alexametrics
28 C
Gresik
Wednesday, 18 May 2022

Tiga Tahun Berdiri, Dua Mal Gresik Kesulitan Aktifkan Foodcourt

GRESIK-Dua mall di Gresik, Icon Mal dan Gressmall mengaku untuk mengembangkan bisnis foodcourt di kota pudak memiliki tantangan yang kompleks. Hal itulah yang membuat hingga tahun ketiga kehadirannya di Gresik, dua mall tersebut belum juga bisa mengembangkan bisnis tersebut.

General Manager Icon Mall Gresik, Alfialdy Baenars mengatakan, bagi investor dibidang foodcourt nama Gresik masih terdengar asing. Hal itulah yang membuat beberapa proposal icon mall selalu kurang diminati para pelaku usaha.

“Sebenarnya ada tiga investor besar yang sudah melakukan pembicaraan kepada kami. Namun belum sampai tahap negosiasi. Hal ini tidak lepas dari trafic pengunjung mall yang fluktuatif selama Pandemi belum berakhir,” ujar Aldy.

Menurutnya, untuk mengembangkan bisnis foodcourt sekarang dan dulu memiliki tantangan yang berbeda. Sebagai contoh, dalam hal transaksi saat ini mayoritas pengelola foodcourt tidak ingin menggunakan uang tunai melainkan cardless. Dengan isi saldo sebesar nominal tertentu di dalam kartu nantinya akan menjadi alat transaksi selama berada di area foodcourt. Setelah selesai belanja kartu akan dikembalikan dan sisa saldo akan dikembalikan dalam bentuk uang tunai.

“Dalam mengembangkan cardless ini kita juga harus memastikan jika pengunjung paham cara bertransaksi,” imbuhnya.

Sebenarnya, lanjut Aldy, Iconmall Gresik sempat berencana menggandeng Kamar dagang dan Industri (Kadin) Gresik. Dalam negosiasinya disepakati Kadin Gresik yang membawahi beberapa UMKM akan melakukan investasi sebesar Rp 400 juta. Namun dalam perjalanannya negosiasi tersebut kandas lantaran terbatasnya kemampuan financial dari UMKM yang akan dibawa Kadin.

“Ada sejumlah biaya yang memang harus dipenuhi oleh penyewa (tenant). Nah mereka mundur karena dianggap angkanya terlalu besar,” tandasnya.

Hal yang sama diutarakan, Manager Gressmall Gresik, Erich. Menurut pria asal Sumatera itu untuk mengembangkan bisnis foodcourt ada sejumlah tantangan yang harus dihadapi. Meski demikian, Gressmall menegaskan komitmennya jika bisnis foodcourt yang saat ini tengah dirancang di malnya akan dilaunching dalam waktu tidak lama ini.

“Insyallah tahun ini foodcourt akan kami buka dengan konsep yang belum pernah ada di Gresik. Beberapa waktu lalu kami sudah menemukan operator yang cocok,” kata erich. (fir/han)

GRESIK-Dua mall di Gresik, Icon Mal dan Gressmall mengaku untuk mengembangkan bisnis foodcourt di kota pudak memiliki tantangan yang kompleks. Hal itulah yang membuat hingga tahun ketiga kehadirannya di Gresik, dua mall tersebut belum juga bisa mengembangkan bisnis tersebut.

General Manager Icon Mall Gresik, Alfialdy Baenars mengatakan, bagi investor dibidang foodcourt nama Gresik masih terdengar asing. Hal itulah yang membuat beberapa proposal icon mall selalu kurang diminati para pelaku usaha.

“Sebenarnya ada tiga investor besar yang sudah melakukan pembicaraan kepada kami. Namun belum sampai tahap negosiasi. Hal ini tidak lepas dari trafic pengunjung mall yang fluktuatif selama Pandemi belum berakhir,” ujar Aldy.

-

Menurutnya, untuk mengembangkan bisnis foodcourt sekarang dan dulu memiliki tantangan yang berbeda. Sebagai contoh, dalam hal transaksi saat ini mayoritas pengelola foodcourt tidak ingin menggunakan uang tunai melainkan cardless. Dengan isi saldo sebesar nominal tertentu di dalam kartu nantinya akan menjadi alat transaksi selama berada di area foodcourt. Setelah selesai belanja kartu akan dikembalikan dan sisa saldo akan dikembalikan dalam bentuk uang tunai.

“Dalam mengembangkan cardless ini kita juga harus memastikan jika pengunjung paham cara bertransaksi,” imbuhnya.

Sebenarnya, lanjut Aldy, Iconmall Gresik sempat berencana menggandeng Kamar dagang dan Industri (Kadin) Gresik. Dalam negosiasinya disepakati Kadin Gresik yang membawahi beberapa UMKM akan melakukan investasi sebesar Rp 400 juta. Namun dalam perjalanannya negosiasi tersebut kandas lantaran terbatasnya kemampuan financial dari UMKM yang akan dibawa Kadin.

“Ada sejumlah biaya yang memang harus dipenuhi oleh penyewa (tenant). Nah mereka mundur karena dianggap angkanya terlalu besar,” tandasnya.

Hal yang sama diutarakan, Manager Gressmall Gresik, Erich. Menurut pria asal Sumatera itu untuk mengembangkan bisnis foodcourt ada sejumlah tantangan yang harus dihadapi. Meski demikian, Gressmall menegaskan komitmennya jika bisnis foodcourt yang saat ini tengah dirancang di malnya akan dilaunching dalam waktu tidak lama ini.

“Insyallah tahun ini foodcourt akan kami buka dengan konsep yang belum pernah ada di Gresik. Beberapa waktu lalu kami sudah menemukan operator yang cocok,” kata erich. (fir/han)

Most Read

Berita Terbaru

/