alexametrics
31 C
Gresik
Tuesday, 5 July 2022

Bea Cukai Berhasil Penuhi Target Pendapatan

GRESIK– Kinerja Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KPPBC) Kabupaten Gresik patut diacungi jempol. Bagaimana tidak, meskipun dalam masa pandemi Covid-19 mereka tetap berhasil memenuhi target penerimaan tahun 2020. Nominalnya sebesar Rp 973,5 miliar atau 104,22 persen dari target.

Kepala Bea Cukai Gresik, Bier Budi Kismuljanto mengatakan, realisasi penerimaan pajak tahun 2020 melampaui realisasi penerimaan pajak tahun 2019 lalu.

Dia mencatat, pada tahun lalu pajak yang berhasil dihimpun hanya mencapai Rp 689 miliar. “Ada pertumbuhan penerimaan sekitar Rp 200 miliar lebih,” kata Bier Budi 0Kismuljanto dikantornya kemarin.

Dia merincikan, penerimaan pajak tersebut berasal dari sektor cukai sebesar Rp 749 miliar, bea keluar (ekspor) Rp 29,9 miliar. mSementara itu, dari sisi bea masuk (impor) pihaknya berhasil mencatat penerimaan pajak sebesar Rp 194,5 miliar jumlah ini hampir dua kali lipat dari realisasi penerimaan tahun 2019 yang jumlahnya menca0pai Rp 88,5 miliar.

“Untuk bea keluar, kontribusi terbesar dari komoditi sawit sedangkan bea masuk didominasi barang dari Gula,” imbuhnya.

Bier mengaku pihaknya bersyukur karena ditengah pandemi seperti saat ini masih bisa merealisasikan target penerimaan.

“Banyak industri yang mencari pasar alternatif ke luar negeri ditengah sulitnya pemasaran domestik sehingga mendorong aktivitas ekapor,” pungkasnya. (fir/rof)

GRESIK– Kinerja Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KPPBC) Kabupaten Gresik patut diacungi jempol. Bagaimana tidak, meskipun dalam masa pandemi Covid-19 mereka tetap berhasil memenuhi target penerimaan tahun 2020. Nominalnya sebesar Rp 973,5 miliar atau 104,22 persen dari target.

Kepala Bea Cukai Gresik, Bier Budi Kismuljanto mengatakan, realisasi penerimaan pajak tahun 2020 melampaui realisasi penerimaan pajak tahun 2019 lalu.

Dia mencatat, pada tahun lalu pajak yang berhasil dihimpun hanya mencapai Rp 689 miliar. “Ada pertumbuhan penerimaan sekitar Rp 200 miliar lebih,” kata Bier Budi 0Kismuljanto dikantornya kemarin.

-

Dia merincikan, penerimaan pajak tersebut berasal dari sektor cukai sebesar Rp 749 miliar, bea keluar (ekspor) Rp 29,9 miliar. mSementara itu, dari sisi bea masuk (impor) pihaknya berhasil mencatat penerimaan pajak sebesar Rp 194,5 miliar jumlah ini hampir dua kali lipat dari realisasi penerimaan tahun 2019 yang jumlahnya menca0pai Rp 88,5 miliar.

“Untuk bea keluar, kontribusi terbesar dari komoditi sawit sedangkan bea masuk didominasi barang dari Gula,” imbuhnya.

Bier mengaku pihaknya bersyukur karena ditengah pandemi seperti saat ini masih bisa merealisasikan target penerimaan.

“Banyak industri yang mencari pasar alternatif ke luar negeri ditengah sulitnya pemasaran domestik sehingga mendorong aktivitas ekapor,” pungkasnya. (fir/rof)

Most Read

Berita Terbaru

/