandung Elit Alkohol (MMEA) lokal dijualbelikan tidak sesuai ketentuan dan MMEA impor sebanyak 257,516 liter.

“Seluruh barang ilegal ini hasil dari guat operasi selama periode Juli 2019 hingga Mei 2021,” kata Kepala Kantor Bea Cukai Gresik, Bier Budi Kismulyanto.

Dia memaparkan hasil peredaran barang tanpa cukai itu berpotensi merugikan negara sebesar Rp 1,9 Miliar. Selain rokok dan miras tanpa cukai, petugas juga berhasil menyita berupa obat-obatan. Yakni, obat kuat dan obat Covid-19 yang sudah kedaluwarsa. Barang-barang tersebut, kata Bier, paling banyak didapatkan di Pelabuhan Gresik. Tepatnya kapal penumpang dari luar kota.

“Adanya pandemi Covid-19 ini tidak membuat aktivitas dan produksi barang ilegal tanpa cukai menurun. Hal ini juga tidak menyurutkan semangat bea cukai untuk tetap beroperasi,” paparnya.

Menurut Bier, Jalur Gresik – Lamongan adalah rute yang biasa dilalui para penyuplai barang ilegal. Baik pengiriman ke luar pulau dan antar kota. Sehingga membuat pihaknya lebih waspada terkait peredaran barang tanpa cukai.

“Miras ini kalau masuk ke Gresik tentu akan menjadi permasalahan tersendiri. Selain miras impor ada juga miras lokal yang diproduksi dari Bali juga mulai beredar di Gresik dan Lamongan. Hal ini tentu bisa merusak kesehatan dan merugikan keuangan negara,” imbuhnya.

Kendati demikian, hingga kini petugas masih kesulitan mengamankan pelaku utama dalam produksi barang tanpa cukai. Seringkali yang kepergok oleh bawahannya, adalah orang suruhan. Seperti kurir maupun lainnya

“Ada juga kami menemukan rokok ada cukainya, cuman kami agak mencurigai. Benar saja, ternyata cukai kita dipalsukan. Ini juga sering terjadi,” katanya.

Adapun dari kasus ini, pihaknya sudah mengamankan sebanyak 5 orang pelaku. Kelimanya diamankan di Kabupaten Lamongan dan Gresik. Mereka kemudian dikenai pasal 54 tentang bea cukai. (fir/rof)

Most Read

Berita Terbaru

/