28 C
Gresik
Monday, 29 May 2023

Bea Cukai Dukung KEK, Paparkan Fasilitas Usaha Pada Calon Investor

GRESIK- Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Republik Indonesia memberikan sosialiasi sekaligus asistensi kemudahan berusaha di dalam wilayah yang telah ditetapkan pemerintah sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Java Intregrated Industrial And Port Estate (JIIPE) Gresik. Sosialisasi tersebut disampaikan jajaran DJBC kepada puluhan pelaku usaha yang merupakan tenant eksisting maupun calon tenant yang akan menanamkan modalnya di JIIPE dengan harapan bisa menarik investasi.

Direktur Fasilitas Kepabeanan DJBC RI, Untung Basuki secara langsung hadir sebagai pemateri dalam agenda sosialisasi yang diselenggarakan oleh Dewan KEK Nasional (DenasKEK) selaku administrator KEK. Dalam paparannya Untung Basuki mengungkapkan, jika berkegiatan usaha di dalam wilayah KEK Gresik memiliki banyak sekali keuntungan baik melalui keuntungan dalam bidang fasilitas fiskal maupun non fiskal. “KEK Gresik ini merupakan salah satu kawasan yang masuk dalam Program Strategis Nasional (PSN) yang harus didukung oleh semua pihak agar bisa berjalan sukses. Dukungan tersebut salah satunya dari DJBC yang akan memberikan berbagai fasilitas kepada para pelaku usaha yang ada di kawasan ini,” ujar Untung.

Berbagai fasilitas yang nantinya akan diberikan kepada para pelaku usaha di dalam KEK Gresik antara lain fasilitas kepabeanan berupa pembebasan bea masuk Pajak Dalam Rangka Impor (PDRI) untuk barang modal, penangguhan pajak bahan baku impor, hingga kemudahan pelayanan melalui system berbasis aplikasi yang bisa mempercepat proses administrasi logistik.

“Seluruh fasilitas yang akan kami berikan di KEK Gresik ini bisa dimanfaatkan oleh para pelaku usaha. Sehingga harapannya KEK Gresik bisa menarik investasi dari luar dan banyak pabrik dibangun disini. Dengan banyaknya investasi masuk maka lapangan pekerjaan akan terbuka lebar dan pemulihan ekonomi paska Pandemi bisa berjalan secara cepat,” paparnya.

Ke depan Bea Cukai bersama lembaga Negara yang lain akan membuat system pelayanan untuk pemasukan dan pengeluaran secara otomatis di kawasan KEK Gresik. Hal ini tentu akan mempercepat layanan serta memudahkan Bea Cukai dalam melakukan pengawasan.  “Otomatisasi ini tentu akan memberikan dampak positif pada komponen logistik. Sebab semua dilakukan secara online sehingga arus pergerakan barang bisa berjalan dengan cepat atau memangkas waktu,” tandasnya.

Di tempat yang sama, Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Jatim I, Padmoyo Tri Wikanto menambahkan jika KEK merupakan ultimate facility yang diberikan oleh Pemerintah kepada para pelaku usaha yang diharapkan bisa menarik investasi sebanyak-banyaknya.  “Komitmen dari Bea Cukai Kanwil Jatim I full support kepada para pelaku usaha di dalam KEK sebagai bagian pemulihan ekonomi nasional. Apalagi nantinya barang yang dihasilkan bisa berorientasi ekspor sehingga menambah penadapatan Negara,” tegas Padmoyo.

Kepala Kantor Bea Cukai Gresik, Bier Budi Kismulyanto berkomitmen bekerja secara professional, akuntable dan transparan sesuai dengan visi dan misi Bea Cukai.  “Bea Cukai Gresik sebagai ujung tombak dalam melaksanakan program pemerintah pusat akan menyiapkan petugas selalu siap dan siaga dalam memberikan pelayanan dan pengawasan kepada para pelaku usaha di dalam KEK Gresik,” kata Bier Budi Kismulyanto.

Usai menemui para calon investor dan tenant eksisting JIIPE rombongan DJBC RI berkesempatan meninjau proyek Smelter PT Freeport Indonesia dan melihat fasilitas dermaga PT Berlian Manyar Sejahtera (BMS) yang kedepan diproyeksikan sebagai terminal bongkar muat peti kemas. (fir/han)

GRESIK- Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Republik Indonesia memberikan sosialiasi sekaligus asistensi kemudahan berusaha di dalam wilayah yang telah ditetapkan pemerintah sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Java Intregrated Industrial And Port Estate (JIIPE) Gresik. Sosialisasi tersebut disampaikan jajaran DJBC kepada puluhan pelaku usaha yang merupakan tenant eksisting maupun calon tenant yang akan menanamkan modalnya di JIIPE dengan harapan bisa menarik investasi.

Direktur Fasilitas Kepabeanan DJBC RI, Untung Basuki secara langsung hadir sebagai pemateri dalam agenda sosialisasi yang diselenggarakan oleh Dewan KEK Nasional (DenasKEK) selaku administrator KEK. Dalam paparannya Untung Basuki mengungkapkan, jika berkegiatan usaha di dalam wilayah KEK Gresik memiliki banyak sekali keuntungan baik melalui keuntungan dalam bidang fasilitas fiskal maupun non fiskal. “KEK Gresik ini merupakan salah satu kawasan yang masuk dalam Program Strategis Nasional (PSN) yang harus didukung oleh semua pihak agar bisa berjalan sukses. Dukungan tersebut salah satunya dari DJBC yang akan memberikan berbagai fasilitas kepada para pelaku usaha yang ada di kawasan ini,” ujar Untung.

Berbagai fasilitas yang nantinya akan diberikan kepada para pelaku usaha di dalam KEK Gresik antara lain fasilitas kepabeanan berupa pembebasan bea masuk Pajak Dalam Rangka Impor (PDRI) untuk barang modal, penangguhan pajak bahan baku impor, hingga kemudahan pelayanan melalui system berbasis aplikasi yang bisa mempercepat proses administrasi logistik.

-

“Seluruh fasilitas yang akan kami berikan di KEK Gresik ini bisa dimanfaatkan oleh para pelaku usaha. Sehingga harapannya KEK Gresik bisa menarik investasi dari luar dan banyak pabrik dibangun disini. Dengan banyaknya investasi masuk maka lapangan pekerjaan akan terbuka lebar dan pemulihan ekonomi paska Pandemi bisa berjalan secara cepat,” paparnya.

Ke depan Bea Cukai bersama lembaga Negara yang lain akan membuat system pelayanan untuk pemasukan dan pengeluaran secara otomatis di kawasan KEK Gresik. Hal ini tentu akan mempercepat layanan serta memudahkan Bea Cukai dalam melakukan pengawasan.  “Otomatisasi ini tentu akan memberikan dampak positif pada komponen logistik. Sebab semua dilakukan secara online sehingga arus pergerakan barang bisa berjalan dengan cepat atau memangkas waktu,” tandasnya.

Di tempat yang sama, Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Jatim I, Padmoyo Tri Wikanto menambahkan jika KEK merupakan ultimate facility yang diberikan oleh Pemerintah kepada para pelaku usaha yang diharapkan bisa menarik investasi sebanyak-banyaknya.  “Komitmen dari Bea Cukai Kanwil Jatim I full support kepada para pelaku usaha di dalam KEK sebagai bagian pemulihan ekonomi nasional. Apalagi nantinya barang yang dihasilkan bisa berorientasi ekspor sehingga menambah penadapatan Negara,” tegas Padmoyo.

Kepala Kantor Bea Cukai Gresik, Bier Budi Kismulyanto berkomitmen bekerja secara professional, akuntable dan transparan sesuai dengan visi dan misi Bea Cukai.  “Bea Cukai Gresik sebagai ujung tombak dalam melaksanakan program pemerintah pusat akan menyiapkan petugas selalu siap dan siaga dalam memberikan pelayanan dan pengawasan kepada para pelaku usaha di dalam KEK Gresik,” kata Bier Budi Kismulyanto.

Usai menemui para calon investor dan tenant eksisting JIIPE rombongan DJBC RI berkesempatan meninjau proyek Smelter PT Freeport Indonesia dan melihat fasilitas dermaga PT Berlian Manyar Sejahtera (BMS) yang kedepan diproyeksikan sebagai terminal bongkar muat peti kemas. (fir/han)

Most Read

Berita Terbaru