alexametrics
25 C
Gresik
Thursday, 26 May 2022

Diduga Selewengkan Bantuan, Mantan Ketua Gapoktan Dilaporkan Polisi

GRESIK-Aliansi petani Tambakrejo Kecamatan Duduksampeyan mengadukan mantan Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) ke Polres Gresik atas dugaan penyelewengan bantuan belasan peralatan pertanian dan uang senilai Rp 150 Juta.

Pengaduan tersebut disampaikan ke Unit II Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Satreskrim Polres Gresik. Ketua Gapoktan Desa Tambakrejo Kecamatan Duduksampean yang diadukan yaitu Latib yang menjabat ketua periode 2011 sampai 2019.

 

Dari berkas yang dibawa para petani tersebut, Gapoktan Desa Tambakrejo Kecamatan Duduksampean pada tahun 2011 sampai 2019 telah mendapat bantuan dari Pemerintah Daerah Kabupaten Gresik, Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan dari Pemerintah Pusat. Bantuan peralatan pertanian berupa traktor roda, pengering, pompa air dan pengering padi.

 

“Dari puluhan peralatan pertanian tersebut, hanya dilaporkan lima unit, adahal, nilai aset totalnya mencapai Rp 150 Juta,” ujar seorang anggota aliansi petani Tambakrejo yang enggan disebutkan namanya usai memberikan surat aduan ke Mapolres Gresik.

 

Begitu juga disampaikan petani lainnya bahwa bantuan-bantuan tersebut tidak diketahui keberadaannya. Sehingga, anggota kelompok tani curiga bahwa alat tersebut diduga telah diselewengkan. “Bantuan peralatan pertanian tersebut tidak ada. Sehingga, kita melaporkan ke Polres Gresik. Sebab, kawatir bantuan tersebut diselewengkan,” katanya.

 

Sementara, Kanit Tipikor Polres Gresik Ipda Ketut Raisa mmbenarkan ada surat aduan yang masuk di Mapolres Gresik dari Aliansi petani Desa Tambakrejo, Kecamatan Duduksampeyan mengadukan dugaan penyelewengan peralatan pertanian. “Masih dalam pengaduan. Surat belum turun ke unit kami klo sudah turun ke kami baru dilakukan pemeriksaan ,” tuturnya.

 

Di sisi lain saat dikonfirmasi Latib mantan ketua Gapoktan Desa Tambakrejo, Kecamatan Duduksampeyan mengatakan ada semua barangnya sudah diperiksa dan difoto semua secara open kamera oleh dinas.

 

Dinas yang jalan sendiri mengecek barang tersebut, terakhir dirjenya yang datang maka dari itu diberi surat berita acara serah terima barang ke pengurus gapoktan yang baru dan semua sudah tanda tangan sudah milik gapoktan baru.

 

” Jadi alat yang belum dibawa dan dipindah karena keterbatasan tempat dan yang membawa alatnya belum ada. Sudah serah Terima semuanya. Nanti semua dinas yang tahu kok, ” pungkasnya.(yud/han)

GRESIK-Aliansi petani Tambakrejo Kecamatan Duduksampeyan mengadukan mantan Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) ke Polres Gresik atas dugaan penyelewengan bantuan belasan peralatan pertanian dan uang senilai Rp 150 Juta.

Pengaduan tersebut disampaikan ke Unit II Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Satreskrim Polres Gresik. Ketua Gapoktan Desa Tambakrejo Kecamatan Duduksampean yang diadukan yaitu Latib yang menjabat ketua periode 2011 sampai 2019.

 

-

Dari berkas yang dibawa para petani tersebut, Gapoktan Desa Tambakrejo Kecamatan Duduksampean pada tahun 2011 sampai 2019 telah mendapat bantuan dari Pemerintah Daerah Kabupaten Gresik, Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan dari Pemerintah Pusat. Bantuan peralatan pertanian berupa traktor roda, pengering, pompa air dan pengering padi.

 

“Dari puluhan peralatan pertanian tersebut, hanya dilaporkan lima unit, adahal, nilai aset totalnya mencapai Rp 150 Juta,” ujar seorang anggota aliansi petani Tambakrejo yang enggan disebutkan namanya usai memberikan surat aduan ke Mapolres Gresik.

 

Begitu juga disampaikan petani lainnya bahwa bantuan-bantuan tersebut tidak diketahui keberadaannya. Sehingga, anggota kelompok tani curiga bahwa alat tersebut diduga telah diselewengkan. “Bantuan peralatan pertanian tersebut tidak ada. Sehingga, kita melaporkan ke Polres Gresik. Sebab, kawatir bantuan tersebut diselewengkan,” katanya.

 

Sementara, Kanit Tipikor Polres Gresik Ipda Ketut Raisa mmbenarkan ada surat aduan yang masuk di Mapolres Gresik dari Aliansi petani Desa Tambakrejo, Kecamatan Duduksampeyan mengadukan dugaan penyelewengan peralatan pertanian. “Masih dalam pengaduan. Surat belum turun ke unit kami klo sudah turun ke kami baru dilakukan pemeriksaan ,” tuturnya.

 

Di sisi lain saat dikonfirmasi Latib mantan ketua Gapoktan Desa Tambakrejo, Kecamatan Duduksampeyan mengatakan ada semua barangnya sudah diperiksa dan difoto semua secara open kamera oleh dinas.

 

Dinas yang jalan sendiri mengecek barang tersebut, terakhir dirjenya yang datang maka dari itu diberi surat berita acara serah terima barang ke pengurus gapoktan yang baru dan semua sudah tanda tangan sudah milik gapoktan baru.

 

” Jadi alat yang belum dibawa dan dipindah karena keterbatasan tempat dan yang membawa alatnya belum ada. Sudah serah Terima semuanya. Nanti semua dinas yang tahu kok, ” pungkasnya.(yud/han)

Most Read

Berita Terbaru

/