alexametrics
27 C
Gresik
Thursday, 19 May 2022

Tradisi Lebaran Kupat Desa Yosowilangun, Usai Subuh Keliling Kampung

GRESIK – Pagi-pagi usai shalat shubuh, tampak ramai dan riuh puluhan warga Desa Yosowilangun Kecamatan Manyar berkeliling kampung. Mulai dari anak-anak, remaja, hingga ibu-ibu sumringah menggendong tas berburu snack maupun uang dari rumah ke rumah pada Senin (9/5) pagi.

Acara tersebut merupakan tradisi Sorak Iyo yang berlangsung saat lebaran Ketupat selang beberapa hari usai lebaran Idul Fitri oleh warga Desa Yosowilangun. Begitu selesai Salat Subuh, para warga berbagi dan berburu snack.

Salah satu warga Mu’adah mengaku telah menyiapkan sekitar 150 snack yang akan dibagikan kepada anak-anak. “Dulu yang dibagikan itu kupat dan lepet, namun sekarang lebih ke snack ataupun uang,” terangnya.

Hal senada diungkapkan Nur Alfa, menurutnya tahun ini lebih ramai dari tahun lalu. “Ada warga yang berbagi snack, ada juga yang berbagi uang.

Meskipun sudah berganti dengan snack, Namun warga masih membuat ketupat dan lepet. Dimana usai Para bapak-bapak membawa ketupat dan lepet ke masjid Zahidin untuk berdoa bersama. Dalam kesempatan tersebut yang terdiri bapak-bapak saling bertukar ketupat yang disajikan dengan berbagai olahan makanan seperti sate, opor, rendang, maupun kare ayam.

Sementara itu, Kepala Desa Yosowilangun H. Abdur Rosyid mengaku senang dengan adanya tradisi tersebut. Dirinya menghimbau agar warga tetap melestarikan tradisi dan budaya dari nenek moyang.

“Tradisi seperti ini harus kita jaga dan kita lestarikan agar bisa dinikmati anak cucu kita kelak. Saya sangat senang warga Desa Yosowilangun melestarikan tradisi ini ,”pungkasnya. (*/han)

GRESIK – Pagi-pagi usai shalat shubuh, tampak ramai dan riuh puluhan warga Desa Yosowilangun Kecamatan Manyar berkeliling kampung. Mulai dari anak-anak, remaja, hingga ibu-ibu sumringah menggendong tas berburu snack maupun uang dari rumah ke rumah pada Senin (9/5) pagi.

Acara tersebut merupakan tradisi Sorak Iyo yang berlangsung saat lebaran Ketupat selang beberapa hari usai lebaran Idul Fitri oleh warga Desa Yosowilangun. Begitu selesai Salat Subuh, para warga berbagi dan berburu snack.

Salah satu warga Mu’adah mengaku telah menyiapkan sekitar 150 snack yang akan dibagikan kepada anak-anak. “Dulu yang dibagikan itu kupat dan lepet, namun sekarang lebih ke snack ataupun uang,” terangnya.

-

Hal senada diungkapkan Nur Alfa, menurutnya tahun ini lebih ramai dari tahun lalu. “Ada warga yang berbagi snack, ada juga yang berbagi uang.

Meskipun sudah berganti dengan snack, Namun warga masih membuat ketupat dan lepet. Dimana usai Para bapak-bapak membawa ketupat dan lepet ke masjid Zahidin untuk berdoa bersama. Dalam kesempatan tersebut yang terdiri bapak-bapak saling bertukar ketupat yang disajikan dengan berbagai olahan makanan seperti sate, opor, rendang, maupun kare ayam.

Sementara itu, Kepala Desa Yosowilangun H. Abdur Rosyid mengaku senang dengan adanya tradisi tersebut. Dirinya menghimbau agar warga tetap melestarikan tradisi dan budaya dari nenek moyang.

“Tradisi seperti ini harus kita jaga dan kita lestarikan agar bisa dinikmati anak cucu kita kelak. Saya sangat senang warga Desa Yosowilangun melestarikan tradisi ini ,”pungkasnya. (*/han)

Most Read

Berita Terbaru

/