THReshold Gresik, Komunitas Lintas Profesi yang Jadi Wadah Networking Gratis

RADAR GRESIK – Komunitas tHReshold menggelar acara "Morning Coffee: Networking & Halal Bihalal" di Fuku Coffee Lab, Gresik, pada Minggu (12/4).
Mengusung konsep santai, acara ini menjadi wadah terbuka bagi siapa saja yang ingin membangun koneksi sekaligus membuka pintu bagi potensi kolaborasi profesional dari berbagai kalangan untuk memperluas jaringan, bertukar pengalaman dan solusi serta mempererat silaturahmi di tengah dinamika dunia kerja saat ini.
Retno Pratiwi, pendiri sekaligus penggerak komunitas tHReshold di Kabupaten Gresik, menceritakan bahwa komunitas ini lahir dari keresahan akan kurangnya wadah diskusi bagi para praktisi HR muda di Gresik.
“Awal mulanya berawal dari saya dan teman yang sama-sama di HRD. Kami merasa di Surabaya sudah ada komunitas serupa, namun levelnya lebih ke senior. Akhirnya kami coba iseng bikin di Gresik, ternyata antusiasmenya luar biasa," ungkap Retno.
Tak disangka, minat yang awalnya hanya datang dari kalangan HRD, kini meluas hingga mencakup berbagai latar belakang pekerjaan, seperti Quality Management System (QMS), Quality Assurance (QA), bagian produksi, hingga para pemilik bisnis (business owner) dan Marketing. Nama "tHReshold" sendiri dipilih bukan tanpa alasan. Retno menjelaskan bahwa nama tersebut memiliki makna filosofis yang dalam.
"THReshold itu artinya ambang batas, dan di tengahnya ada kata 'HR'. Kenapa diambil itu? Karena filosofinya adalah break the wall. Kita tidak mau terkungkung di satu kotak saja. Dengan berbagi pengalaman dengan industri lain, kita bisa mendapatkan perspektif baru yang sangat berharga," tambahnya.
Baca Juga: Gresik Menuju Kabupaten Pangan Aman, Bupati Yani Dorong BBPOM Buka Klinik Izin Edar di MPP
Hingga saat ini, komunitas tHReshold telah merambah ke berbagai kota seperti Surabaya, Sidoarjo, Yogyakarta, hingga Malang dengan karakteristik anggota yang beragam. Menariknya, seluruh kegiatan di komunitas ini sepenuhnya gratis tanpa dipungut biaya sepeser pun. Retno menegaskan bahwa ia berkomitmen menjaga agar komunitas ini tetap menjadi ruang yang inklusif tanpa komersialisasi.
"Memang saya merintis ini agar teman-teman yang biasanya hanya berinteraksi secara online bisa bertemu secara offline. Tidak ada niat menarik keuntungan sepeser pun. Saya tidak ingin komunitas ini dijadikan target pemasaran yang merugikan anggota," tegas Retno.
Dalam acara tersebut, turut hadir Wilson Huang yang merupakan Junior Trainer dari Business Wisdom Institute yang memperkenalkan Kartu Alpha smart sebagai perangkat inovatif untuk menunjang proses pelatihan, coaching, hingga refleksi diri.



