alexametrics
29 C
Gresik
Tuesday, 17 May 2022

Pangkas Biaya, Biodiesel Wilmar Diangkut Kapal Khusus

GRESIK – PT Wilmar Nabati Indonesia berhasil melakukan pemangkasan biaya kirim produk biodeselnya ke Pertamina. Ini setelah pola pengiriman berubah dari menggunakan truk diganti menggunakan kapal khusus. Perubahan pola dilakukan setelah PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) dan PT Pelindo Marine Service (PMS) bekerja sama penyediaan satu unit armada laut khusus.

Direktur Utama PTK, Nepos MT Pakpahan mengatakan, satu unit armada kapal disiapkan untuk pengangkutan dan penyaluran Fatty Acid Methyl Ester (Fame) dari TUKS PT Wilmar Nabati Indonesia di Gresik ke Integrated Terminal PT Pertamina (Persero) di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.

“Kerja sama ini selain untuk memangkas biaya logistik dan memperbesar volume angkut juga  guna saling menunjang dan mendukung pengembangan bisnis yang menguntungkan kedua belah pihak guna kemajuan bersama,” kata Direktur Utama PTK, Nepos MT Pakpahan.

PTK merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang Usaha Jasa Pelayaran, Jasa Maritim dan Jasa Logistik yang sudah sangat berpengalaman dalam menyiapkan angkutan laut, baik untuk muatan BBM atau material lainnya, dan saat ini armada kapal milik PTK sebanyak 124 unit kapal, yang siap untuk mendukung kegiatan pengangkutan dan penyaluran Fatty Acid Methyl Ester (Fame) tersebut.

“Kerja sama yang dilaksanakan antara PMS dengan PTK merupakan bagian dari pelaksanaan sinergisitas sesama anak perusahaan BUMN yang bertujuan untuk meningkatkan kelancaran transfer FAME dengan target kegiatan operasional berjalan dengan baik, aman dan lancar. PTK akan memberikan pelayanan terbaik kepada PMS dalam memberikan pelayanan jasa pengangkutan Fame dari TUKS PT Wilmar Nabati Indonesia Gresik ke Dermaga Mirah Pelabuhan Tanjung Persak, Surabaya,” tandasnya.

Sementaa itu Manager Humas dan Sumber Daya Manusia PT Wilmar Nabati Indonesia, Hartono Subeki mengapresiasi kerjasama antara PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) dan PT Pelindo Marine Service (PMS). Sebab dari kerjasama ini angka penyusutan biodesel bisa ditekan.

“Selama ini jika menggunakan truk volumenya terbatas dan membuat arus lalu lintas kendaraan di dalam perusahaan padat. Tidak jarang juga kendaraan terjebak macet di tol Surabaya-Gresik. Namun jika pengangkutan (biodesel) menggunakan kapal tentu volume angkut semakin banyak dan pola pengiriman menjadi lebih pasti,” papar Hartono. (fir/rof)

GRESIK – PT Wilmar Nabati Indonesia berhasil melakukan pemangkasan biaya kirim produk biodeselnya ke Pertamina. Ini setelah pola pengiriman berubah dari menggunakan truk diganti menggunakan kapal khusus. Perubahan pola dilakukan setelah PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) dan PT Pelindo Marine Service (PMS) bekerja sama penyediaan satu unit armada laut khusus.

Direktur Utama PTK, Nepos MT Pakpahan mengatakan, satu unit armada kapal disiapkan untuk pengangkutan dan penyaluran Fatty Acid Methyl Ester (Fame) dari TUKS PT Wilmar Nabati Indonesia di Gresik ke Integrated Terminal PT Pertamina (Persero) di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.

“Kerja sama ini selain untuk memangkas biaya logistik dan memperbesar volume angkut juga  guna saling menunjang dan mendukung pengembangan bisnis yang menguntungkan kedua belah pihak guna kemajuan bersama,” kata Direktur Utama PTK, Nepos MT Pakpahan.

-

PTK merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang Usaha Jasa Pelayaran, Jasa Maritim dan Jasa Logistik yang sudah sangat berpengalaman dalam menyiapkan angkutan laut, baik untuk muatan BBM atau material lainnya, dan saat ini armada kapal milik PTK sebanyak 124 unit kapal, yang siap untuk mendukung kegiatan pengangkutan dan penyaluran Fatty Acid Methyl Ester (Fame) tersebut.

“Kerja sama yang dilaksanakan antara PMS dengan PTK merupakan bagian dari pelaksanaan sinergisitas sesama anak perusahaan BUMN yang bertujuan untuk meningkatkan kelancaran transfer FAME dengan target kegiatan operasional berjalan dengan baik, aman dan lancar. PTK akan memberikan pelayanan terbaik kepada PMS dalam memberikan pelayanan jasa pengangkutan Fame dari TUKS PT Wilmar Nabati Indonesia Gresik ke Dermaga Mirah Pelabuhan Tanjung Persak, Surabaya,” tandasnya.

Sementaa itu Manager Humas dan Sumber Daya Manusia PT Wilmar Nabati Indonesia, Hartono Subeki mengapresiasi kerjasama antara PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) dan PT Pelindo Marine Service (PMS). Sebab dari kerjasama ini angka penyusutan biodesel bisa ditekan.

“Selama ini jika menggunakan truk volumenya terbatas dan membuat arus lalu lintas kendaraan di dalam perusahaan padat. Tidak jarang juga kendaraan terjebak macet di tol Surabaya-Gresik. Namun jika pengangkutan (biodesel) menggunakan kapal tentu volume angkut semakin banyak dan pola pengiriman menjadi lebih pasti,” papar Hartono. (fir/rof)

Most Read

Berita Terbaru

/