alexametrics
28 C
Gresik
Tuesday, 17 May 2022

Vaksinasi di Puskesmas Alun-Alun Gresik Diduga Dikomersilkan

GRESIK – Layanan di Puskesmas Alun-Alun Gresik ramai jadi perbincangan setelah beberapa pasien mengaku harus membayar sejumlah uang saat akan menjalani vaksinasi.

Salah satu pasien Fitri Nur mengaku, saat hendak vaksin dirinya diminta membayar biaya Rp 90 ribu oleh petugas.  Fitri menyebut jika pelayanan itu terjadi pada hari Senin (7/3) siang. Saat itu, Fitri hendak menemani anaknya, 16 tahun vaksinasi pertama. “Saya warga Gresik Kota Baru (GKB) mulanya saya ke Puskesmas Sukomulyo, namun saat itu belum ada, hingga ke Puskesmas Alun-alun,” kata Fitri, Rabu (9/3).

Sesampainya di Puskesmas Alun-alun, anak Fitri bertemu perempuan yang menginformasikan jika vaksin harus bayar Rp 90 ribu. “Anak saya ketemu ibu-ibu usai vaksin menginformasikan kepada anak, vaksin juga bayar Rp 90 ribu. Karena memang tidak saya bawakan uang, anakku langsung pulang tidak jadi vaksin,” paparnya.

Pasien lainnya Maratus Aminah, 19 juga mengaku pernah ditarik biaya saat vaksinasi. Ia pun sempat akan membayar, namun kemudian ada orang yang menginformasikan jika vaksinasi di beberapa instansi gratis. “Waktu itu, saya sempat mau memberikan uang, tapi karena antrenya lama dan diberi tahu pasien lain ada vaksinasi gratis di tempat laiannya. Jadi vaksin ditunda. Saya rasa wajar karena untuk daftar pekerjaan,” kata Aminah.

Kepala Puskesmas Alun-alun dr Ahmad Taufik menegaskan, pihaknya memastikan puskesmas  tidak memungut biaya vaksinasi di puskesmas. Jika pun ada yang meminta biaya, Taufik memastikan jika orang itu oknum. “Kami akan menelusuri kebenaran tersebut dan kalau benar akan langsung dilaporkan ke bupati,” tegas dr Taufik. (fir/han)

GRESIK – Layanan di Puskesmas Alun-Alun Gresik ramai jadi perbincangan setelah beberapa pasien mengaku harus membayar sejumlah uang saat akan menjalani vaksinasi.

Salah satu pasien Fitri Nur mengaku, saat hendak vaksin dirinya diminta membayar biaya Rp 90 ribu oleh petugas.  Fitri menyebut jika pelayanan itu terjadi pada hari Senin (7/3) siang. Saat itu, Fitri hendak menemani anaknya, 16 tahun vaksinasi pertama. “Saya warga Gresik Kota Baru (GKB) mulanya saya ke Puskesmas Sukomulyo, namun saat itu belum ada, hingga ke Puskesmas Alun-alun,” kata Fitri, Rabu (9/3).

Sesampainya di Puskesmas Alun-alun, anak Fitri bertemu perempuan yang menginformasikan jika vaksin harus bayar Rp 90 ribu. “Anak saya ketemu ibu-ibu usai vaksin menginformasikan kepada anak, vaksin juga bayar Rp 90 ribu. Karena memang tidak saya bawakan uang, anakku langsung pulang tidak jadi vaksin,” paparnya.

-

Pasien lainnya Maratus Aminah, 19 juga mengaku pernah ditarik biaya saat vaksinasi. Ia pun sempat akan membayar, namun kemudian ada orang yang menginformasikan jika vaksinasi di beberapa instansi gratis. “Waktu itu, saya sempat mau memberikan uang, tapi karena antrenya lama dan diberi tahu pasien lain ada vaksinasi gratis di tempat laiannya. Jadi vaksin ditunda. Saya rasa wajar karena untuk daftar pekerjaan,” kata Aminah.

Kepala Puskesmas Alun-alun dr Ahmad Taufik menegaskan, pihaknya memastikan puskesmas  tidak memungut biaya vaksinasi di puskesmas. Jika pun ada yang meminta biaya, Taufik memastikan jika orang itu oknum. “Kami akan menelusuri kebenaran tersebut dan kalau benar akan langsung dilaporkan ke bupati,” tegas dr Taufik. (fir/han)

Most Read

Berita Terbaru

/