Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Menjaga Warisan Lima Abad di Gresik, 3.000 Porsi Kolak Ayam Sanggring Gumeno Siap Manjakan Warga

Y
Penulis: Yudhi Dwi Anggoro❯

MENGADUK: Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani saat ikut mengaduk kolak ayam dalam tradisi Sanggring di Desa Gumeno, Kecamatan Manyar, Gresik.
MENGADUK: Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani saat ikut mengaduk kolak ayam dalam tradisi Sanggring di Desa Gumeno, Kecamatan Manyar, Gresik.


Advertisement

RADAR GRESIK – Tradisi Sanggring Kolak Ayam di Desa Gumeno, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, kembali menyemarakkan suasana Ramadan tahun ini.

Memasuki usia yang ke-501 tahun, tradisi peninggalan Sunan Dalem ini tetap menjadi magnet budaya yang kuat bagi masyarakat Kabupaten Gresik dan sekitarnya.

Pada perhelatan yang digelar setiap malam ke-23 Ramadan ini, panitia penyelenggara yang berpusat di area Masjid Jami’ Sunan Dalem menyiapkan sekitar 3.000 porsi kolak ayam untuk dibagikan kepada warga serta para tamu yang hadir.

Advertisement

Ketua Panitia Sanggring Gumeno, Didik, merinci bahwa kebutuhan bahan baku tahun ini sangat besar guna memenuhi ribuan porsi tersebut. Panitia menyiapkan sedikitnya 240 ekor ayam kampung, 225 kilogram bawang daun, 525 butir kelapa, 650 kilogram gula merah, serta 50 kilogram jinten bubuk.

"Perayaan Sanggring tahun ini memasuki usia ke-501 tahun. Kami menyiapkan sekitar 3.000 porsi untuk para tamu dan masyarakat yang datang," ujar Didik, Kamis (12/3).

Sebagai salah satu Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) nasional, Sanggring memiliki keunikan yang tetap dijaga ketat: seluruh proses memasak hingga penyajian wajib dilakukan oleh kaum pria.

Advertisement

Hal ini konon merujuk pada sejarah awal terciptanya resep kolak ayam sebagai obat bagi Sunan Dalem.

Perpaduan rasa gurih dari ayam kampung dan santan, manisnya gula merah, serta aroma khas jinten dan segarnya bawang daun menciptakan cita rasa yang tidak ditemukan di daerah lain.

Selain prosesi memasak, rangkaian acara tahun ini juga dimeriahkan dengan agenda religi.

"Untuk rangkaian kegiatan Sanggring tahun ini juga diisi dengan Sholawat Akbar pada Selasa, kemarin. Kami menghadirkan Kyai Anwar Zahid," imbuh Didik.

Dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Gresik diharapkan dapat terus menjaga eksistensi tradisi ini di masa depan. Panitia berharap kolaborasi antara masyarakat adat dan pemerintah daerah semakin kuat agar warisan ini tidak lekang oleh zaman.

“Kami berharap tentu tradisi ini bisa terus dijaga dan dilestarikan oleh masyarakat serta semakin dikenal luas. Kami juga berharap ada dukungan dan kolaborasi dari pemerintah daerah agar Sanggring kolak ayam ini tetap hidup dari generasi ke generasi,” pungkasnya. (jar/han) 

Advertisement
Editor : Hany Akasah
Sumber : Radar Gresik

Artikel Terkait

Alami Stroke dan Resahkan Warga, Dinsos Gresik Evakuasi Pria Terlantar ke RS Menur Surabaya

Alami Stroke dan Resahkan Warga, Dinsos Gresik Evakuasi Pria Terlantar ke RS Menur Surabaya

Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Gresik bergerak cepat mengevakuasi seorang pria tanpa identitas atau Orang Terlantar (OT) yang dinilai meresahkan ketertiban umum di kawasan Jalan Gubernur Suryo, Gresik. Selain terlantar,

Pemerintah Daerah Kembali Membangkitkan Jaga Ketertiban Di Dalam Masyarakat Melalui ASLINMAS

Pemerintah Daerah Kembali Membangkitkan Jaga Ketertiban Di Dalam Masyarakat Melalui ASLINMAS

RADAR GRESIK – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik kembali membangkitkan dan memperkuat barisan pengamanan swakarsa berbasis warga. Langkah ini ditegaskan Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, saat memimpin Apel Akbar

Bupati Gresik Dukung Penuh Mantan Penggawa Liga Indonesia Era 90-an Pimpin Askab PSSI

Bupati Gresik Dukung Penuh Mantan Penggawa Liga Indonesia Era 90-an Pimpin Askab PSSI

RADAR GRESIK – Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, secara blak-blakan menyoroti kondisi kepengurusan Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Gresik yang dinilai belum optimal, terutama dalam menangani pembinaan sepak bola usia din

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer