alexametrics
27 C
Gresik
Friday, 12 August 2022

Pembangunan Smelter Gresik Ditargetkan Tuntas Akhir 2023

SURABAYA-Mining Industry Indonesia (MIND ID), Holding Industri Pertambangan BUMN makin intensif untuk melakukan proses hilirisasi ekspor tambang di Indonesia. Sebab, dengan begitu akan membuat sektor pertambangan di Indonesia akan lebih bisa lebih kuat penetrasinya di pasar internasional.

“Simpelnya, di sini nikel mentah dijual misal lima rupiah, diolah di sana hingga menjadi barang jadi atau setengah jadi, kemudian kita impor lagi, harganya itu bisa sampai 100 rupiah, padahal resource-nya dari kita, kita hanya hanya dapat lima rupiah saja. Makanya kita investasi membuat pemurnian, smelter, agar hasil tambang bisa menjadi bahan setengah jadi sehingga ada nilai tambah dan kita tidak tergantung pada luar negeri,” ungkap Direktur Hubungan Kelembagaan MIND ID Dany Amrul Ichdan di Surabaya, kemarin.

 

Hal itu pula yang membuat MIND ID

lebih agresif untuk segera menuntaskan proyek smelter di Gresik. Ditargetkan proyek tersebut bisa tuntas pada akhir tahun 2023.

Dia menjelaskan, saat ini progres pembangunannya mencapai 32,5 persen. Sesangkan investasi yang sudah digelontorkan mencapai 900 juta US dolar atau sekitar Rp 13 triliun.

“Hingga bulan Desember ini, diperkirakan ada tambahan investasi Rp 10 triliun atau 50 persen dari pembangunannya,” tambahnya.

 

Untuk pembangunan smelter di Gresik ini, nilai investasi total mencapai 3 miliar US Dolar. Dari ketentuan pemerintah nantinya 98 persen tenaga kerja harus lokal, dan 50 persen tenaga kerja dari Provinsi Jatim.

“Kita perlu dukungan dari DPR RI komisi VI dan VII keberlanjutannya operasi tambang Freeport sesuai dengan life off mine plan Freeport setelah tahun 2041. Life off mine plan Freeport tahun 2041 kan sudah selesai, nah ini bagaimana sementara cadangannaya masih besar dan akan bisa dioperasikan hingga tahun 2055-2060,” terangnya.

Ini sangat penting, karena proyek ini nantinya akan memberikan nilai tambah ekonomi yang sangat luar biasa bagi Indonesia.

Indonesia, kata Dani, perlu melakukan renegosiasi terhadap self horder agreement dengan Freeport, termasuk dalam hal otonomi atau kemandirian pengelolaan Freeport di tangan anak bangsa.

“Renegosiasi harus secepatnya dilakukan khususnya dalam hal transfer of technology, transfer of knowledge dan dalam hal kemandirian pertambangan kaerna sekarang secara sistem belum sepenuhnya mandiri,” tukasnya. (nin/han)

SURABAYA-Mining Industry Indonesia (MIND ID), Holding Industri Pertambangan BUMN makin intensif untuk melakukan proses hilirisasi ekspor tambang di Indonesia. Sebab, dengan begitu akan membuat sektor pertambangan di Indonesia akan lebih bisa lebih kuat penetrasinya di pasar internasional.

“Simpelnya, di sini nikel mentah dijual misal lima rupiah, diolah di sana hingga menjadi barang jadi atau setengah jadi, kemudian kita impor lagi, harganya itu bisa sampai 100 rupiah, padahal resource-nya dari kita, kita hanya hanya dapat lima rupiah saja. Makanya kita investasi membuat pemurnian, smelter, agar hasil tambang bisa menjadi bahan setengah jadi sehingga ada nilai tambah dan kita tidak tergantung pada luar negeri,” ungkap Direktur Hubungan Kelembagaan MIND ID Dany Amrul Ichdan di Surabaya, kemarin.

 

-

Hal itu pula yang membuat MIND ID

lebih agresif untuk segera menuntaskan proyek smelter di Gresik. Ditargetkan proyek tersebut bisa tuntas pada akhir tahun 2023.

Dia menjelaskan, saat ini progres pembangunannya mencapai 32,5 persen. Sesangkan investasi yang sudah digelontorkan mencapai 900 juta US dolar atau sekitar Rp 13 triliun.

“Hingga bulan Desember ini, diperkirakan ada tambahan investasi Rp 10 triliun atau 50 persen dari pembangunannya,” tambahnya.

 

Untuk pembangunan smelter di Gresik ini, nilai investasi total mencapai 3 miliar US Dolar. Dari ketentuan pemerintah nantinya 98 persen tenaga kerja harus lokal, dan 50 persen tenaga kerja dari Provinsi Jatim.

“Kita perlu dukungan dari DPR RI komisi VI dan VII keberlanjutannya operasi tambang Freeport sesuai dengan life off mine plan Freeport setelah tahun 2041. Life off mine plan Freeport tahun 2041 kan sudah selesai, nah ini bagaimana sementara cadangannaya masih besar dan akan bisa dioperasikan hingga tahun 2055-2060,” terangnya.

Ini sangat penting, karena proyek ini nantinya akan memberikan nilai tambah ekonomi yang sangat luar biasa bagi Indonesia.

Indonesia, kata Dani, perlu melakukan renegosiasi terhadap self horder agreement dengan Freeport, termasuk dalam hal otonomi atau kemandirian pengelolaan Freeport di tangan anak bangsa.

“Renegosiasi harus secepatnya dilakukan khususnya dalam hal transfer of technology, transfer of knowledge dan dalam hal kemandirian pertambangan kaerna sekarang secara sistem belum sepenuhnya mandiri,” tukasnya. (nin/han)

Most Read

Berita Terbaru

/