alexametrics
27 C
Gresik
Thursday, 19 May 2022

Harga Ikan Tidak Stabil, Nelayan Diajari Kembangkan Usaha Mandiri

GRESIK– Harga ikan yang tidak stabil sering kali membuat nelayan merugi. Untuk mengantisipasi hal tersebut, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Jawa Timur mendorong nelayan agar mengembangkan usaha pengolahan hasil perikanan.

Kasi Kenelayanan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Jawa Timur, Hardiono Ismanto mengatakan, para nelayan terus didorong untuk memiliki usaha baru. “Agar mereka mempunyai pendapatan jika sewaktu -waktu ada cuaca buruk dan harga ikan anjlok,”katanya.

Menurut dia, usaha ini sudah membuahkan hasil dibeberapa kabupaten. Sehingga, pihaknya berharap hal ini bisa menular di Gresik. “Jadi kami ke depan, bersama dinas di daerah akan mematangkan potensi apa yang bisa digali. Tadi ada yang menyebut potensi limbah kerang hijau yang dijadikan tepung ikan. Ini upaya ketahanan ekonomi nelayan,”jelasnya.

Sementara itu, Ketua RN Pangkahkulon, Abdul Latif menyambut baik kegiatan ini. Saat ini, perkumpulan istri nelayan juga berupaya untuk meningkatkan kompetensi agar mereka membantu suami mereka. “Kami juga berterima kasih atas terselenggaranya kegiatan ini, semoga bermanfaat bagi anggota kami,”ungkapnya. (jar/rof)

GRESIK– Harga ikan yang tidak stabil sering kali membuat nelayan merugi. Untuk mengantisipasi hal tersebut, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Jawa Timur mendorong nelayan agar mengembangkan usaha pengolahan hasil perikanan.

Kasi Kenelayanan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Jawa Timur, Hardiono Ismanto mengatakan, para nelayan terus didorong untuk memiliki usaha baru. “Agar mereka mempunyai pendapatan jika sewaktu -waktu ada cuaca buruk dan harga ikan anjlok,”katanya.

Menurut dia, usaha ini sudah membuahkan hasil dibeberapa kabupaten. Sehingga, pihaknya berharap hal ini bisa menular di Gresik. “Jadi kami ke depan, bersama dinas di daerah akan mematangkan potensi apa yang bisa digali. Tadi ada yang menyebut potensi limbah kerang hijau yang dijadikan tepung ikan. Ini upaya ketahanan ekonomi nelayan,”jelasnya.

-

Sementara itu, Ketua RN Pangkahkulon, Abdul Latif menyambut baik kegiatan ini. Saat ini, perkumpulan istri nelayan juga berupaya untuk meningkatkan kompetensi agar mereka membantu suami mereka. “Kami juga berterima kasih atas terselenggaranya kegiatan ini, semoga bermanfaat bagi anggota kami,”ungkapnya. (jar/rof)

Most Read

Berita Terbaru

/