alexametrics
28C
Gresik
Monday, 12 April 2021
Desktop_AP_Top Banner

Centro Bantah Hengkang Dari Gresik

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

GRESIK – Beredarnya sebuah video yang menyebut Centro Departement Store akan menutup gerainya di Gresik dibantah pihak manajemen. Meski penjualan turun drastis, mereka belum memiliki rencana hengkang.

Hal ini seperti yang disampaikan, Store Manajer Centro, I’ik Gunawan. “Bulan Januari – Februari ini kami mengalami penurunan penjualan hingga 90 persen,” kata dia.

Dia menuturkan, dari total 250 brand yang ada ditokonya kini hanya tersisa 40 brand saja. Itupun didominasi brand lokal. Sementara untuk brand-brand terkenal, kata I’ik sudah ditarik dari tokonya secara bertahap sejak kuartal III/2020.

“Untuk tetap bertahan (di Gresik) memang cukup berat. Namun kami masih memikirkan strategi lain agar tidak sampai checkout dari kota ini,” imbuhnya.

Diakuinya, para industri ritel khususnya yang bergerak di bidang fashion banyak yang menganggap pasar Gresik jauh dari ekspektasi. Hal ini diakibatkan banyak faktor mulai dari jarak yang berdekatan dengan Surabaya sebagai ibu kota provinsi hingga gagalnya beberapa proyek besar menanamkan investasinya di kota santri.

“Ada beberapa proyek strategis yang kami harapkan bisa menjadi triger penjualan namun ternyata batal. Hal ini membuat sebagian besar pengusaha ritel kebingungan,” jelasnya.

Meski demikian, I’ik memastikan jika saat bulan ramadan mendatang pihaknya masih akan tetap bertahan. Itu dikarenakan puasa merupakan peek sesion bagi industri tekstil dan garmen.

“Jika 40 brand yang tersisa ini menarik produknya seperti brand yang lain. Ya kami tentu tidak ada opsi lain selain harus menutup gerai,” tandasnya.

Sementara itu, General Manager Icon Mall Gresik, Alfialdy Baenars belum bisa dikonfirmasi terkait viralnya video yang menginformasikan Centro Departemen Store akan menutup gerai di Icon Mall. Beberapa dihubungi Aldy (sapaan akrabnya) belum menjawab panggilan Radar Gresik. (fir/rof)

Mobile_AP_Rectangle 1

GRESIK – Beredarnya sebuah video yang menyebut Centro Departement Store akan menutup gerainya di Gresik dibantah pihak manajemen. Meski penjualan turun drastis, mereka belum memiliki rencana hengkang.

Hal ini seperti yang disampaikan, Store Manajer Centro, I’ik Gunawan. “Bulan Januari – Februari ini kami mengalami penurunan penjualan hingga 90 persen,” kata dia.

Dia menuturkan, dari total 250 brand yang ada ditokonya kini hanya tersisa 40 brand saja. Itupun didominasi brand lokal. Sementara untuk brand-brand terkenal, kata I’ik sudah ditarik dari tokonya secara bertahap sejak kuartal III/2020.

Mobile_AP_Half Page

“Untuk tetap bertahan (di Gresik) memang cukup berat. Namun kami masih memikirkan strategi lain agar tidak sampai checkout dari kota ini,” imbuhnya.

Diakuinya, para industri ritel khususnya yang bergerak di bidang fashion banyak yang menganggap pasar Gresik jauh dari ekspektasi. Hal ini diakibatkan banyak faktor mulai dari jarak yang berdekatan dengan Surabaya sebagai ibu kota provinsi hingga gagalnya beberapa proyek besar menanamkan investasinya di kota santri.

“Ada beberapa proyek strategis yang kami harapkan bisa menjadi triger penjualan namun ternyata batal. Hal ini membuat sebagian besar pengusaha ritel kebingungan,” jelasnya.

Meski demikian, I’ik memastikan jika saat bulan ramadan mendatang pihaknya masih akan tetap bertahan. Itu dikarenakan puasa merupakan peek sesion bagi industri tekstil dan garmen.

“Jika 40 brand yang tersisa ini menarik produknya seperti brand yang lain. Ya kami tentu tidak ada opsi lain selain harus menutup gerai,” tandasnya.

Sementara itu, General Manager Icon Mall Gresik, Alfialdy Baenars belum bisa dikonfirmasi terkait viralnya video yang menginformasikan Centro Departemen Store akan menutup gerai di Icon Mall. Beberapa dihubungi Aldy (sapaan akrabnya) belum menjawab panggilan Radar Gresik. (fir/rof)

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

Berita Terkait

Desktop_AP_Rectangle 1

Berita HITS

Desktop_AP_Rectangle 2

Berita Terbaru