26 C
Gresik
Monday, 28 November 2022

Program Klinik Ekspor Bea Cukai Gresik Diapresiasi Pemprov Jatim

GRESIK – Program klinik ekspor yang digagas Bea Cukai Gresik mendapat apresiasi dari Pemprov Jawa Timur. Berkat program tersebut, salah satu pelaku UMKM minuman sarang burung walet kini bisa menembus pasar Asia.

Dihadapan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, pemilik minuman sarang walet Uly Darojah menceritakan peran pemerintah membantu usahanya menjual minuman sarang burung walet.

Mulanya, Uly bercerita, saat pandemi covid mewabah di Indonesia, Februari 2020, usaha fashion menjual sepatu mengalami gulung tikar. Tidak menyerah, Uly melihat peluang menjual asupan produk minuman kesehatan. Setelah melakukan riset dan penelitian, ditemukan peluang untuk mengolah dan menjual minuman sarang burung walet.

“Saat itu banyak orang belum paham khasiatnya. Kami pun mulai melakukan penjualan,” ujar Uly.

Diakuinya, awalnya sulit mencari pasar. Ditambah belum memiliki perizinan dan lain-lain. Namun dukungan Dinkop, Kabupaten Gresik penjualan produknya sedikit demi sedikit mulai menemukan titik terang.

“Dibantu pembuatan kelengkapan izin legalitas, membuat Nomor Induk Berusaha (NIB), dan mencari market pasar,” ungkapnya.

Usaha minuman sarang burung walet semakin meningkat ketika Uly bertemu dengan Bea Cukai Gresik. Melalui program klinik ekspor, dirinya dibantu membuat NIB untuk bisa memasarkan produk ke luar negeri. Hasilnya, beberapa negara seperti Hongkong, Cina, Singapura dan Jepang tertarik dengan produk minuman sarang burung walet.

“Melalui bisnis matching, buyer asal Hongkong tertarik dengan produk kami. Oktober 2021, kami ekspor ke Hongkong dengan transaksi senilai Rp 800 Juta. Saat ini proses ke negara Jepang.

Baca Juga : Bea Cukai Antar UMKM Rumput Laut Kering Tembus Pasar Cina dan Jepang

Selain dibantu NIB ekspor, Uly mengaku ada beberapa hal yang dibantu bea cukai Gresik, yakni pengurusan BPOM dan meningkatkan kualitas produk.

“Packaging sangat mempengaruhi minat pembeli di Hongkong dan Alhamdulillah diterima oleh negara Hongkong,” ungkapnya.

GRESIK – Program klinik ekspor yang digagas Bea Cukai Gresik mendapat apresiasi dari Pemprov Jawa Timur. Berkat program tersebut, salah satu pelaku UMKM minuman sarang burung walet kini bisa menembus pasar Asia.

Dihadapan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, pemilik minuman sarang walet Uly Darojah menceritakan peran pemerintah membantu usahanya menjual minuman sarang burung walet.

Mulanya, Uly bercerita, saat pandemi covid mewabah di Indonesia, Februari 2020, usaha fashion menjual sepatu mengalami gulung tikar. Tidak menyerah, Uly melihat peluang menjual asupan produk minuman kesehatan. Setelah melakukan riset dan penelitian, ditemukan peluang untuk mengolah dan menjual minuman sarang burung walet.

-

“Saat itu banyak orang belum paham khasiatnya. Kami pun mulai melakukan penjualan,” ujar Uly.

Diakuinya, awalnya sulit mencari pasar. Ditambah belum memiliki perizinan dan lain-lain. Namun dukungan Dinkop, Kabupaten Gresik penjualan produknya sedikit demi sedikit mulai menemukan titik terang.

“Dibantu pembuatan kelengkapan izin legalitas, membuat Nomor Induk Berusaha (NIB), dan mencari market pasar,” ungkapnya.

Usaha minuman sarang burung walet semakin meningkat ketika Uly bertemu dengan Bea Cukai Gresik. Melalui program klinik ekspor, dirinya dibantu membuat NIB untuk bisa memasarkan produk ke luar negeri. Hasilnya, beberapa negara seperti Hongkong, Cina, Singapura dan Jepang tertarik dengan produk minuman sarang burung walet.

“Melalui bisnis matching, buyer asal Hongkong tertarik dengan produk kami. Oktober 2021, kami ekspor ke Hongkong dengan transaksi senilai Rp 800 Juta. Saat ini proses ke negara Jepang.

Baca Juga : Bea Cukai Antar UMKM Rumput Laut Kering Tembus Pasar Cina dan Jepang

Selain dibantu NIB ekspor, Uly mengaku ada beberapa hal yang dibantu bea cukai Gresik, yakni pengurusan BPOM dan meningkatkan kualitas produk.

“Packaging sangat mempengaruhi minat pembeli di Hongkong dan Alhamdulillah diterima oleh negara Hongkong,” ungkapnya.

Most Read

Berita Terbaru

/