alexametrics
25 C
Gresik
Friday, 20 May 2022

Angka Covid-19 Turun, Dinkes Gresik Tetap Antisipasi Momen Ramadan

GRESIK – Kasus aktif covid-19 di Gresik mengalami penurunan yang cukup drastis. Hingga pekan lalu, tercatat ada 384 kasus aktif. Atau turun sekitar 2.000 pasien dalam kurun waktu satu bulan terakhir. Namun, Dinas Kesehatan mewanti-wanti karena tambahan kasus harian masih banyak.

Berdasarkan data Dinkes Pemkab Gresik, dalam seminggu terakhir terdapat 401 pasien sembuh. Sementara tambahan kasus harian selama seminggu jumlahnya 141 atau 20 orang rata-rata tambahan harian.

Kepala Dinkes Pemkab Gresik Mukhibatul Khusna menyampaikan, saat ini kasus covid-19 memang dikonfirmasi sudah mengalami penurunan. Malahan bisa dikatakan landai. Apalagi dalam sebulan terakhir ini, angka kesembuhan lebih mendominasi dibandingkan tambahan harian.

Meski demikian, mantan Kepala Puskesmas Kebomas itu menyebut 384 pasien aktif itu masih banyak. Apalagi tambahan kasus harian rata-rata 20 orang.

“Ini belum sepenuhnya landai, sebab tambahan juga masih tergolong banyak,” ujarnya.

Karena itu, dirinya berharap agar masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan. Terutama saat memasuki bulan puasa nanti.

Di Gresik, momen sore hari di bulan puasa sering dimanfaatkan masyarakat untuk ngabuburit sambil mencari menu buka puasa. Tidak jarang di beberapa titik sering dibanjiri masyarakat. Dinkes menghimbau agar protokol kesehatan tetap diperhatikan.

“Terutama masker, saat dikeramaian masker sangatlah penting,” imbuhnya.

Terpisah, kondisi pasien di rumah sakit pun juga mengalami penurunan. Di RSUD Ibnu Sina misalnya. RS tipe B itu sedang merawat 11 pasien covid-19 dengan kategori penyakit penyerta.

Direktur RSUD Ibnu Sina Soni mengatakan, 11 pasien tersebut memang memiliki comorbid. Sehingga perlu diberikan penanganan ruang isolasi khusus yang disediakan rumah sakit. Meski demikian, kondisi mereka mengalami perkembangan yang bagus.

“Sebulan terakhir ini penurunan pasien memang cukup drastis. Pasien yang kami rawat juga tidak sampai overload, sehingga kami tidak sampai menambah bed saat tinggi tingginya kasus itu,” pungkasnya. (fir/han)

GRESIK – Kasus aktif covid-19 di Gresik mengalami penurunan yang cukup drastis. Hingga pekan lalu, tercatat ada 384 kasus aktif. Atau turun sekitar 2.000 pasien dalam kurun waktu satu bulan terakhir. Namun, Dinas Kesehatan mewanti-wanti karena tambahan kasus harian masih banyak.

Berdasarkan data Dinkes Pemkab Gresik, dalam seminggu terakhir terdapat 401 pasien sembuh. Sementara tambahan kasus harian selama seminggu jumlahnya 141 atau 20 orang rata-rata tambahan harian.

Kepala Dinkes Pemkab Gresik Mukhibatul Khusna menyampaikan, saat ini kasus covid-19 memang dikonfirmasi sudah mengalami penurunan. Malahan bisa dikatakan landai. Apalagi dalam sebulan terakhir ini, angka kesembuhan lebih mendominasi dibandingkan tambahan harian.

-

Meski demikian, mantan Kepala Puskesmas Kebomas itu menyebut 384 pasien aktif itu masih banyak. Apalagi tambahan kasus harian rata-rata 20 orang.

“Ini belum sepenuhnya landai, sebab tambahan juga masih tergolong banyak,” ujarnya.

Karena itu, dirinya berharap agar masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan. Terutama saat memasuki bulan puasa nanti.

Di Gresik, momen sore hari di bulan puasa sering dimanfaatkan masyarakat untuk ngabuburit sambil mencari menu buka puasa. Tidak jarang di beberapa titik sering dibanjiri masyarakat. Dinkes menghimbau agar protokol kesehatan tetap diperhatikan.

“Terutama masker, saat dikeramaian masker sangatlah penting,” imbuhnya.

Terpisah, kondisi pasien di rumah sakit pun juga mengalami penurunan. Di RSUD Ibnu Sina misalnya. RS tipe B itu sedang merawat 11 pasien covid-19 dengan kategori penyakit penyerta.

Direktur RSUD Ibnu Sina Soni mengatakan, 11 pasien tersebut memang memiliki comorbid. Sehingga perlu diberikan penanganan ruang isolasi khusus yang disediakan rumah sakit. Meski demikian, kondisi mereka mengalami perkembangan yang bagus.

“Sebulan terakhir ini penurunan pasien memang cukup drastis. Pasien yang kami rawat juga tidak sampai overload, sehingga kami tidak sampai menambah bed saat tinggi tingginya kasus itu,” pungkasnya. (fir/han)

Most Read

Berita Terbaru

/