RADAR GRESIK – Suasana Haflah Imtihan ke-41 Yayasan Roudlotul Ulum, Wirogunan, Kabupaten Pasuruan, Selasa (17/2) malam, mendadak riuh dan penuh tawa.
Kehadiran Senator DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, atau yang akrab disapa Ning Lia, memberikan warna berbeda dalam agenda tahunan tersebut.
Alih-alih memberikan pidato formal dari balik podium, putri mendiang tokoh kharismatik KH Maskur Hasyim ini memilih turun ke barisan santri.
Dengan busana putih yang anggun namun sederhana, ia memecah kekakuan birokrasi dan berbaur langsung dengan ratusan santri yang duduk bersila.
Momen paling menarik terjadi saat Ning Lia melemparkan sebuah pantun spontan kepada para santri.
“Bunga manggis buah pepaya…,” ucap Ning Lia menggantung kalimatnya.
Tanpa komando, ratusan suara santri kompak menyahut, “Santri-santri Roudlotul Ulum manis-manis semua!”
Gelak tawa pun pecah di area yayasan yang didekorasi nuansa hijau-emas tersebut. Interaksi ini dinilai sangat kontras dengan citra pejabat yang kerap menjaga jarak. Bagi para santri, keponakan mantan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa ini dikenal sebagai sosok yang merakyat.
Bagi Ning Lia, pendidikan karakter harus dimulai dengan menciptakan suasana yang menyenangkan. Ia sengaja menghadirkan sesi tebak pantun dan tanya jawab untuk melatih kepercayaan diri para santri.
“Anak-anak harus dibiasakan tampil, berani menjawab, dan merasa senang saat belajar. Pendidikan bukan hanya soal angka, tapi soal mental dan karakter,” tutur Ning Lia dengan lembut.
Di hadapan Wakil Wali Kota Pasuruan, Nawawi, para kiai, serta wali santri, Ning Lia menyelipkan motivasi tinggi. Ia mencontohkan sosok Saifullah Yusuf (Gus Ipul) sebagai bukti bahwa anak daerah dan santri mampu menembus panggung menteri dan pimpinan nasional.
"Santri juga bisa jadi menteri, jadi pemimpin bangsa. Yang penting belajar sungguh-sungguh, jaga akhlak, dan jangan lupa doa orang tua," pesannya yang disambut anggukan mantap dari para santri.
Kehadiran sosok Senator idola masyarakat Jatim ini seolah menegaskan pesan kuat: bahwa pemimpin sejati adalah mereka yang mau turun, menyapa, dan tumbuh bersama masyarakatnya. (han)
Editor : Hany Akasah