alexametrics
26 C
Gresik
Monday, 3 October 2022

Atasi Penghapusan Pupuk Subsidi, PG Luncurkan Tiga Produk Baru

GRESIK – Penghapusan pupuk subsidi mendapat respon dari Petrokimia Gresik. Mereka menghadirkan varian pupuk baru untuk memberikan pilihan kepada petani. Yakni pupuk Petro ZA Plus, Phosgreen, dan pupuk organik Petroganik Premium.

Peluncuran ditandai dengan penandatangan ketiga kemasan pupuk oleh jajaran Board of Directors (BOD) dalam acara panggung hiburan Petrophoria 50: Beyond Infinity di Gresik.

Direktur Utama Petrokimia Gresik, Dwi Satriyo Annurogo menyampaikan, produk baru ini merupakan bentuk kontribusi Petrokimia Gresik untuk kemajuan pertanian di Indonesia dan dalam upaya bersama-sama menjaga ketahanan pangan nasional.

Pupuk ini menjadi alternatif substitusi bagi petani yang membutuhkan produk ZA, SP-36, dan Petroganik yang saat ini sudah tidak lagi disubsidi oleh pemerintah sesuai Peraturan Menteri Pertanian No 10 Tahun 2022.

“Ketiganya sudah teruji baik di Kebun Percobaan Petrokimia Gresik maupun melalui demonstration plot bersama petani di beberapa daerah. Alhamdulillah hasilnya mampu meningkatkan produktivitas tanaman. Ketiga produk baru ini adalah persembahan khusus dari Petrokimia Gresik diusia emas untuk Indonesia yang akan menginjak usia ke-77 tahun ini,” kata Dwi Satriyo.

Adapun pupuk Petro ZA Plus yang diluncurkan berbentuk kristal dan berwarna hijau, memiliki kandungan Nitrogen (N) 21 persen, Sulfur (S) 24 persen, Zinc (Zn) 1000 ppm. Keunggulan pupuk ini mampu memacu pertumbuhan jumlah anakan, tinggi tanaman, jumlah daun dan menjadikan warna daun nampak lebih hijau. Selain itu, juga meningkatkan mutu hasil panen dengan memperbaiki warna, aroma, rasa, dan besar buah/umbi, serta menjadikan tanaman lebih tahan terhadap serangan hama atau penyakit.

Baca Juga : Transaksi Petronite Fest Tembus Rp 250 Juta per Hari

“Kita telah melakukan uji efektivitas bersama Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya. Hasil penggunaan Petro ZA Plus pada bawang merah terbukti mampu meningkatkan jumlah panen dan membawa keuntungan bagi petani,” ujar Dwi Satriyo.

GRESIK – Penghapusan pupuk subsidi mendapat respon dari Petrokimia Gresik. Mereka menghadirkan varian pupuk baru untuk memberikan pilihan kepada petani. Yakni pupuk Petro ZA Plus, Phosgreen, dan pupuk organik Petroganik Premium.

Peluncuran ditandai dengan penandatangan ketiga kemasan pupuk oleh jajaran Board of Directors (BOD) dalam acara panggung hiburan Petrophoria 50: Beyond Infinity di Gresik.

Direktur Utama Petrokimia Gresik, Dwi Satriyo Annurogo menyampaikan, produk baru ini merupakan bentuk kontribusi Petrokimia Gresik untuk kemajuan pertanian di Indonesia dan dalam upaya bersama-sama menjaga ketahanan pangan nasional.

-

Pupuk ini menjadi alternatif substitusi bagi petani yang membutuhkan produk ZA, SP-36, dan Petroganik yang saat ini sudah tidak lagi disubsidi oleh pemerintah sesuai Peraturan Menteri Pertanian No 10 Tahun 2022.

“Ketiganya sudah teruji baik di Kebun Percobaan Petrokimia Gresik maupun melalui demonstration plot bersama petani di beberapa daerah. Alhamdulillah hasilnya mampu meningkatkan produktivitas tanaman. Ketiga produk baru ini adalah persembahan khusus dari Petrokimia Gresik diusia emas untuk Indonesia yang akan menginjak usia ke-77 tahun ini,” kata Dwi Satriyo.

Adapun pupuk Petro ZA Plus yang diluncurkan berbentuk kristal dan berwarna hijau, memiliki kandungan Nitrogen (N) 21 persen, Sulfur (S) 24 persen, Zinc (Zn) 1000 ppm. Keunggulan pupuk ini mampu memacu pertumbuhan jumlah anakan, tinggi tanaman, jumlah daun dan menjadikan warna daun nampak lebih hijau. Selain itu, juga meningkatkan mutu hasil panen dengan memperbaiki warna, aroma, rasa, dan besar buah/umbi, serta menjadikan tanaman lebih tahan terhadap serangan hama atau penyakit.

Baca Juga : Transaksi Petronite Fest Tembus Rp 250 Juta per Hari

“Kita telah melakukan uji efektivitas bersama Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya. Hasil penggunaan Petro ZA Plus pada bawang merah terbukti mampu meningkatkan jumlah panen dan membawa keuntungan bagi petani,” ujar Dwi Satriyo.

Most Read

Berita Terbaru

/