alexametrics
26 C
Gresik
Friday, 27 May 2022

Perajin Batik Pitutur, Bangkit Ditengah Pandemi Jajaki Pasar Online

GRESIK – Adanya pandemi Covid-19 berdampak terhadap produksi batik Gresik. Salah satunya adalah sentra batik tulis pitutur di Desa Cermelor. Meski begitu mereka mencoba berbagai cara agar bisa bangkit kembali.

Perajin batik pitutur H Ilham mengatakan sejak dua tahun terakhir mengalami penurunan produksi. Kurangnya permintaan diakibatkan karena daya beli masyarakat memang turun.

Meski begitu mereka mencoba bangkit. Salah satunya dengan merintis penjualan online. Cara ini dinilai cukup efektif setidaknya mendongkrak pendapatan.

“Kalau gerai ada di rumah dijual offline, ada juga kami rambah penjualan online yang dilakukan oleh anak saya,” ujarnya, Senin (3/1).

Ilham menjelaskan meski sudah puluhan tahun bergelut usaha batik, dia tetap menjerit ketika ada badai Covid-19 yang membuat sendi perekonomian lumpuh.

“Sepi biasanya tiap hari ada pegawai yang membatik. Kadang kala bila ada pesanan baru dibuatkan,” jelasnya.

Dia pun berharap, pemerintah daerah melakukan tindakan nyata dalam membantu kerajinan batik, dan usaha lainnya agar para pengrajin semangat dalam menghasilkan produk karya yang fenomenal ke depannya.

“Semoga pemerintah ikut membantu para perajin batik Gresik bisa bangkit dari pandemi Covid-19,” harapnya. (*/rof)

GRESIK – Adanya pandemi Covid-19 berdampak terhadap produksi batik Gresik. Salah satunya adalah sentra batik tulis pitutur di Desa Cermelor. Meski begitu mereka mencoba berbagai cara agar bisa bangkit kembali.

Perajin batik pitutur H Ilham mengatakan sejak dua tahun terakhir mengalami penurunan produksi. Kurangnya permintaan diakibatkan karena daya beli masyarakat memang turun.

Meski begitu mereka mencoba bangkit. Salah satunya dengan merintis penjualan online. Cara ini dinilai cukup efektif setidaknya mendongkrak pendapatan.

-

“Kalau gerai ada di rumah dijual offline, ada juga kami rambah penjualan online yang dilakukan oleh anak saya,” ujarnya, Senin (3/1).

Ilham menjelaskan meski sudah puluhan tahun bergelut usaha batik, dia tetap menjerit ketika ada badai Covid-19 yang membuat sendi perekonomian lumpuh.

“Sepi biasanya tiap hari ada pegawai yang membatik. Kadang kala bila ada pesanan baru dibuatkan,” jelasnya.

Dia pun berharap, pemerintah daerah melakukan tindakan nyata dalam membantu kerajinan batik, dan usaha lainnya agar para pengrajin semangat dalam menghasilkan produk karya yang fenomenal ke depannya.

“Semoga pemerintah ikut membantu para perajin batik Gresik bisa bangkit dari pandemi Covid-19,” harapnya. (*/rof)

Most Read

Berita Terbaru

/