alexametrics
28 C
Gresik
Thursday, 18 August 2022

Mengintip Sikap Toleransi Perayaan Hari Raya Idul Adha di Jepang

GRESIK – Minggu (10/7) pagi waktu Jepang, Achmad Ravy Surya Gumilang berangkat menenteng sajadah untuk menunaikan Salat Idul Adha menuju Masjid Shizuoka Jepang. Masjid di Kota Prefektur Shizuoka itu jaraknya 10 kilometer dari sekolah, Shizuoka Seiko Gakuin High School.

Beberapa hari sebelum kegiatan Salat Idul Adha, Ravy mengaku mencari informasi di internet guna mendapatkan area masjid yang terdekat. Maklum, baru kali pertama  Ravy yang terbiasa Salat Ied bersama keluarganya di Indonesia, namun tahun ini merayakan Idul Adha di Negeri Sakura.

Begitu mendapatkankan informasi tentang Masjid Shizuoka, Ravy segera menghubungi kontak yang tertera di flyer. Saat Idul Adha tiba, Ravy berangkat ke masjid ditemani temannya Alok, siswa exchange student dari India dan Toshihiro, salah satu guru di Shizuoka Seiko Gakuin Highschool dengan menggunakan kendaraan pribadi.

“Awalnya saya mendaftarkan diri untuk mengikuti Salat Idul Adha gelombang kedua, dimana ada tiga gelombang pelaksanaan. Di sini (Jepang,red) Salat Ied mulai pukul 07.00, sesi dua pukul 08.00 dan pukul 09.00 waktu setempat,” tutur Ravy.

Menurut putra pertama dari tiga bersaudara tersebut, tata aturan kegiatan Salat Idul Adha di Masjid Shizuoka tidak rumit. Jamaah cukup berwudu dari rumah, memakai masker, menghindari kontak fisik dan segera meninggalkan tempat setelah salat selesai dilaksanakan. Selain itu jamaah dianjurkan membawa sajadah sendiri.

Masjid Shizuoka merupakan salah satu tempat ibadah umat Islam di Prefektur Shizuoka. Di masjid tersebut menjadi salah satu pusat pelaksanaan Salat Idul Adha tahun ini. Gema Takbir yang berkumandang di masjid Shizouka membuat rasa rindu Ravy pada tanah air terobati.

“Di sini bisa bertemu dengan warga dari Indonesia, selain itu saya juga mendapatkan makanan berupa nasi mandhi dengan lauk daging kambing,” kata Ravy.

Baca Juga :Takmir Mambaussa’adah Pulopancikan Patungan Beli Hewan Kurban

Ravy yang bernama lengkap Achmad Ravy Surya Gumilang merupakan siswa SMK PGRI 1 Gresik kelas X jurusan Teknik Ketenagalistrikan yang berkesempatan untuk mengikuti program Asia Kakehashi tahun 2022 di Negeri Sakura. Dirinya merasa beruntung sekali, mendapatkan beasiswa di Shizuoka Seiko Gakuin High School yang memiliki toleransi tinggi dalam menghargai adanya perbedaan yang ada.

“Awal menginjakkan kaki di sekolah ini, rasanya antara percaya atau tidak percaya bahwa saya sudah berada di sini untuk belajar hingga kurun waktu 10 bulan sampai nanti Maret 2023,” ujar Ravy. (rirhan)

GRESIK – Minggu (10/7) pagi waktu Jepang, Achmad Ravy Surya Gumilang berangkat menenteng sajadah untuk menunaikan Salat Idul Adha menuju Masjid Shizuoka Jepang. Masjid di Kota Prefektur Shizuoka itu jaraknya 10 kilometer dari sekolah, Shizuoka Seiko Gakuin High School.

Beberapa hari sebelum kegiatan Salat Idul Adha, Ravy mengaku mencari informasi di internet guna mendapatkan area masjid yang terdekat. Maklum, baru kali pertama  Ravy yang terbiasa Salat Ied bersama keluarganya di Indonesia, namun tahun ini merayakan Idul Adha di Negeri Sakura.

Begitu mendapatkankan informasi tentang Masjid Shizuoka, Ravy segera menghubungi kontak yang tertera di flyer. Saat Idul Adha tiba, Ravy berangkat ke masjid ditemani temannya Alok, siswa exchange student dari India dan Toshihiro, salah satu guru di Shizuoka Seiko Gakuin Highschool dengan menggunakan kendaraan pribadi.

-

“Awalnya saya mendaftarkan diri untuk mengikuti Salat Idul Adha gelombang kedua, dimana ada tiga gelombang pelaksanaan. Di sini (Jepang,red) Salat Ied mulai pukul 07.00, sesi dua pukul 08.00 dan pukul 09.00 waktu setempat,” tutur Ravy.

Menurut putra pertama dari tiga bersaudara tersebut, tata aturan kegiatan Salat Idul Adha di Masjid Shizuoka tidak rumit. Jamaah cukup berwudu dari rumah, memakai masker, menghindari kontak fisik dan segera meninggalkan tempat setelah salat selesai dilaksanakan. Selain itu jamaah dianjurkan membawa sajadah sendiri.

Masjid Shizuoka merupakan salah satu tempat ibadah umat Islam di Prefektur Shizuoka. Di masjid tersebut menjadi salah satu pusat pelaksanaan Salat Idul Adha tahun ini. Gema Takbir yang berkumandang di masjid Shizouka membuat rasa rindu Ravy pada tanah air terobati.

“Di sini bisa bertemu dengan warga dari Indonesia, selain itu saya juga mendapatkan makanan berupa nasi mandhi dengan lauk daging kambing,” kata Ravy.

Baca Juga :Takmir Mambaussa’adah Pulopancikan Patungan Beli Hewan Kurban

Ravy yang bernama lengkap Achmad Ravy Surya Gumilang merupakan siswa SMK PGRI 1 Gresik kelas X jurusan Teknik Ketenagalistrikan yang berkesempatan untuk mengikuti program Asia Kakehashi tahun 2022 di Negeri Sakura. Dirinya merasa beruntung sekali, mendapatkan beasiswa di Shizuoka Seiko Gakuin High School yang memiliki toleransi tinggi dalam menghargai adanya perbedaan yang ada.

“Awal menginjakkan kaki di sekolah ini, rasanya antara percaya atau tidak percaya bahwa saya sudah berada di sini untuk belajar hingga kurun waktu 10 bulan sampai nanti Maret 2023,” ujar Ravy. (rirhan)

Most Read

Berita Terbaru

/