alexametrics
26 C
Gresik
Tuesday, 25 January 2022

Akhir Tahun Harga Cabai Meroket

GRESIK – Jelang tutup tahun 2020 harga cabai melonjak drastis. Tak tanggung-tanggung, untuk cabai besar di sejumlah pasar di Gresik mencapai Rp 54 ribu. Memasuki Desember, harga cabai perlahan mengalami kenaikan. Jika dibandingkan akhir November kemarin, terdapat kenaikan Rp 20 ribu. Baik untuk cabai rawit maupun cabai besar.

Di akhir November cabai rawit hanya seharga Rp 26 ribu dan cabai besar Rp 30 ribu. Sementara di akhir Desember ini cabai rawit sudah mencapai R 47 ribu dan cabai besar Rp 54 ribu.

Kepala Diskoperindag Gresik Agus Budiono mengatakan, kenaikan cabai itu tidak langsung meroket, namun setiap minggu selalu kenaikan. Dalam sebulan terakhir terlihat ada kenaikan Rp 20 ribu tersebut. “Cuaca hujan begini tentunya barang menurun karena mudah busuk, dilain pihak permintaan naik karena bertepatan dengan natal dan tahun baru. Sehingga harga naik,” kata Agus.

Agus sudah memantau seluruh pasar di Gresik, pihaknya memastikan ketersediaan komoditi basah masih aman. Namun stoknya menurun. Berdasarkan data bahan-bahan kebutuhan pokok di tujuh pasar Kabupaten Gresik ada enam bahan pokok yang mengalami kenaikan. Yakni, cabai rawit, cabai besar, ayam potong, bawang merah, bawang putih dan ikan bandeng. “Tetap diwaspadai harga cabai rawit, cabai besar, ayam potong, telor serta bawang merah dan bawang putih,” ucap imbuhnya.

Pihaknya memperkirakan, harga dan stok komoditi basah di pasar masih relatif aman. “Untuk stoknya kami memperkirakan masih aman hingga satu bulan ke depan,” pungkasnya.

Salah satu penjual Sarminti mengakui, kenaikan cabai di akhir tahun sangat berpengaruh pada penjualannya.”Apalagi pandemi seperti sekarang, kadang cabai sering membusuk karena tidak laku. Kami berharap kondisi normal dan ekonomi pulih,” pungkasnya. (fir/han)

GRESIK – Jelang tutup tahun 2020 harga cabai melonjak drastis. Tak tanggung-tanggung, untuk cabai besar di sejumlah pasar di Gresik mencapai Rp 54 ribu. Memasuki Desember, harga cabai perlahan mengalami kenaikan. Jika dibandingkan akhir November kemarin, terdapat kenaikan Rp 20 ribu. Baik untuk cabai rawit maupun cabai besar.

Di akhir November cabai rawit hanya seharga Rp 26 ribu dan cabai besar Rp 30 ribu. Sementara di akhir Desember ini cabai rawit sudah mencapai R 47 ribu dan cabai besar Rp 54 ribu.

Kepala Diskoperindag Gresik Agus Budiono mengatakan, kenaikan cabai itu tidak langsung meroket, namun setiap minggu selalu kenaikan. Dalam sebulan terakhir terlihat ada kenaikan Rp 20 ribu tersebut. “Cuaca hujan begini tentunya barang menurun karena mudah busuk, dilain pihak permintaan naik karena bertepatan dengan natal dan tahun baru. Sehingga harga naik,” kata Agus.

-

Agus sudah memantau seluruh pasar di Gresik, pihaknya memastikan ketersediaan komoditi basah masih aman. Namun stoknya menurun. Berdasarkan data bahan-bahan kebutuhan pokok di tujuh pasar Kabupaten Gresik ada enam bahan pokok yang mengalami kenaikan. Yakni, cabai rawit, cabai besar, ayam potong, bawang merah, bawang putih dan ikan bandeng. “Tetap diwaspadai harga cabai rawit, cabai besar, ayam potong, telor serta bawang merah dan bawang putih,” ucap imbuhnya.

Pihaknya memperkirakan, harga dan stok komoditi basah di pasar masih relatif aman. “Untuk stoknya kami memperkirakan masih aman hingga satu bulan ke depan,” pungkasnya.

Salah satu penjual Sarminti mengakui, kenaikan cabai di akhir tahun sangat berpengaruh pada penjualannya.”Apalagi pandemi seperti sekarang, kadang cabai sering membusuk karena tidak laku. Kami berharap kondisi normal dan ekonomi pulih,” pungkasnya. (fir/han)

Most Read

Berita Terbaru