alexametrics
27 C
Gresik
Thursday, 19 May 2022

PKK Gresik Berhasil Fasilitasi Produk UMKM Masuk Perhotelan

GRESIK – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Gresik berhasil memfasilitasi Produk Usaha Mikro dan Kecil Menengah (UMKM) Kabupaten Gresik masuk dalam industri perhotelan di Gresik.

Salah satunya dengan menjadikan produk olahan dari limbah plastik menjadi sandal dan tas yang dipasarkan di Hotel Horison dan Aston Inn Gresik Kota Baru (GKB).

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Gresik Nurul Haromaini Ali Akhmad Yani, menuturkan produk UMKM Desa Banjarsari terpilih menjadi 14 besar lomba desa se-Jawa Timur. Satu-satunya wakil Kabupaten Gresik. Nah, BumDes Banjarsari memiliki potensi inovasi yang lain daripada desa yang lain.

“Memanfaatkan olahan sampah lebih maju. Sampah plastik diolah menjadi produk yang digunakan sehari-hari seperti tas dan juga sandal,” ujarnya.

Ning Nurul (sapan akrabnya) ini sempat kaget bahwa tas berasal dari kantong plastik. Padahal perpaduan warna tas tersebut sangat bagus. Oleh sebab itu, ketika suatu desa bisa berinovasi maka tugas dan peran pemerintah memuluskan jalan agar inovasi berkelanjutan.

“Saya berharap inovasi ini bisa didukung teman-teman stakeholder hotel, perusahaan bekerjasama,” imbuhnya.

Asisten I Sekda Gresik sekaligus Plt Kepala Dinas PMD Gresik Suyono mengaku penandatanganan MOU dengan hotel Horison dan Aston Inn merupakan langkah awal. Setelah itu bersama hotel-hotel dan perusahaan lain yang berdiri di Kabupaten Gresik. Ide menawarkan produk UMKM masuk Desa Banjarsari ke Hotel ini merupakan tindak lanjut dari pameran yang diselenggarakan di Surabaya. Saat itu Wakil Gubernur Jatim Emil Dardak memuji kualitas produk sandal dan tas dari olahan limbah plastik layak untuk dipasarkan di hotel.

“Bagaimana caranya terus kita pasarkan. Termasuk menjadikan UMKM Banjarsari sebagai sandal atau alas kaki hotel per kamar dan itu perlu proses. Selain memasarkan juga memakai produk UMKM Banjarsari di kamar hotel,” kata Yono.

General Manager Horison GKB Gresik Dodik Saputro mengaku bangga dengan kualitas produk UMKM Desa Banjarsari. Sebagai bentuk dukungan kerjasama ini juga kepedulian hotel Horison GKB dengan produk UMKM.

“Bangga bisa dipilih jadi partner bisa bersinergi berkomitmen juga memasarkan produk-produk. Nanti juga ada display juga di lobby kita ikut mensukseskan produk UMKM,” terangnya.

Ditempat lain, General Manager Hotel Aston Inn, Paminta atau yang akrab disapa Ipam menyampaikan terima kasih dapat bekerjasama dengan UMKM Kabupaten Gresik.

“Selaku ketua PHRI Kabupaten Gresik ini sebuah inovasi produk akan kami sampaikan dan bekerjasama dengan hotel-hotel lain di Gresik untuk sepakat sama-sama kita kembangkan baik melalui UMKM maupun yang lain,” kata Ipam.

Sementara itu, Kades Banjarsari Agus Suwondo mengapresiasi bentuk dukungan Pemerintah Kabupaten Gresik dalam memajukan produk UMKM. Menurutnya dengan MoU ini ada kontinyuitas terhadap produk yang dihasilkan UMKM desa. (fir/han)

GRESIK – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Gresik berhasil memfasilitasi Produk Usaha Mikro dan Kecil Menengah (UMKM) Kabupaten Gresik masuk dalam industri perhotelan di Gresik.

Salah satunya dengan menjadikan produk olahan dari limbah plastik menjadi sandal dan tas yang dipasarkan di Hotel Horison dan Aston Inn Gresik Kota Baru (GKB).

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Gresik Nurul Haromaini Ali Akhmad Yani, menuturkan produk UMKM Desa Banjarsari terpilih menjadi 14 besar lomba desa se-Jawa Timur. Satu-satunya wakil Kabupaten Gresik. Nah, BumDes Banjarsari memiliki potensi inovasi yang lain daripada desa yang lain.

-

“Memanfaatkan olahan sampah lebih maju. Sampah plastik diolah menjadi produk yang digunakan sehari-hari seperti tas dan juga sandal,” ujarnya.

Ning Nurul (sapan akrabnya) ini sempat kaget bahwa tas berasal dari kantong plastik. Padahal perpaduan warna tas tersebut sangat bagus. Oleh sebab itu, ketika suatu desa bisa berinovasi maka tugas dan peran pemerintah memuluskan jalan agar inovasi berkelanjutan.

“Saya berharap inovasi ini bisa didukung teman-teman stakeholder hotel, perusahaan bekerjasama,” imbuhnya.

Asisten I Sekda Gresik sekaligus Plt Kepala Dinas PMD Gresik Suyono mengaku penandatanganan MOU dengan hotel Horison dan Aston Inn merupakan langkah awal. Setelah itu bersama hotel-hotel dan perusahaan lain yang berdiri di Kabupaten Gresik. Ide menawarkan produk UMKM masuk Desa Banjarsari ke Hotel ini merupakan tindak lanjut dari pameran yang diselenggarakan di Surabaya. Saat itu Wakil Gubernur Jatim Emil Dardak memuji kualitas produk sandal dan tas dari olahan limbah plastik layak untuk dipasarkan di hotel.

“Bagaimana caranya terus kita pasarkan. Termasuk menjadikan UMKM Banjarsari sebagai sandal atau alas kaki hotel per kamar dan itu perlu proses. Selain memasarkan juga memakai produk UMKM Banjarsari di kamar hotel,” kata Yono.

General Manager Horison GKB Gresik Dodik Saputro mengaku bangga dengan kualitas produk UMKM Desa Banjarsari. Sebagai bentuk dukungan kerjasama ini juga kepedulian hotel Horison GKB dengan produk UMKM.

“Bangga bisa dipilih jadi partner bisa bersinergi berkomitmen juga memasarkan produk-produk. Nanti juga ada display juga di lobby kita ikut mensukseskan produk UMKM,” terangnya.

Ditempat lain, General Manager Hotel Aston Inn, Paminta atau yang akrab disapa Ipam menyampaikan terima kasih dapat bekerjasama dengan UMKM Kabupaten Gresik.

“Selaku ketua PHRI Kabupaten Gresik ini sebuah inovasi produk akan kami sampaikan dan bekerjasama dengan hotel-hotel lain di Gresik untuk sepakat sama-sama kita kembangkan baik melalui UMKM maupun yang lain,” kata Ipam.

Sementara itu, Kades Banjarsari Agus Suwondo mengapresiasi bentuk dukungan Pemerintah Kabupaten Gresik dalam memajukan produk UMKM. Menurutnya dengan MoU ini ada kontinyuitas terhadap produk yang dihasilkan UMKM desa. (fir/han)

Most Read

Berita Terbaru

/