Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Bentengan, Permainan Tradisional Gresik yang Penuh Makna dan Nilai Luhur Sejak Zaman Sunan Giri

H
Penulis: Hany Akasah❯
MENGAJARKAN PERMAINAN BENTENGAN KEPADA GENERASI MUDA : Permainan bentengan dapat diajarkan di sekolah, komunitas, atau keluarga.
MENGAJARKAN PERMAINAN BENTENGAN KEPADA GENERASI MUDA : Permainan bentengan dapat diajarkan di sekolah, komunitas, atau keluarga.

RADAR GRESIK - Permainan bentengan, yang telah digemari anak-anak sejak zaman Sunan Giri, masih eksis hingga saat ini di Kota Gresik. Lebih dari sekadar hiburan, permainan ini sarat makna dan nilai luhur yang dapat dipelajari oleh para pemainnya.


Advertisement

Kata "bentengan" berasal dari kata "mben-teng" yang berarti pertahanan. Permainan ini dimainkan oleh dua regu dengan jumlah pemain genap, minimal empat orang dan maksimal sepuluh orang.

Regu-regu ini dibentuk melalui cara unik, yaitu dengan menyanyikan lagu dan menepukkan tangan. Posisi telapak tangan saat lagu berhenti menentukan tim mana yang akan menjadi regu lawan.

Advertisement

Permainan bentengan melatih kelincahan dan kecepatan berlari para pemainnya. Ketika anggota regu tersentuh oleh lawan, mereka "dipenjara" di area lawan. Kemenangan diraih oleh regu yang masih memiliki anggota tersisa.

Seperti yang disampaikan oleh Loemaksono, Lurah Pekauman Gresik, benteng dalam permainan ini diibaratkan sebagai tempat menimba ilmu. Ketika anggota regu keluar dari benteng, mereka ibarat kehilangan pegangan atau arahan. Di sinilah peran regu lain untuk "mengembalikan" mereka ke benteng, yaitu dengan mengingatkan mereka untuk kembali ke jalan yang benar, seperti agama, sekolah, atau keluarga.

“Benteng diibaratkan sebagai tempat menimba ilmu. Jika salah satu anggota dari regu keluar, maka orang itu tidak memiliki pegangan lagi.” Ucap Loemaksono

Dengan bermain dolanan ini, para orang tua tidak perlu khawatir dengan dampaknya. Karena banyak sekali dampak positif atau manfaatnya, salah satunya yaitu untuk melatih keprajuritan atau kemiliteran sejak dini.

Banyak nilai filsafat yang juga dapat kita ambil dalam permainan bentengan ini, yaitu kita dituntut untuk teguh pendirian, agama, serta tidak mudah berpengaruh oleh pendapat maupun perilaku orang lain. (sha/ Han)

Advertisement
Editor : Hany Akasah
Sumber : Radar Gresik

Artikel Terkait

Antisipasi Cuaca Ekstrem, Polres Gresik Gelar Apel Pasukan Tanggap Bencana Hidrometeorologi

Antisipasi Cuaca Ekstrem, Polres Gresik Gelar Apel Pasukan Tanggap Bencana Hidrometeorologi

RADAR GRESIK – Menghadapi potensi ancaman bencana alam akibat perubahan cuaca ekstrem, Polres Gresik menggembleng kesiapan jajarannya melalui Apel Gelar Kesiapsiagaan Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Tahun 2026.

Kecelakaan di Jalan Dr Wahidin Kebomas, Bus Trans Jatim Sundul Mobil yang Parkir di Bahu Jalan

Kecelakaan di Jalan Dr Wahidin Kebomas, Bus Trans Jatim Sundul Mobil yang Parkir di Bahu Jalan

RADAR GRESIK – Kecelakaan lalu lintas melibatkan moda transportasi publik terjadi di Jalan Raya Dr Wahidin Sudirohusodo, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik. Sebuah mobil pribadi jenis Toyota Agya dihantam dari belakang

Manjakan Pencinta Kuliner, Gressmall Gresik Boyong Roadshow Kuliner Viral Indonesia Lintas Negara

Manjakan Pencinta Kuliner, Gressmall Gresik Boyong Roadshow Kuliner Viral Indonesia Lintas Negara

RADAR GRESIK – Menikmati aneka hidangan dan jajanan kekinian yang tengah viral dari berbagai belahan dunia kini tak perlu lagi repot pergi ke luar negeri. Gressmall Gresik kembali menghadirkan terobosan wahana kuliner

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer