alexametrics
25 C
Gresik
Saturday, 28 May 2022

Sepi Order Selama Pandemi, Pengusaha Konveksi Menjerit

GRESIK – Momen Kemerdekaan seharusnya menjadi berkah bagi pengusaha konveksi sablon. Namun, tahun ini justru mengenaskan. Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 yang terus diperpanjang membuat puluhan pengusaha gulung tikar.

Salah satu pengusaha konveksi sablon, Rojer Miel mengatakan, dampak pandemi sangat dirasakan pengusaha konveksi di Jatim. “Agustus biasanya banyak order, namun tahun ini sedikit, bahkan beberapa pengusaha mengaku tidak ada pesanan,” kata  Rojer. Pria asal Desa Masangan Barat, Kecamatan Bungah Gresik bahkan harus mengurangi karyawannya.  “Dulu ada empat karyawan, sekarang tinggal dua, itupun kadang mereka libur karena tidak ada pesanan,” kata Rojer.

Salah satu karyawan, Hani Budi Santoso mengaku, bisnis konveksi bisa menghasilkan Rp 10 juta per bulan. Tingginya permintaan konveksi bukan hanya dari dalam negeri, tapi juga luar seperti Malaysia, Singapura dan lain sebagainya. “Jangankan Rp 10 juta, dapat Rp 4 juta bersyukur sekali. Malah sekarang tidak ada,” kata Hani.   (jar/han)

GRESIK – Momen Kemerdekaan seharusnya menjadi berkah bagi pengusaha konveksi sablon. Namun, tahun ini justru mengenaskan. Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 yang terus diperpanjang membuat puluhan pengusaha gulung tikar.

Salah satu pengusaha konveksi sablon, Rojer Miel mengatakan, dampak pandemi sangat dirasakan pengusaha konveksi di Jatim. “Agustus biasanya banyak order, namun tahun ini sedikit, bahkan beberapa pengusaha mengaku tidak ada pesanan,” kata  Rojer. Pria asal Desa Masangan Barat, Kecamatan Bungah Gresik bahkan harus mengurangi karyawannya.  “Dulu ada empat karyawan, sekarang tinggal dua, itupun kadang mereka libur karena tidak ada pesanan,” kata Rojer.

Salah satu karyawan, Hani Budi Santoso mengaku, bisnis konveksi bisa menghasilkan Rp 10 juta per bulan. Tingginya permintaan konveksi bukan hanya dari dalam negeri, tapi juga luar seperti Malaysia, Singapura dan lain sebagainya. “Jangankan Rp 10 juta, dapat Rp 4 juta bersyukur sekali. Malah sekarang tidak ada,” kata Hani.   (jar/han)

Most Read

Berita Terbaru

/