alexametrics
32 C
Gresik
Tuesday, 17 May 2022

Kampung Heritage, Dinas Cipta Karya Mulai Garap Tujuh Ruas Jalan

GRESIK – Setelah Kampung Pecinan yang disulap bernuansa Tionghoa, kini giliran tujuh ruas jalan yang masuk kawasan heritage mulai digarap. Para pekerja terlihat mulai menata pedestrian di sejumlah ruas jalan di kawasan tersebut.

Seperti di Jalan Setya Budi Gresik, terdapat alat berat sedang mengeruk bagian tengah jalan tersebut. Pengerukan itu nantinya untuk ducting sebagai wadah jaringan utilitas di sekitar.

Selain di Jalan Setya Budi, Jalan AKS Tubun hingga Jalan KH Zubair terlihat puluhan truk berjejeran. Sejumlah pekerja pun terlihat sedang mengerjakan area median jalan. Area yang akan digunakan untuk pedestrian itu sudah rata dengan tanah.

Sekertaris Komisi III DPRD Gresik Abdullah Hamdi ketika melihat ke lokasi mengatakan pekerjaan awal ini termasuk bagus. Anggaran yang didapat dari APBN senilai Rp 30 miliar benar-benar akan menyulap kawasan heritage menjadi lebih bagus.

“Soal ducting ini, saya rasa Pemkab Gresik perlu koordinasi dengan pusat. Karena besar ducting dari pusat tidak bisa mencakup semua utilitas. Terutama PLN yang butuh ducting lebar 2×2 meter,” kata Hamdi.

Terpisah, Kepala Dinas Cipta Karya Perumahan dan Kawasan Permukiman Pemkab Gresik, Ida Lailatus Sa’diyah mengatakan, untuk ducting itu pihaknya masih melihat dulu utilitas di sekitar ada apa saja. Nantinya, pihaknya akan mengupayakan bahwa utilitas yang saat ini berada di atas bisa tertanam di bawah semua.

“Jadi selain tujuh ruas jalan itu dipercantik, utilitas yang ada di atas semuanya nanti di bawah. Tidak ada lagi pemandangan kabel di atas,” ujar Ida.

Terkait pekerjaan yang dimulai Rabu ini, Ida menyebut masih tahap awal dimana masih mempersiapkan drainase. Nantinya, di atas drainase itu akan dijadikan pedestrian yang menyesuaikan etnis setempat.

Seperti di Jalan Setya Budi dan Jalan AKS Tubun pedestrian berkonsep Tionghoa, Jalan KH Zubair, Jalan Maulana Malik Ibrahim, hingga Jalan KH Agus Salim berkonsep etnis Arab.

“Ini kami masih menyusun untuk penyesuaian pedestriannya, baik berupa paving maupun ornamennya nanti. Semoga Agustus sesuai kontrak bisa selesai,” tutupnya. (fir/rof)

GRESIK – Setelah Kampung Pecinan yang disulap bernuansa Tionghoa, kini giliran tujuh ruas jalan yang masuk kawasan heritage mulai digarap. Para pekerja terlihat mulai menata pedestrian di sejumlah ruas jalan di kawasan tersebut.

Seperti di Jalan Setya Budi Gresik, terdapat alat berat sedang mengeruk bagian tengah jalan tersebut. Pengerukan itu nantinya untuk ducting sebagai wadah jaringan utilitas di sekitar.

Selain di Jalan Setya Budi, Jalan AKS Tubun hingga Jalan KH Zubair terlihat puluhan truk berjejeran. Sejumlah pekerja pun terlihat sedang mengerjakan area median jalan. Area yang akan digunakan untuk pedestrian itu sudah rata dengan tanah.

-

Sekertaris Komisi III DPRD Gresik Abdullah Hamdi ketika melihat ke lokasi mengatakan pekerjaan awal ini termasuk bagus. Anggaran yang didapat dari APBN senilai Rp 30 miliar benar-benar akan menyulap kawasan heritage menjadi lebih bagus.

“Soal ducting ini, saya rasa Pemkab Gresik perlu koordinasi dengan pusat. Karena besar ducting dari pusat tidak bisa mencakup semua utilitas. Terutama PLN yang butuh ducting lebar 2×2 meter,” kata Hamdi.

Terpisah, Kepala Dinas Cipta Karya Perumahan dan Kawasan Permukiman Pemkab Gresik, Ida Lailatus Sa’diyah mengatakan, untuk ducting itu pihaknya masih melihat dulu utilitas di sekitar ada apa saja. Nantinya, pihaknya akan mengupayakan bahwa utilitas yang saat ini berada di atas bisa tertanam di bawah semua.

“Jadi selain tujuh ruas jalan itu dipercantik, utilitas yang ada di atas semuanya nanti di bawah. Tidak ada lagi pemandangan kabel di atas,” ujar Ida.

Terkait pekerjaan yang dimulai Rabu ini, Ida menyebut masih tahap awal dimana masih mempersiapkan drainase. Nantinya, di atas drainase itu akan dijadikan pedestrian yang menyesuaikan etnis setempat.

Seperti di Jalan Setya Budi dan Jalan AKS Tubun pedestrian berkonsep Tionghoa, Jalan KH Zubair, Jalan Maulana Malik Ibrahim, hingga Jalan KH Agus Salim berkonsep etnis Arab.

“Ini kami masih menyusun untuk penyesuaian pedestriannya, baik berupa paving maupun ornamennya nanti. Semoga Agustus sesuai kontrak bisa selesai,” tutupnya. (fir/rof)

Most Read

Berita Terbaru

/