alexametrics
28 C
Gresik
Tuesday, 5 July 2022

Pelaku Usaha Minta Warga Gresik Tingkatkan Skill

GRESIK– Pengusaha di Kabupaten Gresik meminta warga kota wali untuk terus meningkatkan skill dan kemampuan. Sebab, saat ini industri di Gresik telah memasuki era 4.0 dimana perusahaan yang berdiri akan lebih banyak ke padat modal ketimbang padat karya.

 

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jawa Timur, Edy Wijanarko mengatakan pada industri era 4.0 pelaku usaha akan melakukan optimalisasi industrinya dengan berinvestasi ke peralatan canggih atau robot ketimbang harus mempekerjakan tenaga manusia. Hal ini tentu akan membuat lapangan pekerjaan di Gresik semakin kompetitif.

 

“Untuk itu kami sebagai pemberi kerja berharap agar SDM masyarakat Gresik terus disiapkan. Bisa melalui peningkatkan skil lewat pelatihan maupun kompetensi pendidikan,” kata Edy disela-sela rapat kerja Apindo Gresik, kemarin.

 

Edy melihat lapangan pekerjaan yang selama ini tersedia di Gresik banyak dimanfaatkan oleh warga dari luar Gresik. Padahal jika merujuk grafik angkatan kerja di kota wali masih tinggi. Tentu saja hal ini harus menjadi perhatian pemerintah daerah. Sebab, jangan sampai warga lokal kalah di kotanya sendiri.

 

“Apindo bersama pemerintah daerah siap bergerak bersama dalam meningkatkan SDM di Gresik. Mari kita ciptakan sebuah inkubasi yang berorientasi pada kemandiria,” imbuhnya.

 

Hal yang senada, Ketua Kadin Jatim, Adiek Dwi Putranto mengatakan, era baru era industri 4.0 yang ditunjukkan dengan percepatan konektifitas, informasi dan otorisasi di industri karena kemajuan teknologi. Namun percepatan peralatan otomasi dan digitalisasi memiliki risiko untuk menggantikan tenaga kerja manual yang mengakibatkan hilangnya pekerjaan manusia. Untuk itu pihaknya mendukung perbaikan Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia. Jika hal tersebut tidak dilakukan, maka bisa dipastikan angka pengangguran akan terus bertambah besar.

 

“Jika kita tidak dapat mengiringi perkembangan teknologi tersebut, terdapat ancaman peningkatan jumlah pengangguran yang mengakibatkan peningkatan angka kemiskinan dan krisis sosial,” ujarnya.

 

Dan untuk merealisasikan program penguatan pendidikan vokasi di Indonesia, pemerintah telah membentuk Tim Koordinasi Revitalisasi Pendidikan Vokasi yang tertuang dalam Perpres nomor 68/2022 tentang revitalisasi pendidikan dan pelatihan vokasi.

 

“Kadin sebagai wadah yang merepresentasikan seluruh pengusaha akan terus berkomitmen membantu pemerintah bangun sistem pendidikan vokasi yang lebih terintegrasi dan lebih berorientasi pada kebutuhan dunia industri. Sehingga nantinya pendidikan vokasi memiliki daya konversi yang tinggi dari pelajar ke tenaga kerja produktif yang menunjukkan lulusan vokasi dapat terserap dunia usaha dan industri,” imbuhnya.

 

Menanggapi hal itu, Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani mengakui jika saat ini angka pengangguran Gresik masih tinggi yakni sekitar 56.187 orang atau sekitar 8 persen dari jumlah penduduk. Namun Bupati Yani mengklaim jika TPT di Gresik turun selama dia menjabat.

 

“Selama kurun waktu satu tahun terakhir pemerintah daerah bisa menurunkan TPT hingga 21 persen. Ini menjadi bentuk konkrit bahwa selama ini Pemkab tidak diam dalam mengatasi pengangguran di Gresik,” tegas Bupati.

 

Bupati Yani mengapresiasi kolaborasi Kadin dan Apindo di Gresik untuk mendirikan rumah vokasi. Menurutnya gebrakan ini merupakan langkah cerdas dalam mengurangi angka pengangguran di Gresik. Sebagai contoh warga Gresik yang saat ini menganggur dan ingin menjadi buruh maka bisa mengikuti pelatihan vokasi yang diselenggarakan oleh Apindo. Namun bagi masyarakat yang ingin mengembangkan skil enterprenuer maka bisa mengikuti pelatihan vokasi oleh Kadin Gresik.

 

“Kolaborasi Apindo dan Kadin ini merupakan langkah cerdas dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat khususnya para pemuda untuk mendapatkan pekerjaan, ” tandasnya.

 

Dalam acara yang sama bupati juga meminta komitmen para pelaku usaha di Gresik. Salah satunya untuk memberikan prioritas kepada warga lokal yang sedang mencari pekerjaan. Serta memberikan peluang pengadaan barang dan jasa yang ada di perusahaan tersebut.

 

“Kami juga mendorong universitas agar membuka jurusan vokasi dan menyiapkan mahasiswa yang siap kerja. Nah, industri inilah yang akan menjadi laboratoriumnya,” tandasnya. (fir)

GRESIK– Pengusaha di Kabupaten Gresik meminta warga kota wali untuk terus meningkatkan skill dan kemampuan. Sebab, saat ini industri di Gresik telah memasuki era 4.0 dimana perusahaan yang berdiri akan lebih banyak ke padat modal ketimbang padat karya.

 

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jawa Timur, Edy Wijanarko mengatakan pada industri era 4.0 pelaku usaha akan melakukan optimalisasi industrinya dengan berinvestasi ke peralatan canggih atau robot ketimbang harus mempekerjakan tenaga manusia. Hal ini tentu akan membuat lapangan pekerjaan di Gresik semakin kompetitif.

-

 

“Untuk itu kami sebagai pemberi kerja berharap agar SDM masyarakat Gresik terus disiapkan. Bisa melalui peningkatkan skil lewat pelatihan maupun kompetensi pendidikan,” kata Edy disela-sela rapat kerja Apindo Gresik, kemarin.

 

Edy melihat lapangan pekerjaan yang selama ini tersedia di Gresik banyak dimanfaatkan oleh warga dari luar Gresik. Padahal jika merujuk grafik angkatan kerja di kota wali masih tinggi. Tentu saja hal ini harus menjadi perhatian pemerintah daerah. Sebab, jangan sampai warga lokal kalah di kotanya sendiri.

 

“Apindo bersama pemerintah daerah siap bergerak bersama dalam meningkatkan SDM di Gresik. Mari kita ciptakan sebuah inkubasi yang berorientasi pada kemandiria,” imbuhnya.

 

Hal yang senada, Ketua Kadin Jatim, Adiek Dwi Putranto mengatakan, era baru era industri 4.0 yang ditunjukkan dengan percepatan konektifitas, informasi dan otorisasi di industri karena kemajuan teknologi. Namun percepatan peralatan otomasi dan digitalisasi memiliki risiko untuk menggantikan tenaga kerja manual yang mengakibatkan hilangnya pekerjaan manusia. Untuk itu pihaknya mendukung perbaikan Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia. Jika hal tersebut tidak dilakukan, maka bisa dipastikan angka pengangguran akan terus bertambah besar.

 

“Jika kita tidak dapat mengiringi perkembangan teknologi tersebut, terdapat ancaman peningkatan jumlah pengangguran yang mengakibatkan peningkatan angka kemiskinan dan krisis sosial,” ujarnya.

 

Dan untuk merealisasikan program penguatan pendidikan vokasi di Indonesia, pemerintah telah membentuk Tim Koordinasi Revitalisasi Pendidikan Vokasi yang tertuang dalam Perpres nomor 68/2022 tentang revitalisasi pendidikan dan pelatihan vokasi.

 

“Kadin sebagai wadah yang merepresentasikan seluruh pengusaha akan terus berkomitmen membantu pemerintah bangun sistem pendidikan vokasi yang lebih terintegrasi dan lebih berorientasi pada kebutuhan dunia industri. Sehingga nantinya pendidikan vokasi memiliki daya konversi yang tinggi dari pelajar ke tenaga kerja produktif yang menunjukkan lulusan vokasi dapat terserap dunia usaha dan industri,” imbuhnya.

 

Menanggapi hal itu, Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani mengakui jika saat ini angka pengangguran Gresik masih tinggi yakni sekitar 56.187 orang atau sekitar 8 persen dari jumlah penduduk. Namun Bupati Yani mengklaim jika TPT di Gresik turun selama dia menjabat.

 

“Selama kurun waktu satu tahun terakhir pemerintah daerah bisa menurunkan TPT hingga 21 persen. Ini menjadi bentuk konkrit bahwa selama ini Pemkab tidak diam dalam mengatasi pengangguran di Gresik,” tegas Bupati.

 

Bupati Yani mengapresiasi kolaborasi Kadin dan Apindo di Gresik untuk mendirikan rumah vokasi. Menurutnya gebrakan ini merupakan langkah cerdas dalam mengurangi angka pengangguran di Gresik. Sebagai contoh warga Gresik yang saat ini menganggur dan ingin menjadi buruh maka bisa mengikuti pelatihan vokasi yang diselenggarakan oleh Apindo. Namun bagi masyarakat yang ingin mengembangkan skil enterprenuer maka bisa mengikuti pelatihan vokasi oleh Kadin Gresik.

 

“Kolaborasi Apindo dan Kadin ini merupakan langkah cerdas dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat khususnya para pemuda untuk mendapatkan pekerjaan, ” tandasnya.

 

Dalam acara yang sama bupati juga meminta komitmen para pelaku usaha di Gresik. Salah satunya untuk memberikan prioritas kepada warga lokal yang sedang mencari pekerjaan. Serta memberikan peluang pengadaan barang dan jasa yang ada di perusahaan tersebut.

 

“Kami juga mendorong universitas agar membuka jurusan vokasi dan menyiapkan mahasiswa yang siap kerja. Nah, industri inilah yang akan menjadi laboratoriumnya,” tandasnya. (fir)

Most Read

Berita Terbaru

/