alexametrics
32 C
Gresik
Tuesday, 17 May 2022

PPKM Turun Level, Pengusaha Mall Minta Kelonggaran Jam Operasional

GRESIK – Pengusaha mall yang tergabung dalam Forum Komunikasi Pengusaha Pusat Perbelanjaan Gresik berharap pemerintah menambah jam operasional mall satu jam lebih lama. Alasan mereka cukup wajar lantaran saat ini Gresik berada di zona oranye dengan dan turun level dari PPKM level IV ke level III.

Direktur Sales dan Marketing Dharma Graha Utama, Ika Putri Widyaningtyas menuturkan, saat ini pengusaha mall di Gresik sedang berjuang agar bisa bertahan ditengah Pandemi Covid 19. Sebab, beban operasional yang harus ditanggung setiap bulannya sudah menyentuh angka miliaran rupiah. Ika khawatir jika kondisi ini berlangsung hingga akhir tahun, pengusaha mall di Gresik akan menutup opersaionalnya. “Pemerintah harus menyiapkan strategi jitu untuk menopang industri pusat perbelanjaan tidak hanya di Gresik namun seluruh Indonesia. Saat ini banyak pengusaha yang sudah dalam kategori mengkhawatirkan,” ujarnya.

Dikatakan, dukungan regulasi maupun kebijakan dari pemerintah daerah yang bersifat lokal dibutuhkan para pengusaha mall. Salah satunya adanya kelonggaran jam operasional dari yang semula sampai pukul 20.00 WIB ditambah satu jam hingga pukul 21.00 WIB.

“Karakter masyarakat Gresik rata-rata ke mall setelah salat Isya atau pukul 19.00. Jika pukul 20.00 tutup rata-rata orang malas ke mall karena waktunya yang terbatas,” imbuhnya.

Ditempat sama, Owner yang juga penasehat Dharma Graha Utama, Asrilia Kurniati berharap dukungan pemerintah daerah tidak hanya pada kelonggaran jam namun pada percepatan vaksinasi di Kabupaten Gresik. Sebab dengan makin cepatnya upaya vaksinasi yang dilakukan pemerintah akan mendorong tingkat okupansi di mall. “Jika pemerintah daerah mengizinkan, kami siap mengfasilitasi kegiatan vaksinasi di mall sebagai upaya dukungan dalam program percepatan vaksinasi dan pemulihan ekonomi nasional,” tegas Asrilia.

Pada bagian lain, General Manager Gressmall, Yudi P Wahyu Rohadi berkomitmen akan taat dan patuh terhadap setiap regulasi pemerintah termasuk aturan masuk mall. “Kami tidak akan mengizinkan pengunjung yang tidak bisa menunjukkan sertifikat vaksin masuk mall,” kata Yudhi.

General Manager Icon Mall Gresik, Alfialdy Baenars mengamini hal tersebut. Dia menegaskan seluruh pengusaha mall akan menjalankan segala teknis regulasi yang dikeluarkan oleh pemerintah daerah. (fir.han)

GRESIK – Pengusaha mall yang tergabung dalam Forum Komunikasi Pengusaha Pusat Perbelanjaan Gresik berharap pemerintah menambah jam operasional mall satu jam lebih lama. Alasan mereka cukup wajar lantaran saat ini Gresik berada di zona oranye dengan dan turun level dari PPKM level IV ke level III.

Direktur Sales dan Marketing Dharma Graha Utama, Ika Putri Widyaningtyas menuturkan, saat ini pengusaha mall di Gresik sedang berjuang agar bisa bertahan ditengah Pandemi Covid 19. Sebab, beban operasional yang harus ditanggung setiap bulannya sudah menyentuh angka miliaran rupiah. Ika khawatir jika kondisi ini berlangsung hingga akhir tahun, pengusaha mall di Gresik akan menutup opersaionalnya. “Pemerintah harus menyiapkan strategi jitu untuk menopang industri pusat perbelanjaan tidak hanya di Gresik namun seluruh Indonesia. Saat ini banyak pengusaha yang sudah dalam kategori mengkhawatirkan,” ujarnya.

Dikatakan, dukungan regulasi maupun kebijakan dari pemerintah daerah yang bersifat lokal dibutuhkan para pengusaha mall. Salah satunya adanya kelonggaran jam operasional dari yang semula sampai pukul 20.00 WIB ditambah satu jam hingga pukul 21.00 WIB.

-

“Karakter masyarakat Gresik rata-rata ke mall setelah salat Isya atau pukul 19.00. Jika pukul 20.00 tutup rata-rata orang malas ke mall karena waktunya yang terbatas,” imbuhnya.

Ditempat sama, Owner yang juga penasehat Dharma Graha Utama, Asrilia Kurniati berharap dukungan pemerintah daerah tidak hanya pada kelonggaran jam namun pada percepatan vaksinasi di Kabupaten Gresik. Sebab dengan makin cepatnya upaya vaksinasi yang dilakukan pemerintah akan mendorong tingkat okupansi di mall. “Jika pemerintah daerah mengizinkan, kami siap mengfasilitasi kegiatan vaksinasi di mall sebagai upaya dukungan dalam program percepatan vaksinasi dan pemulihan ekonomi nasional,” tegas Asrilia.

Pada bagian lain, General Manager Gressmall, Yudi P Wahyu Rohadi berkomitmen akan taat dan patuh terhadap setiap regulasi pemerintah termasuk aturan masuk mall. “Kami tidak akan mengizinkan pengunjung yang tidak bisa menunjukkan sertifikat vaksin masuk mall,” kata Yudhi.

General Manager Icon Mall Gresik, Alfialdy Baenars mengamini hal tersebut. Dia menegaskan seluruh pengusaha mall akan menjalankan segala teknis regulasi yang dikeluarkan oleh pemerintah daerah. (fir.han)

Most Read

Berita Terbaru

/