alexametrics
30 C
Gresik
Tuesday, 17 May 2022

Gelar Operasi Pasar, Gubernur Ungkap Harga Migor Masih Tinggi

GRESIK – Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa meninjau operasi pasar murah minyak goreng di Kantor UPT Bapenda Jatim Jalan Panglima Sudirman, Kabupaten Gresik, Jumat (5/2). Operasi pasar itu dilakukan dalam rangka menjaga kekuatan daya beli masyarakat di tengah lonjakan harga minyak goreng di pasaran

“Seperti diketahui sejak (14/01) lalu pemerintah pusat telah membuat kebijakan satu harga minyak goreng Rp 14 ribu. Dan per 1 Februari diterapkan kebijakan baru berupa HET (Harga Eceran Tertinggi) Rp. 14 ribu. Kami datang untuk memastikan implementasi kebijakan tersebut di lapangan,” kata Gubernur Jatim Khofifah didampingi Wakil Bupati Gresik, Aminatun Habibah.

Sejak penetapan satu harga dan HET, Khofifah mengaku sudah turun ke sejumlah daerah. Hasilnya, banyak retail modern yang sudah mengikuti kebijakan tersebut. Akan tetapi dia tidak memungkiri kalau masih ada yang menjual minyak goreng di atas harga yang telah ditentukan.

Mantan Menteri Sosial RI itu menjelaskan, mahalnya harga minyak goreng dipicu ketersediaan barang di lapangan. Sebenarnya, pasokan minyak di Jatim masih surplus jika mengacu hitung – hitungan. Pihaknya berusaha mengubah regulasi, lanjut Khofifah, apalagi pemerintah pusat sudah menganggarkan subsidi Rp 3 triliun.

“Produksi minyak goreng di Jawa Timur 62.000 ton perbulan, sementara konsumsi masyarakat 59.000. Artinya, seharusnya kami masih surplus,” jelas dia

Dalam kesempatan itu Gubernur juga menyoroti tingginya harga minyak goreng di pulau Bawean yang mencapai Rp 32 ribu / liter. Untuk itu khofifah meminta agar Pemkab Gresik turun guna mencarikan solusi agar disparitas harga minyak goreng di Bawean tidak terlampau jauh.

“Kami mendorong agar pemerintah daerah memberikan subsidi kepada masyarakat di Bawean agar bisa membeli minyak dengan harga yang sama seperti di Gresik darat,” tandasnya. (fir/han)

GRESIK – Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa meninjau operasi pasar murah minyak goreng di Kantor UPT Bapenda Jatim Jalan Panglima Sudirman, Kabupaten Gresik, Jumat (5/2). Operasi pasar itu dilakukan dalam rangka menjaga kekuatan daya beli masyarakat di tengah lonjakan harga minyak goreng di pasaran

“Seperti diketahui sejak (14/01) lalu pemerintah pusat telah membuat kebijakan satu harga minyak goreng Rp 14 ribu. Dan per 1 Februari diterapkan kebijakan baru berupa HET (Harga Eceran Tertinggi) Rp. 14 ribu. Kami datang untuk memastikan implementasi kebijakan tersebut di lapangan,” kata Gubernur Jatim Khofifah didampingi Wakil Bupati Gresik, Aminatun Habibah.

Sejak penetapan satu harga dan HET, Khofifah mengaku sudah turun ke sejumlah daerah. Hasilnya, banyak retail modern yang sudah mengikuti kebijakan tersebut. Akan tetapi dia tidak memungkiri kalau masih ada yang menjual minyak goreng di atas harga yang telah ditentukan.

-

Mantan Menteri Sosial RI itu menjelaskan, mahalnya harga minyak goreng dipicu ketersediaan barang di lapangan. Sebenarnya, pasokan minyak di Jatim masih surplus jika mengacu hitung – hitungan. Pihaknya berusaha mengubah regulasi, lanjut Khofifah, apalagi pemerintah pusat sudah menganggarkan subsidi Rp 3 triliun.

“Produksi minyak goreng di Jawa Timur 62.000 ton perbulan, sementara konsumsi masyarakat 59.000. Artinya, seharusnya kami masih surplus,” jelas dia

Dalam kesempatan itu Gubernur juga menyoroti tingginya harga minyak goreng di pulau Bawean yang mencapai Rp 32 ribu / liter. Untuk itu khofifah meminta agar Pemkab Gresik turun guna mencarikan solusi agar disparitas harga minyak goreng di Bawean tidak terlampau jauh.

“Kami mendorong agar pemerintah daerah memberikan subsidi kepada masyarakat di Bawean agar bisa membeli minyak dengan harga yang sama seperti di Gresik darat,” tandasnya. (fir/han)

Most Read

Berita Terbaru

/