27 C
Gresik
Sunday, 27 November 2022

Tren Produksi Gas Jabanusa Mengalami Peningkatan

GRESIK – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Jawa, Bali dan Nusa Tenggara (Jabanusa) menyatakan banyak tantangan yang dihadapi terkait transisi energi.

Kepala Perwakilan SKK Migas Jabanusa, Nurwahidi mengatakan industri hulu migas akan menghadapi tantangan terkait transisi energi dan identik dengan produksi karbon dioksida untuk diubah menjadi energi yang lebih bersih.

“Ini bukan sebagai ancaman bagi masyarakat sebetulnya, melainkan tantangan bersama,” ujar Nur kepada Radar Gresik, kemarin.

Dirinya juga menambahkan bahwa tren produksi gas di wilayah Jabanusa mengalami peningkatan sangat signifikan yang berasal dari Lapangan JTB milik PT Pertamina EP Cepu dan Lapangan MDA-MBH milik Husky – CNOOC Madura Limited.

Baca Juga : PLN Gresik Dukung Pengembangan Bank Sampah Mentari Desa Prupuh

“Ini sangat membantu upaya pemenuhan kebutuhan gas di Jawa Timur yang selama dua tahun kebelakang belum bisa terpenuhi. Dari dua lapangan tersebut, akan ada tambahan sekitar 400 MMSCFD,” tegas Nur.

Sementara itu, Kepala Departemen Humas SKK Migas Jabanusa Indra Zulkarnain menyampaikan, adanya wacana zero emisi memicu perusahaan migas internasional untuk berinvestasi di bidang energi terbarukan. “Industri hulu migas mendukung penurunan emisi karbon, salah satunya dengan melakukan penanaman pohon,” tutur dia.  (fir/han)

GRESIK – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Jawa, Bali dan Nusa Tenggara (Jabanusa) menyatakan banyak tantangan yang dihadapi terkait transisi energi.

Kepala Perwakilan SKK Migas Jabanusa, Nurwahidi mengatakan industri hulu migas akan menghadapi tantangan terkait transisi energi dan identik dengan produksi karbon dioksida untuk diubah menjadi energi yang lebih bersih.

“Ini bukan sebagai ancaman bagi masyarakat sebetulnya, melainkan tantangan bersama,” ujar Nur kepada Radar Gresik, kemarin.

-

Dirinya juga menambahkan bahwa tren produksi gas di wilayah Jabanusa mengalami peningkatan sangat signifikan yang berasal dari Lapangan JTB milik PT Pertamina EP Cepu dan Lapangan MDA-MBH milik Husky – CNOOC Madura Limited.

Baca Juga : PLN Gresik Dukung Pengembangan Bank Sampah Mentari Desa Prupuh

“Ini sangat membantu upaya pemenuhan kebutuhan gas di Jawa Timur yang selama dua tahun kebelakang belum bisa terpenuhi. Dari dua lapangan tersebut, akan ada tambahan sekitar 400 MMSCFD,” tegas Nur.

Sementara itu, Kepala Departemen Humas SKK Migas Jabanusa Indra Zulkarnain menyampaikan, adanya wacana zero emisi memicu perusahaan migas internasional untuk berinvestasi di bidang energi terbarukan. “Industri hulu migas mendukung penurunan emisi karbon, salah satunya dengan melakukan penanaman pohon,” tutur dia.  (fir/han)

Most Read

Berita Terbaru

/