32.8 C
Gresik
Sunday, 27 November 2022

Arkeolog Temukan Situs Purbakala di Desa Leran

GRESIK – Temuan situs purbakala di Kabupaten Gresik terus bermunculan. Kali ini, Tim Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melakukan eskavasi di area makam Kedung, Makam Islam Desa Leran, Kecamatan Manyar. Tempat eskavasi yang diduga pelabuhan pertama di Gresik ini, berjarak sekitar 500 meter dari Makam Siti Fatimah Binti Maimun, Leran, Kecamatan Manyar.

Ketua Tim Brin Irfanuddin mengatakan lokasi eskavasi yang berdekatan dengan area petak-petak tambak dan kuburan itu, dulunya sebuah pelabuhan. Hal itu, berdasarkan hasil dar peta-peta masa dahulu. Bahkan saat dikakukan penelitian dan eskavasi selama seminggu ini banyak ditemukan pecahan keramik dan gerabah purbakala.

“Kalau semua dikumpulkan, bisa satu kontainer lebih. Tim kami saat jalan-jalan di Tambak banyak menemukan pecahan benda-benda tersebut,”ujarnya, Senin (24/10).

Brin Irfanuddin menjelaskan benda-benda yang ditemukan tersebut merupakan benda situs purbakala. Karena kalau melihat status pemukiman di sekitar penduduknya tidak begitu banyak. Dapat disimpulkan benda-benda yang ditemukan saat proses eskavasi ini barang dagangan dari luar, tidak dari masyarakat sekitar.

“Masyarakat sekitar pun sejak dulu sudah banyak yang mencari barang-barang berharga harta karun di area ini. Ini juga membuat dukungan bahwa tempat ini sebuah pelabuhan perdagangan Gresik masa lampau,” jelasnya.

Baca Juga : MWC NU GRESIK Gelar Apel Hari Santri Nasional di Pendopo Kabupaten

Lebih lanjut Brin Irfanuddin menyampaikan dari hasil temuan ini, dirinya membuat satu kesimpulan bahwa daerah Desa Leran ini menjadi pelabuhan penghubung antara jalur pedalaman Gresik pada abad 11-14 era Majapahit. Dikuatkan dengan catatan Belanda di Kabupaten Gresik ada sentra gerabah di Gosari Ujungpangkah.

“Bisa jadi mereka (para saudagar perdagangan,red) membawa barang berharga benda-benda tersebut, dibawa ke Gosari,” ucapnya.

Brin Irfanuddin juga mengungkapkan ada empat titik yang dilakukan eskavasi area pelabuhan Leran itu. Dari empat titik tersebut, hanya satu yang banyak ditemukan benda-benda purbakala. Di antaranya, berupa pecahan keramik, gerabah, tulang, tanduk rusa, dan arang.

Baca Juga : Hari Santri, Radar Gresik Gelar Mlaku Sarungan Bareng Bupati-Wabup

“Ada satu titik lokasi eskavasi yang banyak ditemukan benda-benda sejarah. Jika nanti sudah sampai speed enam atau kedalaman 140 cm masih banyak temuan, maka fokus satu titik eskavasi saja sampai tanggal 28 Oktober mendatang,” pungkasnya.

Diketahui, proses penelitian  dan eskavasi oleh BRIN ini, bekerjasama dengan Universitas Udayana Bali, Arkeolog Gresik, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga (Disparekrafbudpora) Gresik.(yud/han)

GRESIK – Temuan situs purbakala di Kabupaten Gresik terus bermunculan. Kali ini, Tim Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melakukan eskavasi di area makam Kedung, Makam Islam Desa Leran, Kecamatan Manyar. Tempat eskavasi yang diduga pelabuhan pertama di Gresik ini, berjarak sekitar 500 meter dari Makam Siti Fatimah Binti Maimun, Leran, Kecamatan Manyar.

Ketua Tim Brin Irfanuddin mengatakan lokasi eskavasi yang berdekatan dengan area petak-petak tambak dan kuburan itu, dulunya sebuah pelabuhan. Hal itu, berdasarkan hasil dar peta-peta masa dahulu. Bahkan saat dikakukan penelitian dan eskavasi selama seminggu ini banyak ditemukan pecahan keramik dan gerabah purbakala.

“Kalau semua dikumpulkan, bisa satu kontainer lebih. Tim kami saat jalan-jalan di Tambak banyak menemukan pecahan benda-benda tersebut,”ujarnya, Senin (24/10).

-

Brin Irfanuddin menjelaskan benda-benda yang ditemukan tersebut merupakan benda situs purbakala. Karena kalau melihat status pemukiman di sekitar penduduknya tidak begitu banyak. Dapat disimpulkan benda-benda yang ditemukan saat proses eskavasi ini barang dagangan dari luar, tidak dari masyarakat sekitar.

“Masyarakat sekitar pun sejak dulu sudah banyak yang mencari barang-barang berharga harta karun di area ini. Ini juga membuat dukungan bahwa tempat ini sebuah pelabuhan perdagangan Gresik masa lampau,” jelasnya.

Baca Juga : MWC NU GRESIK Gelar Apel Hari Santri Nasional di Pendopo Kabupaten

Lebih lanjut Brin Irfanuddin menyampaikan dari hasil temuan ini, dirinya membuat satu kesimpulan bahwa daerah Desa Leran ini menjadi pelabuhan penghubung antara jalur pedalaman Gresik pada abad 11-14 era Majapahit. Dikuatkan dengan catatan Belanda di Kabupaten Gresik ada sentra gerabah di Gosari Ujungpangkah.

“Bisa jadi mereka (para saudagar perdagangan,red) membawa barang berharga benda-benda tersebut, dibawa ke Gosari,” ucapnya.

Brin Irfanuddin juga mengungkapkan ada empat titik yang dilakukan eskavasi area pelabuhan Leran itu. Dari empat titik tersebut, hanya satu yang banyak ditemukan benda-benda purbakala. Di antaranya, berupa pecahan keramik, gerabah, tulang, tanduk rusa, dan arang.

Baca Juga : Hari Santri, Radar Gresik Gelar Mlaku Sarungan Bareng Bupati-Wabup

“Ada satu titik lokasi eskavasi yang banyak ditemukan benda-benda sejarah. Jika nanti sudah sampai speed enam atau kedalaman 140 cm masih banyak temuan, maka fokus satu titik eskavasi saja sampai tanggal 28 Oktober mendatang,” pungkasnya.

Diketahui, proses penelitian  dan eskavasi oleh BRIN ini, bekerjasama dengan Universitas Udayana Bali, Arkeolog Gresik, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga (Disparekrafbudpora) Gresik.(yud/han)

Most Read

Berita Terbaru

/