Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Oknum Perguruan Silat Keroyok Tiga Pemuda di Driyorejo Gresik

Y
Penulis: Yudhi Dwi Anggoro❯
Dirawat: Korban pengeroyokan di Simpang Karangandong, Kecamatan Driyorejo, Gresik, saat mendapatkan perawatan medis di puskesmas setempat. (Ist/Radar Gresik)
Dirawat: Korban pengeroyokan di Simpang Karangandong, Kecamatan Driyorejo, Gresik, saat mendapatkan perawatan medis di puskesmas setempat. (Ist/Radar Gresik)

Advertisement

RADAR GRESIK – Aksi kekerasan jalanan kembali terjadi di wilayah hukum Polres Gresik. Kali ini, sekelompok oknum yang diduga dari salah satu perguruan silat melakukan pengeroyokan terhadap tiga pemuda di wilayah Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik, Minggu (19/4) siang. Mirisnya, dua dari tiga korban merupakan anak di bawah umur.

Kapolsek Driyorejo, Kompol Musirham, menjelaskan bahwa peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 13.30 WIB di simpang empat Desa Karangandong. Kejadian bermula saat para korban yang berboncengan tiga melintas dari arah timur dan hendak menyeberang di perempatan tersebut.

Advertisement

Pada saat yang sama, rombongan pemuda yang diduga oknum perguruan silat datang dari arah utara menuju selatan. Saat berpapasan, salah satu anggota rombongan menghadang korban dan menanyakan asal perguruan silat mereka.

"Meski korban sudah mengaku tidak tergabung dalam perguruan silat mana pun, mereka justru langsung dikeroyok secara membabi buta oleh rombongan tersebut," ungkap Kompol Musirham, Senin (20/4).

Akibat serangan mendadak itu, para korban terjatuh dari kendaraannya. Tak berhenti di situ, para pelaku juga mencabut kunci kontak sepeda motor korban, menendang kendaraan, hingga melemparinya dengan batu.

Aksi tersebut baru terhenti setelah warga sekitar yang mengetahui kejadian langsung datang memberikan pertolongan. Melihat warga berdatangan, para pelaku segera melarikan diri ke arah selatan.

Adapun ketiga korban diketahui berinisial SR (19), warga Desa Krikilan, Kecamatan Driyorejo, Gresik, RPP (17), warga Kecamatan Wringinanom, Gresik, dan RWA (17), warga Kecamatan Krian, Kabupaten Sidoarjo.

Pasca-kejadian, warga membawa para korban ke Puskesmas Pembantu Karangandong untuk mendapatkan penanganan medis atas luka-luka yang diderita. Korban kemudian secara resmi melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian.

Kapolsek menegaskan bahwa pihaknya telah menerima pengaduan masyarakat, mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP), serta melakukan pendataan saksi-saksi untuk proses hukum lebih lanjut.

"Hingga saat ini, identitas para pelaku masih dalam tahap penyelidikan intensif," pungkasnya. (yud)

Advertisement
Editor : Hany Akasah
Sumber : Radar Gresik

Artikel Terkait

Pekerja Buka-Tutup Jalan Morowudi Dikeroyok Kawanan Pemuda, Polsek Cerme Lakukan Penyelidikan

Pekerja Buka-Tutup Jalan Morowudi Dikeroyok Kawanan Pemuda, Polsek Cerme Lakukan Penyelidikan

RADAR GRESIK – Nasib apes menimpa seorang pemuda asal Desa Boboh, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik. Pemuda berinisial NMP (22) tersebut menjadi korban aksi pengeroyokan oleh sekelompok orang di pinggir Jalan Raya

Ringankan Beban Warga, Polsek Duduksampeyan Salurkan Bantuan Air Bersih di Desa Tumapel

Ringankan Beban Warga, Polsek Duduksampeyan Salurkan Bantuan Air Bersih di Desa Tumapel

RADAR GRESIK – Jajaran Polsek Duduksampeyan, Polres Gresik, menggelar aksi sosial dengan menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat di Desa Tumapel, Kecamatan Duduksampeyan, Kabupaten Gresik, Selasa (20/10).

Jaga Kebugaran Personel, Polres Gresik Gelar Tes Kesamaptaan Jasmani Semester II 2026

Jaga Kebugaran Personel, Polres Gresik Gelar Tes Kesamaptaan Jasmani Semester II 2026

RADAR GRESIK – Polres Gresik menggelar Tes Kesamaptaan Jasmani (TKJ) Semester II Tahun 2026 bagi personel kepolisian, aparatur sipil negara (ASN), dan anggota Polsek jajaran. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, 1

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer