alexametrics
32 C
Gresik
Tuesday, 17 May 2022

JIIPE Kedatangan Investor Kakap, Bupati Temui Menko Perekonomian

GRESIK – Bisnis penjualan lahan PT AKR Corpindo Tbk (AKRA) pada tahun ini sepertinya bakal moncer. Pada pertengahan triwulan I/2021 korporasi mencatat penjualan salah satu bidang lahan di  Java Integrated Industrial & Port Estate (JIIPE) di Gresik. Bahkan digadang-gadang pihak yang akan menginjakkan kakinya ke JIIPE merupakan investor kakap.

Direktur AKRA, Suresh Vembu membenarkan ada satu pembeli besar memilih di JIIPE sebagai lokasi usahanya. Tidak tanggung-tanggung investor tersebut berencana membeli lahan seluas 14 hektar.

“Kami belum merinci nilai realisasi penjualan tersebut. Karena kalau harga tergantung dengan negosiasi,” kata Suresh Vembu.  AKRA tahun ini menargetkan penjualan lahan 30 ha-35 ha di kawasan industri tersebut. Artinya, AKRA telah mengamankan sekitar 46 persen dari target penjualan lahan hingga akhir tahun. “Status KEK akan meningkatkan permintaan lahan industri seiring dengan banyaknya insentif dalam kawasan tersebut. Melihat potensi ini, tak menutup kemungkinan penjualan lahan di JIIPE akan melampaui target,” tuturnya.

Sementara itu berdasarkan catatan, KEK JIIPE diproyeksi mampu mendatangkan investasi sekitar 16,9 miliar dolar AS atau setara Rp2 36,6 triliun. Produksi pelaku usaha di JIIPE akan menjadi trigger dan memberikan kontribusi ekspor sebesar 10,1 miliar dolar AS per tahun ketika beroperasi penuh.

Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani ikut mendorong pengembangan Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE), yang telah disetujui sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) pada Februari 2021 untuk menekan angka pengangguran di wilayah setempat. “Tujuan saya cuma satu, ingin ekonomi rakyat Gresik segera pulih, salah satunya dengan akselerasi dan optimalisasi JIIPE. Golnya segera buka lapangan kerja seluas mungkin untuk warga,” kata Fandi Akhmad Yani. Langkah inovatif itu harus dilakukan untuk mendorong pemulihan ekonomi, sebab akibat pandemi COVID-19, Gresik menghadapi sejumlah tantangan, seperti pengangguran dan kemiskinan. Dia merincikan, tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Gresik meningkat pada tahun 2020 menjadi 8,21 persen, jauh di atas rata-rata TPT Jatim sebesar 5,84 persen. “Ketika industri terdampak pandemi baik secara pasar maupun operasional, pasti ada layoff. Maka saya ikhtiar cepat cari solusi untuk pulihkan ekonomi warga,” terangnya.

Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani ikut mendorong pengembangan Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE), yang telah disetujui sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) pada Februari 2021 untuk menekan angka pengangguran di wilayah setempat.

“Tujuan saya cuma satu, ingin ekonomi rakyat Gresik segera pulih, salah satunya dengan akselerasi dan optimalisasi JIIPE. Golnya segera buka lapangan kerja seluas mungkin untuk warga,” kata Fandi Akhmad Yani. Langkah inovatif itu harus dilakukan untuk mendorong pemulihan ekonomi, sebab akibat pandemi COVID-19, Gresik menghadapi sejumlah tantangan, seperti pengangguran dan kemiskinan. Dia merincikan, tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Gresik meningkat pada tahun 2020 menjadi 8,21 persen, jauh di atas rata-rata TPT Jatim sebesar 5,84 persen. “Ketika industri terdampak pandemi baik secara pasar maupun operasional, pasti ada layoff. Maka saya ikhtiar cepat cari solusi untuk pulihkan ekonomi warga,” terangnya.

Ia berharap, dengan akselerasi dan optimalisasi KEK JIIPE akan banyak lapangan kerja baru tercipta, sebab berdasarkan kajian, saat beroperasi penuh serapan tenaga kerja di KEK JIIPE mencapai hampir 200.000 orang.

Direktur AKRA, Suresh Vembu membenarkan ada satu pembeli besar memilih di JIIPE sebagai lokasi usahanya. Tidak tanggung-tanggung investor tersebut berencana membeli lahan seluas 14 hektar.

“Kami belum merinci nilai realisasi penjualan tersebut. Karena kalau harga tergantung dengan negosiasi,” kata Suresh Vembu.  AKRA tahun ini menargetkan penjualan lahan 30 ha-35 ha di kawasan industri tersebut. Artinya, AKRA telah mengamankan sekitar 46 persen dari target penjualan lahan hingga akhir tahun. “Status KEK akan meningkatkan permintaan lahan industri seiring dengan banyaknya insentif dalam kawasan tersebut. Melihat potensi ini, tak menutup kemungkinan penjualan lahan di JIIPE akan melampaui target,” tuturnya.

Sementara itu berdasarkan catatan, KEK JIIPE diproyeksi mampu mendatangkan investasi sekitar 16,9 miliar dolar AS atau setara Rp2 36,6 triliun. Produksi pelaku usaha di JIIPE akan menjadi trigger dan memberikan kontribusi ekspor sebesar 10,1 miliar dolar AS per tahun ketika beroperasi penuh. (fir)

GRESIK – Bisnis penjualan lahan PT AKR Corpindo Tbk (AKRA) pada tahun ini sepertinya bakal moncer. Pada pertengahan triwulan I/2021 korporasi mencatat penjualan salah satu bidang lahan di  Java Integrated Industrial & Port Estate (JIIPE) di Gresik. Bahkan digadang-gadang pihak yang akan menginjakkan kakinya ke JIIPE merupakan investor kakap.

Direktur AKRA, Suresh Vembu membenarkan ada satu pembeli besar memilih di JIIPE sebagai lokasi usahanya. Tidak tanggung-tanggung investor tersebut berencana membeli lahan seluas 14 hektar.

“Kami belum merinci nilai realisasi penjualan tersebut. Karena kalau harga tergantung dengan negosiasi,” kata Suresh Vembu.  AKRA tahun ini menargetkan penjualan lahan 30 ha-35 ha di kawasan industri tersebut. Artinya, AKRA telah mengamankan sekitar 46 persen dari target penjualan lahan hingga akhir tahun. “Status KEK akan meningkatkan permintaan lahan industri seiring dengan banyaknya insentif dalam kawasan tersebut. Melihat potensi ini, tak menutup kemungkinan penjualan lahan di JIIPE akan melampaui target,” tuturnya.

-

Sementara itu berdasarkan catatan, KEK JIIPE diproyeksi mampu mendatangkan investasi sekitar 16,9 miliar dolar AS atau setara Rp2 36,6 triliun. Produksi pelaku usaha di JIIPE akan menjadi trigger dan memberikan kontribusi ekspor sebesar 10,1 miliar dolar AS per tahun ketika beroperasi penuh.

Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani ikut mendorong pengembangan Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE), yang telah disetujui sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) pada Februari 2021 untuk menekan angka pengangguran di wilayah setempat. “Tujuan saya cuma satu, ingin ekonomi rakyat Gresik segera pulih, salah satunya dengan akselerasi dan optimalisasi JIIPE. Golnya segera buka lapangan kerja seluas mungkin untuk warga,” kata Fandi Akhmad Yani. Langkah inovatif itu harus dilakukan untuk mendorong pemulihan ekonomi, sebab akibat pandemi COVID-19, Gresik menghadapi sejumlah tantangan, seperti pengangguran dan kemiskinan. Dia merincikan, tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Gresik meningkat pada tahun 2020 menjadi 8,21 persen, jauh di atas rata-rata TPT Jatim sebesar 5,84 persen. “Ketika industri terdampak pandemi baik secara pasar maupun operasional, pasti ada layoff. Maka saya ikhtiar cepat cari solusi untuk pulihkan ekonomi warga,” terangnya.

Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani ikut mendorong pengembangan Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE), yang telah disetujui sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) pada Februari 2021 untuk menekan angka pengangguran di wilayah setempat.

“Tujuan saya cuma satu, ingin ekonomi rakyat Gresik segera pulih, salah satunya dengan akselerasi dan optimalisasi JIIPE. Golnya segera buka lapangan kerja seluas mungkin untuk warga,” kata Fandi Akhmad Yani. Langkah inovatif itu harus dilakukan untuk mendorong pemulihan ekonomi, sebab akibat pandemi COVID-19, Gresik menghadapi sejumlah tantangan, seperti pengangguran dan kemiskinan. Dia merincikan, tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Gresik meningkat pada tahun 2020 menjadi 8,21 persen, jauh di atas rata-rata TPT Jatim sebesar 5,84 persen. “Ketika industri terdampak pandemi baik secara pasar maupun operasional, pasti ada layoff. Maka saya ikhtiar cepat cari solusi untuk pulihkan ekonomi warga,” terangnya.

Ia berharap, dengan akselerasi dan optimalisasi KEK JIIPE akan banyak lapangan kerja baru tercipta, sebab berdasarkan kajian, saat beroperasi penuh serapan tenaga kerja di KEK JIIPE mencapai hampir 200.000 orang.

Direktur AKRA, Suresh Vembu membenarkan ada satu pembeli besar memilih di JIIPE sebagai lokasi usahanya. Tidak tanggung-tanggung investor tersebut berencana membeli lahan seluas 14 hektar.

“Kami belum merinci nilai realisasi penjualan tersebut. Karena kalau harga tergantung dengan negosiasi,” kata Suresh Vembu.  AKRA tahun ini menargetkan penjualan lahan 30 ha-35 ha di kawasan industri tersebut. Artinya, AKRA telah mengamankan sekitar 46 persen dari target penjualan lahan hingga akhir tahun. “Status KEK akan meningkatkan permintaan lahan industri seiring dengan banyaknya insentif dalam kawasan tersebut. Melihat potensi ini, tak menutup kemungkinan penjualan lahan di JIIPE akan melampaui target,” tuturnya.

Sementara itu berdasarkan catatan, KEK JIIPE diproyeksi mampu mendatangkan investasi sekitar 16,9 miliar dolar AS atau setara Rp2 36,6 triliun. Produksi pelaku usaha di JIIPE akan menjadi trigger dan memberikan kontribusi ekspor sebesar 10,1 miliar dolar AS per tahun ketika beroperasi penuh. (fir)

Most Read

Berita Terbaru

/