alexametrics
27 C
Gresik
Thursday, 19 May 2022

Galian C Banyutengah Ancam Sumber Air Warga

GRESIK – Aktivitas penambangan galian C di wilayah Kecamatan Panceng masih beroperasi hingga hari ini Jumat (8/4). Akibat dalamnya penggalian, sumber mata air petani dan warga di Desa Banyutengah terancam.

Dari informasi yang di himpun penambangan galian C di Desa Banyutengah, Kecataman Panceng sangat menghawatirkan hingga menembus sumber mata air.

Salah satu petani di Desa Banyutengah Moch mengatakan apabila pengerukan galian C itu masih diteruskan akan merusak mata air di lokasi galian C. Seperti di lokasi sebelah barat ini dibiarkan itu kedalamananya sudah mencapai sumber mata air.

“Kalau dibiarkan sumber mata air tersebut bisa jebol, akhrinya habis dan merugikan warga serta para petani disini,” ujarnya, Jumat (8/4).

Moch menjelaskan Terkait galian C yang tidak berijin tersebut diduga pihak penambang bekerjasama oleh pihak pemerintah Desa setempat.

” Dugaanya terkait penyewaan untuk alat berat yang dibuat ngeruk tanah negara. Akibatnya jalan menuju ladang saya tidak bisa dilalui karena juga ikut digali, ” jelasnya.

Sementara Kabid Pertambangan Dinas ESDM Propinsi Jatim Kukuh Sudjatmiko mengungkapkan aktivitas galian C tersebut jelas – jelas ilegal dan sudah salah, seharusnya ada penindakan.

“Itu sudah jelas salah, seharusnya Polres Gresik dan Polsek seharusnya sudah tahu, ” ungkapnya. (yud/han)

GRESIK – Aktivitas penambangan galian C di wilayah Kecamatan Panceng masih beroperasi hingga hari ini Jumat (8/4). Akibat dalamnya penggalian, sumber mata air petani dan warga di Desa Banyutengah terancam.

Dari informasi yang di himpun penambangan galian C di Desa Banyutengah, Kecataman Panceng sangat menghawatirkan hingga menembus sumber mata air.

Salah satu petani di Desa Banyutengah Moch mengatakan apabila pengerukan galian C itu masih diteruskan akan merusak mata air di lokasi galian C. Seperti di lokasi sebelah barat ini dibiarkan itu kedalamananya sudah mencapai sumber mata air.

-

“Kalau dibiarkan sumber mata air tersebut bisa jebol, akhrinya habis dan merugikan warga serta para petani disini,” ujarnya, Jumat (8/4).

Moch menjelaskan Terkait galian C yang tidak berijin tersebut diduga pihak penambang bekerjasama oleh pihak pemerintah Desa setempat.

” Dugaanya terkait penyewaan untuk alat berat yang dibuat ngeruk tanah negara. Akibatnya jalan menuju ladang saya tidak bisa dilalui karena juga ikut digali, ” jelasnya.

Sementara Kabid Pertambangan Dinas ESDM Propinsi Jatim Kukuh Sudjatmiko mengungkapkan aktivitas galian C tersebut jelas – jelas ilegal dan sudah salah, seharusnya ada penindakan.

“Itu sudah jelas salah, seharusnya Polres Gresik dan Polsek seharusnya sudah tahu, ” ungkapnya. (yud/han)

Most Read

Berita Terbaru

/