alexametrics
28 C
Gresik
Wednesday, 18 May 2022

Gandeng Tiga Kota, Gus Yani Percepat Penanganan Banjir Kali Lamong

GRESIK- Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menggandeng Badan Koordinasi Wilayah II Jawa Timur untuk sinkronisasi percepatan pembangunan sistem pengendalian banjir Kali Lamong tahun 2021. Pasalnya, Kali Lamong tidak hanya melintasi wilayah Kabupaten Gresik, tapi mulai dari hulu dari Kabupaten Mojokerto, Gresik, Surabaya dan Lamongan.

Rapat yang diselenggarakan di gedung Graita Eka Praja kantor Bupati Gresik pada Kamis (1/4) diikuti perwakilan dari Kabupaten Mojokerto, Kodya Surabaya, Kabupaten Lamongan dan Kabupaten Gresik yang dihadiri langsung Gus Yani Bupati Gresik.

Rapat Kali Lamong ini juga dihadiri oleh Ketua DPRD Gresik Abdul Qodir, Kepala Biro Pemerintahan Setdaprov Jawa Timur, Jempin Marbun, Penjabat pembuat komitmen pada Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo serta beberapa pejabat Pemkab Gresik terkait.

Pada kesempatan itu, Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani mengajak seluruh peserta rapat yang hadir untuk lebih agresif dalam penanganan Kali Lamong. Sudah bertahun-tahun persoalan ini belum menemukan solusi.  “Semoga tahun ini bisa menjadi titik awal yang baru untuk memulai dengan progress bisa tercapai. Mari kita lebih focus untuk penyelesaian pengendalian banjir Kali Lamong,” kata Yani.

Bupati Gresik berharap pihak Bakorwil II untuk memfasilitasi percepatan MoU dengan Pihak BBWS serta dengan Kabupaten yang lain bisa dilakukan bersama-sama. MoU ini diperlukan agar pihak Pemkab bisa melaksanakan pekerjaan yang sifatnya darurat untuk mengatasi banjir. Hal ini disetujui oleh pihak bakorwil dan BBWS Bengawan Solo.

Di tempat yang sama, Kepala Bakorwil II Jawa Timur di Bojonegoro Dyah Wahyu Ernawati mengkoordinir rapat sinkronisasi percepatan pembangunan system pengendalian banjir Kali Lamong di Gresik mengatakan, panjang lintasan Kali Lamong di Gresik mencapai 54 kilometer atau 41,5 persen dari Panjang keseluruhannya.

“Gresik sudah menyelesaikan penyusunan Dokumen Land Acquisition and Resettlement Action Plan (LARAP), hal ini sudah menunjukkan kemajuan yang sangat bagus.” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Biro Pemerintahan Setdaprov Jawa Timur, Jempin Marbun menyatakan pihak Pemprop akan menerbitkan Penetapan Lokasi (penlok) sekitar 50 hari sejak pengajuan. Hal ini apabila semua syarat yang telah ditentukan sudah beres.

Pejabat Pemprov Jatim ini merinci profil pengendalian Kali Lamong di Gresik meliputi 6 kecamatan dengan total luas 282,78 hektar atau 2.391 bidang. Rinciannya TKD 79 bidang, Wakaf 2 bidang, Pemerintah 1 bidang dan masyarakat 2.309 bidang. (fir/han)

GRESIK- Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menggandeng Badan Koordinasi Wilayah II Jawa Timur untuk sinkronisasi percepatan pembangunan sistem pengendalian banjir Kali Lamong tahun 2021. Pasalnya, Kali Lamong tidak hanya melintasi wilayah Kabupaten Gresik, tapi mulai dari hulu dari Kabupaten Mojokerto, Gresik, Surabaya dan Lamongan.

Rapat yang diselenggarakan di gedung Graita Eka Praja kantor Bupati Gresik pada Kamis (1/4) diikuti perwakilan dari Kabupaten Mojokerto, Kodya Surabaya, Kabupaten Lamongan dan Kabupaten Gresik yang dihadiri langsung Gus Yani Bupati Gresik.

Rapat Kali Lamong ini juga dihadiri oleh Ketua DPRD Gresik Abdul Qodir, Kepala Biro Pemerintahan Setdaprov Jawa Timur, Jempin Marbun, Penjabat pembuat komitmen pada Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo serta beberapa pejabat Pemkab Gresik terkait.

-

Pada kesempatan itu, Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani mengajak seluruh peserta rapat yang hadir untuk lebih agresif dalam penanganan Kali Lamong. Sudah bertahun-tahun persoalan ini belum menemukan solusi.  “Semoga tahun ini bisa menjadi titik awal yang baru untuk memulai dengan progress bisa tercapai. Mari kita lebih focus untuk penyelesaian pengendalian banjir Kali Lamong,” kata Yani.

Bupati Gresik berharap pihak Bakorwil II untuk memfasilitasi percepatan MoU dengan Pihak BBWS serta dengan Kabupaten yang lain bisa dilakukan bersama-sama. MoU ini diperlukan agar pihak Pemkab bisa melaksanakan pekerjaan yang sifatnya darurat untuk mengatasi banjir. Hal ini disetujui oleh pihak bakorwil dan BBWS Bengawan Solo.

Di tempat yang sama, Kepala Bakorwil II Jawa Timur di Bojonegoro Dyah Wahyu Ernawati mengkoordinir rapat sinkronisasi percepatan pembangunan system pengendalian banjir Kali Lamong di Gresik mengatakan, panjang lintasan Kali Lamong di Gresik mencapai 54 kilometer atau 41,5 persen dari Panjang keseluruhannya.

“Gresik sudah menyelesaikan penyusunan Dokumen Land Acquisition and Resettlement Action Plan (LARAP), hal ini sudah menunjukkan kemajuan yang sangat bagus.” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Biro Pemerintahan Setdaprov Jawa Timur, Jempin Marbun menyatakan pihak Pemprop akan menerbitkan Penetapan Lokasi (penlok) sekitar 50 hari sejak pengajuan. Hal ini apabila semua syarat yang telah ditentukan sudah beres.

Pejabat Pemprov Jatim ini merinci profil pengendalian Kali Lamong di Gresik meliputi 6 kecamatan dengan total luas 282,78 hektar atau 2.391 bidang. Rinciannya TKD 79 bidang, Wakaf 2 bidang, Pemerintah 1 bidang dan masyarakat 2.309 bidang. (fir/han)

Most Read

Berita Terbaru

/