alexametrics
24 C
Gresik
Sunday, 14 August 2022

Harga Cabai Meroket, Petani Ungkap Sebab Curah Hujan hingga Pupuk

Wiwik Ambarwati, seorang pedagang sayur di Pasar Baru Gresik mengatakan, awal bulan lalu stok masih tersedia banyak meski harga mulai naik. Namun dua hari belakangan ini stok cabai yang datang mulai menurun.

“Pengiriman dari petani mulai turun, sekarang harganya tembus Rp 100 ribu per kilo,” kata perempuan 38 tahun itu.

Dengan harga yang sangat tinggi itu, dirinya menyebut para pembeli juga mengurangi belanjaannya. Otomatis apabila pembeli berkurang, dikawatirkan stok di lapak tidak habis dan mudah busuk yang membuat pedagang merugi.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perindag (Diskoperindag) Pemkab Gresik Malahatul Farda mengatakan, hasil dari monitoring di tujuh pasar milik pemerintah daerah harga cabai rawit rata-rata Rp 95.714 per kilo. Harga tersebut naik sekitar 43,7 persen dari awal bulan yang masih di harga Rp 66.571 ribu.

Menurutnya, kenaikan bahan pokok yang terjadi belakangan ini tidak hanya dialami oleh cabai rawit.  Komoditas basah lainnya juga terpengaruh seperti bawang merah di harga Rp 53 ribu, cabai merah Rp 70 ribu, hingga tomat Rp 19 ribu.

“Suplai dari petani memang menurun, otomatis membuat harga naik secara perlahan. Jika begini terus, harga kemungkinan masih akan mengalami kenaikan,” kata Fardah. (fir/han)

Wiwik Ambarwati, seorang pedagang sayur di Pasar Baru Gresik mengatakan, awal bulan lalu stok masih tersedia banyak meski harga mulai naik. Namun dua hari belakangan ini stok cabai yang datang mulai menurun.

“Pengiriman dari petani mulai turun, sekarang harganya tembus Rp 100 ribu per kilo,” kata perempuan 38 tahun itu.

Dengan harga yang sangat tinggi itu, dirinya menyebut para pembeli juga mengurangi belanjaannya. Otomatis apabila pembeli berkurang, dikawatirkan stok di lapak tidak habis dan mudah busuk yang membuat pedagang merugi.

-

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perindag (Diskoperindag) Pemkab Gresik Malahatul Farda mengatakan, hasil dari monitoring di tujuh pasar milik pemerintah daerah harga cabai rawit rata-rata Rp 95.714 per kilo. Harga tersebut naik sekitar 43,7 persen dari awal bulan yang masih di harga Rp 66.571 ribu.

Menurutnya, kenaikan bahan pokok yang terjadi belakangan ini tidak hanya dialami oleh cabai rawit.  Komoditas basah lainnya juga terpengaruh seperti bawang merah di harga Rp 53 ribu, cabai merah Rp 70 ribu, hingga tomat Rp 19 ribu.

“Suplai dari petani memang menurun, otomatis membuat harga naik secara perlahan. Jika begini terus, harga kemungkinan masih akan mengalami kenaikan,” kata Fardah. (fir/han)

Most Read

Berita Terbaru

/