alexametrics
30 C
Gresik
Saturday, 25 September 2021

Warga Berebut Ribuan Ikan Mati di BGS

BUNGAH – Ribuan ikan yang hidup di sungai bengawan solo tepatnya di kawasan Bendung Gerak Sembayat (BGS) Desa Sidomukti, Kecamatan Bungah mendadak mati. Banyaknya ikan meti itu membuat heboh warga setempat.

Salah satu warga Muiazatul mengatakan ikan air tawar yang mendadak mati itu jenis ikan jambal mirip ikan patin dengan berbagai ukuran memenuhi pintu bendungan. Sebagian masih hidup dalam kondisi mabuk. Mengetahui kejadian tersebut warga pun ramai-ramai mengambil ikan-ikan tersebut. ” Warga sejak subuh pukul 05.00 WIB, sudah banyak yang mencari ikan mabuk dan mati dengan menggunakan jaringan maupun tangan,” ujarnya, Rabu (8/9).

Salah satu perangkat desa, Edi mengungkapkan, penyebab kematian ikan-ikan diduga karena arus air asin yang mengalir dari arah timur ke barat. Kejadian semacam ini pernah terjadi di tahun-tahun sebelumnya.

” Banyaknya ikan yang mendadak mati terjadi karena air asin datang mengalir dari arah timur, sesampainya di BGS ikan-ikan itu tidak bisa lari karena ada bendungan, akhirnya mabuk dan mati,” terangnya.

Lebih lanjut Edi menuturkan kondisi ini akan kembali normal jika bendungan sudah mulai dibuka. Ikan-ikan jenis air tawar bisa menghindari air asin yang datang dari laut. “Kalau bendungan yang sudah dibuka ya ikannya bisa lari menuju ke barat menghindar dari air asin,” pungkasnya. (yud/han)


BUNGAH – Ribuan ikan yang hidup di sungai bengawan solo tepatnya di kawasan Bendung Gerak Sembayat (BGS) Desa Sidomukti, Kecamatan Bungah mendadak mati. Banyaknya ikan meti itu membuat heboh warga setempat.

Salah satu warga Muiazatul mengatakan ikan air tawar yang mendadak mati itu jenis ikan jambal mirip ikan patin dengan berbagai ukuran memenuhi pintu bendungan. Sebagian masih hidup dalam kondisi mabuk. Mengetahui kejadian tersebut warga pun ramai-ramai mengambil ikan-ikan tersebut. ” Warga sejak subuh pukul 05.00 WIB, sudah banyak yang mencari ikan mabuk dan mati dengan menggunakan jaringan maupun tangan,” ujarnya, Rabu (8/9).

Salah satu perangkat desa, Edi mengungkapkan, penyebab kematian ikan-ikan diduga karena arus air asin yang mengalir dari arah timur ke barat. Kejadian semacam ini pernah terjadi di tahun-tahun sebelumnya.

” Banyaknya ikan yang mendadak mati terjadi karena air asin datang mengalir dari arah timur, sesampainya di BGS ikan-ikan itu tidak bisa lari karena ada bendungan, akhirnya mabuk dan mati,” terangnya.

-

Lebih lanjut Edi menuturkan kondisi ini akan kembali normal jika bendungan sudah mulai dibuka. Ikan-ikan jenis air tawar bisa menghindari air asin yang datang dari laut. “Kalau bendungan yang sudah dibuka ya ikannya bisa lari menuju ke barat menghindar dari air asin,” pungkasnya. (yud/han)


Most Read

Berita HITS

Berita Terbaru