alexametrics
29 C
Gresik
Wednesday, 18 May 2022

Bupati Dukung Optimalisasi Layanan Program Jaminan Sosial

GRESIK – Pemerintah Kabupaten Gresik mendukung penuh optimalisasi program jaminan sosial BP Jamsostek. Komitmen itu ditegaskan Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani disela-sela kegiatan pemberian jaminan sosial pada peserta BP Jamsostek di Ruang Graita Eka Praja Kantor Bupati Gresik, kemarin.

Pada kesempatan itu, Bupati yang akrab disapa Gus Yani itu menegaskan pihaknya mendukung program jaminan sosial BP Jamsostek di Gresik karena sudah banyak dirasakan manfaatnya oleh para peserta dalam hal ini masyarakat Kabupaten Gresik. Bahkan, dalam berbagai kesempatan pihaknya juga terus mengsosialisasikan pentingnya menjadi peserta jaminan sosial.

“Program jaminan sosial BP Jamsostek terus kami dorong agar semakin banyak diikuti oleh masyarakat. Bahkan, jika perlu kita akan kolaborasi bersama bagaimana program ini bisa berjalan beriringan dengan program kesejahteraan masyarakat di Gresik,” kata Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani disela-sela kegiatan penyerahan klaim BP Jamsostek di Kantornya, kemarin.

Mantan Ketua DPRD Gresik itu mengungkapkan, Pemkab Gresik juga  telah membentuk Tim Optimalisasi Pelaksanaan Inpres Nomor 2 Tahun 2021 tentang Optimalisasi Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan. Hal ini menjadi wujud kongkrit pemerintah daerah hadir untuk masyarakat.

“Seluruh tenaga kerja honorer yang bertugas di lingkungan Pemkab Gresik sepenuhnya sudah menjadi peserta BP Jamsostek. Bahkan guru di wilayah Gresik utara dan selatan juga telah banyak yang tercover. Harapan kami program jaminan sosial BP Jamsostek semakin luas cakupannya dan disambut oleh masyarakat,” tandasnya.

Ditempat yang sama, Deputi Direktur Wilayah BP Jamsostek Jawa Timur, Deni Yusyulian mengapresiasi wujud dukungan Pemkab Gresik selama ini. Salah satunya melalui kegiatan sosialisasi terkait manfaat menjadi peserta BP Jamsostek diberbagai agenda kedinasan.

“Kami melihat dukungan Pemkab Gresik selama ini cukup besar. Salah satunya pak Bupati ingin setiap kegiatan Safari Ramadan ada penyerahan klaim. Bagi kami hal ini sangat bermanfaat karena akan memberikan dampak langsung sekaligus menunjukkan bahwa program BP Jamsostek menjadi kebutuhan masyarakat,” kata Deny.

Pada bagian lain, Kepala Cabang BP Jamsostek Gresik, Ahmad Fauzi Usman menyebut potensi kepesertaan BP Jamsostek yang berlum tergarap di Gresik cukup besar. Dia mencontohkan dari jumlah 500 ribu angkatan kerja di Gresik saat ini yang terdaftar menjadi peserta BP Jamsostek masih mencapai 100 ribu orang. (*/han)

“Adanya Inpres yang kemudian rencananya akan ditindaklanjuti lewat Peraturan Bupati (Perbub) ini tentu akan mendorong jumlah masyarakat yang mendaftarkan diri menjadi peserta BP Jamsostek di Gresik,” tutur Fauzi.

Sementara itu, pada kegiatan tersebut juga diserahkan santunan kepada 3 ahli waris peserta BP Jamsostek yang meninggal dunia. Antaralain, ahli waris keluarga Ansari pegawai honorer Pemerintah Desa Sungai Rujing Bawean berupa Jaminan Kematian (JKM) senilai Rp 24 juta, Jaminan Hari Tua (JHT) Rp 2,6 juta dan Jaminan Pensiun (JP) Rp 356 ribu perbulan.  Ahli waris keluarga Deny Resty Wulandari yang meninggal dunia akibat kecelakaan berupa Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) Rp 70 juta. Dan ahli waris keluarga Midiatmoko klaim JKK senilai Rp 226 juta. (fir/han)

GRESIK – Pemerintah Kabupaten Gresik mendukung penuh optimalisasi program jaminan sosial BP Jamsostek. Komitmen itu ditegaskan Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani disela-sela kegiatan pemberian jaminan sosial pada peserta BP Jamsostek di Ruang Graita Eka Praja Kantor Bupati Gresik, kemarin.

Pada kesempatan itu, Bupati yang akrab disapa Gus Yani itu menegaskan pihaknya mendukung program jaminan sosial BP Jamsostek di Gresik karena sudah banyak dirasakan manfaatnya oleh para peserta dalam hal ini masyarakat Kabupaten Gresik. Bahkan, dalam berbagai kesempatan pihaknya juga terus mengsosialisasikan pentingnya menjadi peserta jaminan sosial.

“Program jaminan sosial BP Jamsostek terus kami dorong agar semakin banyak diikuti oleh masyarakat. Bahkan, jika perlu kita akan kolaborasi bersama bagaimana program ini bisa berjalan beriringan dengan program kesejahteraan masyarakat di Gresik,” kata Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani disela-sela kegiatan penyerahan klaim BP Jamsostek di Kantornya, kemarin.

-

Mantan Ketua DPRD Gresik itu mengungkapkan, Pemkab Gresik juga  telah membentuk Tim Optimalisasi Pelaksanaan Inpres Nomor 2 Tahun 2021 tentang Optimalisasi Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan. Hal ini menjadi wujud kongkrit pemerintah daerah hadir untuk masyarakat.

“Seluruh tenaga kerja honorer yang bertugas di lingkungan Pemkab Gresik sepenuhnya sudah menjadi peserta BP Jamsostek. Bahkan guru di wilayah Gresik utara dan selatan juga telah banyak yang tercover. Harapan kami program jaminan sosial BP Jamsostek semakin luas cakupannya dan disambut oleh masyarakat,” tandasnya.

Ditempat yang sama, Deputi Direktur Wilayah BP Jamsostek Jawa Timur, Deni Yusyulian mengapresiasi wujud dukungan Pemkab Gresik selama ini. Salah satunya melalui kegiatan sosialisasi terkait manfaat menjadi peserta BP Jamsostek diberbagai agenda kedinasan.

“Kami melihat dukungan Pemkab Gresik selama ini cukup besar. Salah satunya pak Bupati ingin setiap kegiatan Safari Ramadan ada penyerahan klaim. Bagi kami hal ini sangat bermanfaat karena akan memberikan dampak langsung sekaligus menunjukkan bahwa program BP Jamsostek menjadi kebutuhan masyarakat,” kata Deny.

Pada bagian lain, Kepala Cabang BP Jamsostek Gresik, Ahmad Fauzi Usman menyebut potensi kepesertaan BP Jamsostek yang berlum tergarap di Gresik cukup besar. Dia mencontohkan dari jumlah 500 ribu angkatan kerja di Gresik saat ini yang terdaftar menjadi peserta BP Jamsostek masih mencapai 100 ribu orang. (*/han)

“Adanya Inpres yang kemudian rencananya akan ditindaklanjuti lewat Peraturan Bupati (Perbub) ini tentu akan mendorong jumlah masyarakat yang mendaftarkan diri menjadi peserta BP Jamsostek di Gresik,” tutur Fauzi.

Sementara itu, pada kegiatan tersebut juga diserahkan santunan kepada 3 ahli waris peserta BP Jamsostek yang meninggal dunia. Antaralain, ahli waris keluarga Ansari pegawai honorer Pemerintah Desa Sungai Rujing Bawean berupa Jaminan Kematian (JKM) senilai Rp 24 juta, Jaminan Hari Tua (JHT) Rp 2,6 juta dan Jaminan Pensiun (JP) Rp 356 ribu perbulan.  Ahli waris keluarga Deny Resty Wulandari yang meninggal dunia akibat kecelakaan berupa Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) Rp 70 juta. Dan ahli waris keluarga Midiatmoko klaim JKK senilai Rp 226 juta. (fir/han)

Most Read

Berita Terbaru

/