alexametrics
28 C
Gresik
Wednesday, 18 May 2022

Pedagang Menangkan Kasasi, Pasar Baru Terancam Dibongkar Ulang

GRESIK – Pasar Baru Gresik yang baru selesai dibangun pada 2018 lalu terancam harus dibongkar ulang. Ini setelah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik kalah gugatan melawan pedagang ditingkat Kasasi Mahkamah Agung (MA). Sehingga, mereka diminta untuk mengembalikan 26 stand kios pasar baru ke ukurannya semula.

Dari data yang berhasil dihimpun, dalam salinan putusan nomor 2312 K/pdt/2020 MA menyatakan pemindahan dan pemotongan stand milik pedagang yang dilakukan oleh Tergugat I (Diskoperindag Gresik) dan II (Bagian Hukum) merupakan perbuatan melawan hukum dan merugikan penggugat.

Tidak hanya itu, MA juga meminta agar tergugat menjalankan putusan tersebut. Apabila lalai, maka MA memberikan sanksi kepada tergugat dengan membayar uang paksa sebesar Rp 250 ribu per hari sejak putusan keluar.

Dikonfirmasi hal ini, Kepala Diskoperindag Gresik, Agus Budiono membenarkan jika gugatan kasasi yang dia kirim ke MA di tolak. Pihaknya juga sudah mendapat salinan putusan dari Bagian Hukum.

“Yang membangun stand ini adalah PU bukan kami. Namun gugatan dialamatkan pada Diskoperindag. Ya kami ladeni meskipun akhirnya endingnya seperti ini,” kata Agus.

Dia juga mengaku, dalam hal gugatan pedagang pasar Diskoperindag Gresik menyerahkan sepenuhnya kepada Bagian Hukum Pemkab Gresik. Meski demikian pihaknya siap mematuhi seluruh amar dalam putusan.

“Saya menilai putusan ini win-win solution, jadi majelis tidak mengabulkan semua tuntutan pedagang salah satunya tuntutan ganti rugi. Namun majelis lebih memilih agar Pemkab Gresik mengembalikan kios pada pedagang lama dan merubah ukurannya ke semula,” imbuhnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Bagian Hukum Pemkab Gresik, Nurlaely Indah belum bersedia memberikan tanggapan atas kekalahan gugatan Pemkab Gresik di MA.  “Silahkan ke kantor saja jika ingin meminta konfirmasi,” kata Elly.  (fir/rof)

GRESIK – Pasar Baru Gresik yang baru selesai dibangun pada 2018 lalu terancam harus dibongkar ulang. Ini setelah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik kalah gugatan melawan pedagang ditingkat Kasasi Mahkamah Agung (MA). Sehingga, mereka diminta untuk mengembalikan 26 stand kios pasar baru ke ukurannya semula.

Dari data yang berhasil dihimpun, dalam salinan putusan nomor 2312 K/pdt/2020 MA menyatakan pemindahan dan pemotongan stand milik pedagang yang dilakukan oleh Tergugat I (Diskoperindag Gresik) dan II (Bagian Hukum) merupakan perbuatan melawan hukum dan merugikan penggugat.

Tidak hanya itu, MA juga meminta agar tergugat menjalankan putusan tersebut. Apabila lalai, maka MA memberikan sanksi kepada tergugat dengan membayar uang paksa sebesar Rp 250 ribu per hari sejak putusan keluar.

-

Dikonfirmasi hal ini, Kepala Diskoperindag Gresik, Agus Budiono membenarkan jika gugatan kasasi yang dia kirim ke MA di tolak. Pihaknya juga sudah mendapat salinan putusan dari Bagian Hukum.

“Yang membangun stand ini adalah PU bukan kami. Namun gugatan dialamatkan pada Diskoperindag. Ya kami ladeni meskipun akhirnya endingnya seperti ini,” kata Agus.

Dia juga mengaku, dalam hal gugatan pedagang pasar Diskoperindag Gresik menyerahkan sepenuhnya kepada Bagian Hukum Pemkab Gresik. Meski demikian pihaknya siap mematuhi seluruh amar dalam putusan.

“Saya menilai putusan ini win-win solution, jadi majelis tidak mengabulkan semua tuntutan pedagang salah satunya tuntutan ganti rugi. Namun majelis lebih memilih agar Pemkab Gresik mengembalikan kios pada pedagang lama dan merubah ukurannya ke semula,” imbuhnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Bagian Hukum Pemkab Gresik, Nurlaely Indah belum bersedia memberikan tanggapan atas kekalahan gugatan Pemkab Gresik di MA.  “Silahkan ke kantor saja jika ingin meminta konfirmasi,” kata Elly.  (fir/rof)

Most Read

Berita Terbaru

/