alexametrics
32 C
Gresik
Tuesday, 17 May 2022

Ketua DPRD Jepara Meninggal, DPR dan OPD Pemkab Gresik Rapid Tes

Sejumlah anggota DPRD Gresik dan pegawai Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) melakukan rapid tes massal pasca meninggalnya Ketua DPRD Kabupaten Jepara, Imam Zusdi Ghozali yang terpapar Covid 19. Rapid tes itu dilakukan karena sebelumnya Imam melakukan kunjungan kerja ke DPRD Kabupaten Gresik guna membahas soal penanganan Covid-19.

Wakil Ketua DPRD Gresik, Asluchul Alif Maslikhan mengatakan, anggota DPRD yang menghadiri pertemuan telah dilakukan rapied tes. Tidak hanya itu, pejabat dan staff Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang ikut juga di rapied tes.

“Alhamdulillah hasilnya semua non Reaktif,” tegas Alif.

Hal itu diamini Kabag Humas dan Protokol Sekretariat Dewan (Setwan) Gresik, Hari Syawaludin. Dia menjelaskan saat kunker Ketua DPRD Jepara bersama rombongan diterima oleh Anggota Komisi IV yang membidangi penanganan Covid-19 di ruang Paripurna DPRD Gresik. Saat itu, lanjut Hari, kunker dilakukan pada hari Senin (27/7) pagi.  “Rombongan diterima Anggota Komisi IV DPRD Gresik Noto Utomo (Fraksi PDIP) dan Dawam (Fraksi Gerindra). Begitu mendapatkan kabar tersebut dua anggota DPRD langsung melakukan rapid tes di RS Mabarrot Bungah dan RS Petrokimia Gresik (PG). Hasilnya non reaktif,” kata Hari.

Mantan Camat Duduksampeyan itu menegaskan, protokol kesehatan tetap dijaga saat DPRD Gresik menerima kunker Ketua DPRD Jepara. Sebelum diterima seluruh peserta kunker melakukan cuci tangan pakai hand sanitizer, dan pemeriksaan suhu tubuh (thermo gun) dilakukan. Saat di-thermo gun suhu menunjukkan angka 36 derajat, makanya diizinkan masuk. “Pada saat melakukan pertemuan, jaga jarak di ruang paripurna sesuai protokol kesehatan. Tak ada jabat tangan, dan tak ada prosesi tukar cinderamata. Bahkan pertemuan waktu itu berlangsung singkat sekitar 10 menit. Sebab, saat itu ada demo,” tuturnya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Gresik, Tarso Sagito menuturkan, selain instansinya pertemuan itu juga dihadiri beberapa OPD lain diantaranya Badan Perencanaan Pembangunan dan Penelitian Daerah (Bapelitbangda) dan Dinas Sosial (Dinsos) Sentot Supriyohadi. Menurutnya, protokol kesehatan tetap ditegakkan saat melakukan pertemuan. Saat dialog juga jaga jarak dan tak ada jabat tangan.  “Seluruh staf saya juga telah dilakukan rapid tes, hasilnya semuanya non reaktif,” kata Tarso.

Sebelumnya, Ketua DPRD Jepara, Imam Zuhdi Ghozali meninggal dunia di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta. Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang masih berusia 49 tahun ini mengeluhkan sakit usai melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Gresik. (fir/han)

Sejumlah anggota DPRD Gresik dan pegawai Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) melakukan rapid tes massal pasca meninggalnya Ketua DPRD Kabupaten Jepara, Imam Zusdi Ghozali yang terpapar Covid 19. Rapid tes itu dilakukan karena sebelumnya Imam melakukan kunjungan kerja ke DPRD Kabupaten Gresik guna membahas soal penanganan Covid-19.

Wakil Ketua DPRD Gresik, Asluchul Alif Maslikhan mengatakan, anggota DPRD yang menghadiri pertemuan telah dilakukan rapied tes. Tidak hanya itu, pejabat dan staff Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang ikut juga di rapied tes.

“Alhamdulillah hasilnya semua non Reaktif,” tegas Alif.

-

Hal itu diamini Kabag Humas dan Protokol Sekretariat Dewan (Setwan) Gresik, Hari Syawaludin. Dia menjelaskan saat kunker Ketua DPRD Jepara bersama rombongan diterima oleh Anggota Komisi IV yang membidangi penanganan Covid-19 di ruang Paripurna DPRD Gresik. Saat itu, lanjut Hari, kunker dilakukan pada hari Senin (27/7) pagi.  “Rombongan diterima Anggota Komisi IV DPRD Gresik Noto Utomo (Fraksi PDIP) dan Dawam (Fraksi Gerindra). Begitu mendapatkan kabar tersebut dua anggota DPRD langsung melakukan rapid tes di RS Mabarrot Bungah dan RS Petrokimia Gresik (PG). Hasilnya non reaktif,” kata Hari.

Mantan Camat Duduksampeyan itu menegaskan, protokol kesehatan tetap dijaga saat DPRD Gresik menerima kunker Ketua DPRD Jepara. Sebelum diterima seluruh peserta kunker melakukan cuci tangan pakai hand sanitizer, dan pemeriksaan suhu tubuh (thermo gun) dilakukan. Saat di-thermo gun suhu menunjukkan angka 36 derajat, makanya diizinkan masuk. “Pada saat melakukan pertemuan, jaga jarak di ruang paripurna sesuai protokol kesehatan. Tak ada jabat tangan, dan tak ada prosesi tukar cinderamata. Bahkan pertemuan waktu itu berlangsung singkat sekitar 10 menit. Sebab, saat itu ada demo,” tuturnya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Gresik, Tarso Sagito menuturkan, selain instansinya pertemuan itu juga dihadiri beberapa OPD lain diantaranya Badan Perencanaan Pembangunan dan Penelitian Daerah (Bapelitbangda) dan Dinas Sosial (Dinsos) Sentot Supriyohadi. Menurutnya, protokol kesehatan tetap ditegakkan saat melakukan pertemuan. Saat dialog juga jaga jarak dan tak ada jabat tangan.  “Seluruh staf saya juga telah dilakukan rapid tes, hasilnya semuanya non reaktif,” kata Tarso.

Sebelumnya, Ketua DPRD Jepara, Imam Zuhdi Ghozali meninggal dunia di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta. Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang masih berusia 49 tahun ini mengeluhkan sakit usai melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Gresik. (fir/han)

Most Read

Berita Terbaru

/