RADAR GRESIK - Puluhan pelajar dari tingkat SD/MI, SMP/MTs, dan SMA/MA yang mewakili 14 Kecamatan di Kabupaten Gresik berpartisipasi dalam Lomba Kader Kesehatan Remaja (KKR).
Lomba ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional ke-61 tahun 2025, melalui kolaborasi antara Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Gresik dan Ikatan Istri Dokter Indonesia (IIDI) Gresik.
Kader Kesehatan Remaja (KKR) merupakan peserta didik terpilih yang bertugas membantu meningkatkan kesehatan di lingkungan sekolah dan sekitarnya. Mereka dilatih untuk menjadi promotor, motivator, dan pelaksana upaya kesehatan.
KKR dibekali pengetahuan dan keterampilan dasar kesehatan, seperti penyuluhan, konseling sebaya, dan pemecahan masalah kesehatan. Program ini bertujuan utama mengembangkan generasi muda yang peduli dan berperilaku hidup sehat.
Ketua IIDI Gresik, dokter Titin Ekowati, mengatakan bahwa IIDI mendukung penuh kegiatan ini. Peran IIDI juga diperkuat dengan adanya anggota yang ahli di bidang nutrisi dan bertindak sebagai juri dalam lomba tersebut.
“Kebetulan anggota IIDI juga ada yang seorang dokter, ahli nutrisi, mereka sebagai juri UKS dan juri untuk presentasi anak-anak,” kata Ketua BHP2A IDI Gresik ini.
Dokter Titin menjelaskan bahwa kolaborasi dengan Dinkes Gresik bertujuan agar lomba berjalan optimal, sehingga dapat mencetak kader kesehatan yang kompeten di masa depan.
KKR diharapkan dapat mewujudkan generasi muda yang mampu menolong diri sendiri, keluarga, dan lingkungan sekitar dalam menanamkan hidup sehat, menjadikan mereka agen perubahan untuk generasi yang sehat dan lebih baik.
“Peran kami mensupport anak-anak yang sudah ditunjuk sebagai kader kesehatan remaja di daerahnya di 18 kecamatan yang mengikuti lomba. Namun, lomba kali ini yang datang 14 kecamatan, dikarenakan 2 kecamatan di wilayah Bawean tak bisa hadir terkendala cuaca,” ucap dr. Titin.
Sementara itu, Kepala Dinkes Gresik, dr. Mukhibatul Khusnah, menjelaskan bahwa para kader kesehatan diuji melalui berbagai tahapan. Mulai Tes Tulis pengetahuan kesehatan untuk semua peserta, tes wawancara bagi peserta yang lolos tahap awal, dan tahap Presentasi sebagai tahap akhir untuk menentukan juara KKR yang layak.
Dr. Khusnah menambahkan bahwa tugas dan peran utama KKR adalah menjadi promotor dan penggerak kesehatan, meningkatkan kesadaran kesehatan di kalangan teman sebaya, keluarga, dan lingkungan sekolah.
"Kader KKR bisa memberi penyuluhan, memberikan informasi tentang kebersihan, gizi, bahaya narkoba, dan pentingnya menjaga kesehatan reproduksi.
Juga bisa menjadi konseling sebaya, membantu teman-temannya untuk menghadapi masalah kesehatan, termasuk kesehatan jiwa, dan memberikan rujukan ke pelayanan kesehatan jika diperlukan,” ungkapnya. (jar/han)
Editor : Hany Akasah