alexametrics
31 C
Gresik
Wednesday, 19 January 2022

Dinas Pertanian Optimalisasi Lahan Untuk Tanam Tembakau

GRESIK- Dalam kondisi padat karena sektor industrialisasi, Dinas Pertanian (Dispertan) Gresik berupaya untuk mempertahankan lahan pertanian. Salah satunya dengan mengoptimalkan lahan pertanian tembakau di 25 hektar baik wilayah Gresik selatan dan utara.

Kepala Seksi (Kasi) Perkebunan Dinas Pertanian Gresik, Muh Nursyamsi mengatakan, varietas tanaman atau jenis tanaman tembakau yang dipakai di Gresik merupakan adopsi dari Jombang. “Saat ini, sudah 25 hektar penanaman tembakau, besar kemungkinan menambah pasca penelitian tentang bagusnya lahan tembakau Gresik,” kata Nursyamsi.

Saat ini, kendala dari hasil olahan beberapa petani masih belajar. Meski begitu, pertani pernah menggelar panen raya tembakau di Desa Mojoroto Balongpanggang Gresik saat itu bersama Bupati Gresik Fandy Akhmad Yani. “Semakin tinggi grate dari A, B dan C semakin mahal harga daun tembakau. Terutama daun yang paling atas, pucuk paling mahal dan daun bagian tengah serta bawah,”terangnya.

Sampai saat ini, keuntungan dari pertanian belum dikatakan ideal karena mulai dari pembibitan, pupuk masih proses belajar. “Kalau 1 hektar idealnya sampai 15 tom tembakau dan ini hanya menampung 10 ton tembakau, biasanya rata-rata harganya Rp 2 ribu hingga Rp 5  ribu per kilogram”ucapnya.

Selain itu, para petani tembakau sudah tergabung dalam Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Gresik. “Dengan bergabungnya APTI Gresik nanti bisa memfasilitasi advokasi dan edukasi kepada para petani tembakau di Gresik. (jar/han)

GRESIK- Dalam kondisi padat karena sektor industrialisasi, Dinas Pertanian (Dispertan) Gresik berupaya untuk mempertahankan lahan pertanian. Salah satunya dengan mengoptimalkan lahan pertanian tembakau di 25 hektar baik wilayah Gresik selatan dan utara.

Kepala Seksi (Kasi) Perkebunan Dinas Pertanian Gresik, Muh Nursyamsi mengatakan, varietas tanaman atau jenis tanaman tembakau yang dipakai di Gresik merupakan adopsi dari Jombang. “Saat ini, sudah 25 hektar penanaman tembakau, besar kemungkinan menambah pasca penelitian tentang bagusnya lahan tembakau Gresik,” kata Nursyamsi.

Saat ini, kendala dari hasil olahan beberapa petani masih belajar. Meski begitu, pertani pernah menggelar panen raya tembakau di Desa Mojoroto Balongpanggang Gresik saat itu bersama Bupati Gresik Fandy Akhmad Yani. “Semakin tinggi grate dari A, B dan C semakin mahal harga daun tembakau. Terutama daun yang paling atas, pucuk paling mahal dan daun bagian tengah serta bawah,”terangnya.

-

Sampai saat ini, keuntungan dari pertanian belum dikatakan ideal karena mulai dari pembibitan, pupuk masih proses belajar. “Kalau 1 hektar idealnya sampai 15 tom tembakau dan ini hanya menampung 10 ton tembakau, biasanya rata-rata harganya Rp 2 ribu hingga Rp 5  ribu per kilogram”ucapnya.

Selain itu, para petani tembakau sudah tergabung dalam Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Gresik. “Dengan bergabungnya APTI Gresik nanti bisa memfasilitasi advokasi dan edukasi kepada para petani tembakau di Gresik. (jar/han)

Most Read

Berita Terbaru