alexametrics
27C
Gresik
Wednesday, 24 February 2021
Desktop_AP_Top Banner

Peduli Covid-19, Petrokimia Gresik Gelar Donor Plasma Konvalesen

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

GRESIK – Petrokimia Gresik (PG) menunjukkan komitmennya membantu pemerintah menanggulangi pandemi Covid-19. Bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) mereka menggelar donor plasma konvalesen. Hasilnya cukup memuaskan, ratusan orang berbondong-bondong mendaftarkan diri.

Direktur Utama (Dirut) Petrokimia Gresik, Dwi Satriyo Annurogo mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari program plasma BUMN untuk Indonesia sesuai arahan Menteri BUMN Erick Thohir.

“Kami mendukung penuh upaya pemerintah dalam memerangi Covid-19 di tanah air. Untuk itu, Petrokimia Gresik mewakili BUMN di wilayah Jatim berkolaborasi dengan PMI Provinsi Jatim turut ambil bagian dalam gerakan donor plasma ini,” ujar Dwi.

Menurutnya, kegiatan ini juga menjadi implementasi salah satu core value AKHLAK (Amanah, Kompeten, Harmoni, Loyal, Adaptif, Kolaboratif) yang dimiliki Petrokimia Gresik sebagai perusahaan BUMN.

“Selain menjaga ketahanan pangan nasional, Petrokimia Gresik juga diberi amanah untuk membantu pemerintah dalam memerangi Covid-19 serta pemulihan ekonomi nasional akibat pandemi,” imbuhnya.

Dwi menjelaskan donor darah yang digelar Petrokimia Gresik mendapat dukungan dan sambutan positif dari berbagai pihak. Terbukti dari banyaknya pendonor yang mendaftarkan diri.

“Kami mengapresiasi dukungan dan peran aktif para pendonor. Semoga apa yang kita lakukan hari ini bisa menyelematkan saudara kita yang masih berjuang untuk sembuh dari Covid-19,” ujarnya.

Dwi Satriyo berharap, apa yang dilakukan pendonor ini dapat menginspirasi penyintas Covid-19 lainnya untuk mendonorkan plasmanya, sehingga gerakan ini berkelanjutan dan menyebar kepada masyarakat lebih luas lagi.

“Saya mengimbau penyintas lain yang sudah sembuh untuk mendonorkan plasma guna meningkatkan rasio kesembuhan penderita Covid-19. Permintaan plasma sangat tinggi dan tidak sebanding dengan jumlah plasma yang dapat dikumpulkan dari sejumlah penyintas Covid-19, untuk itu ayo berdonor,” ajaknya.

Seperti diketahui, plasma konvalesen sangat dibutuhkan khususnya bagi mereka yang terkonfirmasi positif Covid-19 dengan gejala sedang hingga berat.

Syarat pendonor antara lain sehat dan prima atau tidak mempunyai penyakit kronik menular melalui darah, penyintas Covid-19 telah dinyatakan sembuh selama minimal 14 hari dan maksimal tiga bulan, diutamakan laki-laki berusia 18-60 tahun atau wanita tanpa riwayat kehamilan, serta berat badan minimal 54 tahun.

Terakhir, Dwi Satriyo juga mengajak masyarakat untuk senantiasa menerapkan protokol kesehatan dengan 5M, yaitu Memakai Masker, Mencuci Tangan, Menjaga Jarak, Menjauhi Kerumunan dan Mengurangi Mobilitas. Selain itu menjaga kesehatan dengan menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

“Covid-19 masih ada di sekitar kita, jadi kita tidak boleh lengah untuk melindungi diri dan keluarga,” kata Dwi Satriyo.

Sementara itu, salah satu pendonor di Petrokimia Gresik, Muhammad Salahudin A berharap upaya ini bisa bermanfaat bagi penyintas Covid-19 yang saat ini berjuang untuk kesembuhan. Ia juga mengajak sesama penyintas yang sudah sembuh untuk segera mendonorkan plasmanya.

“Saya mengapresiasi kegiatan positif yang diinisasi oleh Kementerian BUMN. Ini akan membantu meningkatkan angka kesembuhan pasien Covid-19 di Indonesia. Ayo kita donor plasma,” tandasnya. (fir/rof)

Mobile_AP_Rectangle 1

GRESIK – Petrokimia Gresik (PG) menunjukkan komitmennya membantu pemerintah menanggulangi pandemi Covid-19. Bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) mereka menggelar donor plasma konvalesen. Hasilnya cukup memuaskan, ratusan orang berbondong-bondong mendaftarkan diri.

Direktur Utama (Dirut) Petrokimia Gresik, Dwi Satriyo Annurogo mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari program plasma BUMN untuk Indonesia sesuai arahan Menteri BUMN Erick Thohir.

“Kami mendukung penuh upaya pemerintah dalam memerangi Covid-19 di tanah air. Untuk itu, Petrokimia Gresik mewakili BUMN di wilayah Jatim berkolaborasi dengan PMI Provinsi Jatim turut ambil bagian dalam gerakan donor plasma ini,” ujar Dwi.

Mobile_AP_Half Page

Menurutnya, kegiatan ini juga menjadi implementasi salah satu core value AKHLAK (Amanah, Kompeten, Harmoni, Loyal, Adaptif, Kolaboratif) yang dimiliki Petrokimia Gresik sebagai perusahaan BUMN.

“Selain menjaga ketahanan pangan nasional, Petrokimia Gresik juga diberi amanah untuk membantu pemerintah dalam memerangi Covid-19 serta pemulihan ekonomi nasional akibat pandemi,” imbuhnya.

Dwi menjelaskan donor darah yang digelar Petrokimia Gresik mendapat dukungan dan sambutan positif dari berbagai pihak. Terbukti dari banyaknya pendonor yang mendaftarkan diri.

“Kami mengapresiasi dukungan dan peran aktif para pendonor. Semoga apa yang kita lakukan hari ini bisa menyelematkan saudara kita yang masih berjuang untuk sembuh dari Covid-19,” ujarnya.

Dwi Satriyo berharap, apa yang dilakukan pendonor ini dapat menginspirasi penyintas Covid-19 lainnya untuk mendonorkan plasmanya, sehingga gerakan ini berkelanjutan dan menyebar kepada masyarakat lebih luas lagi.

“Saya mengimbau penyintas lain yang sudah sembuh untuk mendonorkan plasma guna meningkatkan rasio kesembuhan penderita Covid-19. Permintaan plasma sangat tinggi dan tidak sebanding dengan jumlah plasma yang dapat dikumpulkan dari sejumlah penyintas Covid-19, untuk itu ayo berdonor,” ajaknya.

Seperti diketahui, plasma konvalesen sangat dibutuhkan khususnya bagi mereka yang terkonfirmasi positif Covid-19 dengan gejala sedang hingga berat.

Syarat pendonor antara lain sehat dan prima atau tidak mempunyai penyakit kronik menular melalui darah, penyintas Covid-19 telah dinyatakan sembuh selama minimal 14 hari dan maksimal tiga bulan, diutamakan laki-laki berusia 18-60 tahun atau wanita tanpa riwayat kehamilan, serta berat badan minimal 54 tahun.

Terakhir, Dwi Satriyo juga mengajak masyarakat untuk senantiasa menerapkan protokol kesehatan dengan 5M, yaitu Memakai Masker, Mencuci Tangan, Menjaga Jarak, Menjauhi Kerumunan dan Mengurangi Mobilitas. Selain itu menjaga kesehatan dengan menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

“Covid-19 masih ada di sekitar kita, jadi kita tidak boleh lengah untuk melindungi diri dan keluarga,” kata Dwi Satriyo.

Sementara itu, salah satu pendonor di Petrokimia Gresik, Muhammad Salahudin A berharap upaya ini bisa bermanfaat bagi penyintas Covid-19 yang saat ini berjuang untuk kesembuhan. Ia juga mengajak sesama penyintas yang sudah sembuh untuk segera mendonorkan plasmanya.

“Saya mengapresiasi kegiatan positif yang diinisasi oleh Kementerian BUMN. Ini akan membantu meningkatkan angka kesembuhan pasien Covid-19 di Indonesia. Ayo kita donor plasma,” tandasnya. (fir/rof)

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

Berita Terkait

Desktop_AP_Rectangle 1

Berita HITS

Desktop_AP_Rectangle 2

Berita Terbaru