alexametrics
26C
Gresik
Saturday, 10 April 2021
Desktop_AP_Top Banner

Terkenal Angker, Gus Yani Pilih Tidur Di Musala

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

GRESIK – Keangkeran Pendopo Kabupaten Gresik di selatan Alun-Alun Gresik sudah banyak diketahui orang. Kondisi ini membuat Bupati Fandi Akhmad Yani (FAY) setelah memilih tidur di musala pendopo.

Cara itu rupanya digunakan Gus Yani sapaan akrab Fandi Akhmad Yani untuk menghindari kejahilan para penunggu rumah dinas Bupati Gresik tersebut. Maklum saja, bangunan satu lantai dengan luas bangunan utama 1.243 meter persegi yang berdiri diatas lahan seluas 4.900 meter itu persegi memiliki ratusan cerita mistis.

“Saat saya ditawari mau tidur dimana, tanpa fikir panjang saya bilang tidur di musala saja,” kata Fandi Akhmad Yani kepada Radar Gresik.

Sejumlah cerita horror yang tersiar salah satunya, sosok penunggu hantu perempuan yang sering terlihat duduk diarea pohon beringin tua. Petugas jaga atau piket Satpol PP juga tidak luput dari kejahilan para penghuni asli rumah dinas hingga lari terbirit-birit.

Di dalam rumah dinas bupati yang dulunya sebagai markas BKR Laut saat masa kemerdekaan 1945 itu sebenarnya terdapat empat kamar utama untuk keluarga. Kamar-kamar tersebut berukuran cukup besar sekitar 7×12 meter ada juga yang berukuran sekitar 10×15 meter. Di area tengah bangunan yang dibangun pada awal abad 19 itu juga terdapat ruang utama yang cukup megah dengan ornamen khas bangunan Belanda. Sedangkan di area belakang terdapat taman yang mengelilingi bangunan utama.

“Alasan saya tidur di musala karena disini pasti belum pernah ada cerita (horor). Maka saat diajak roadshow melihat bangunan rumdis saya minta area yang dulunya dijadikan musala diberikan kasur saja,” imbuhnya.

Yani tidak menampik jika dirinya juga banyak mendengar cerita yang membuat bulu kuduk berdiri. Bahkan cerita itu juga disampaikan oleh beberapa pejabat maupun para petugas di pendopo.

“Insya Allah di era saya pendopo akan saya kembalikan fungsinya menjadi tempat berkumpul masyarakat, lebih terbuka dan menjadi milik bersama. Oleh sebab itu banyak kegiatan yang saya arahkan agar digelar disini,” tandas Yani. (fir/rof)

Mobile_AP_Rectangle 1

GRESIK – Keangkeran Pendopo Kabupaten Gresik di selatan Alun-Alun Gresik sudah banyak diketahui orang. Kondisi ini membuat Bupati Fandi Akhmad Yani (FAY) setelah memilih tidur di musala pendopo.

Cara itu rupanya digunakan Gus Yani sapaan akrab Fandi Akhmad Yani untuk menghindari kejahilan para penunggu rumah dinas Bupati Gresik tersebut. Maklum saja, bangunan satu lantai dengan luas bangunan utama 1.243 meter persegi yang berdiri diatas lahan seluas 4.900 meter itu persegi memiliki ratusan cerita mistis.

“Saat saya ditawari mau tidur dimana, tanpa fikir panjang saya bilang tidur di musala saja,” kata Fandi Akhmad Yani kepada Radar Gresik.

Mobile_AP_Half Page

Sejumlah cerita horror yang tersiar salah satunya, sosok penunggu hantu perempuan yang sering terlihat duduk diarea pohon beringin tua. Petugas jaga atau piket Satpol PP juga tidak luput dari kejahilan para penghuni asli rumah dinas hingga lari terbirit-birit.

Di dalam rumah dinas bupati yang dulunya sebagai markas BKR Laut saat masa kemerdekaan 1945 itu sebenarnya terdapat empat kamar utama untuk keluarga. Kamar-kamar tersebut berukuran cukup besar sekitar 7×12 meter ada juga yang berukuran sekitar 10×15 meter. Di area tengah bangunan yang dibangun pada awal abad 19 itu juga terdapat ruang utama yang cukup megah dengan ornamen khas bangunan Belanda. Sedangkan di area belakang terdapat taman yang mengelilingi bangunan utama.

“Alasan saya tidur di musala karena disini pasti belum pernah ada cerita (horor). Maka saat diajak roadshow melihat bangunan rumdis saya minta area yang dulunya dijadikan musala diberikan kasur saja,” imbuhnya.

Yani tidak menampik jika dirinya juga banyak mendengar cerita yang membuat bulu kuduk berdiri. Bahkan cerita itu juga disampaikan oleh beberapa pejabat maupun para petugas di pendopo.

“Insya Allah di era saya pendopo akan saya kembalikan fungsinya menjadi tempat berkumpul masyarakat, lebih terbuka dan menjadi milik bersama. Oleh sebab itu banyak kegiatan yang saya arahkan agar digelar disini,” tandas Yani. (fir/rof)

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

Berita Terkait

Desktop_AP_Rectangle 1

Berita HITS

Desktop_AP_Rectangle 2

Berita Terbaru