Gresik — PT Freeport Indonesia (PTFI) menyatakan dukungannya terhadap Kejuaraan Paralimpiade Kabupaten Gresik (KEPARKAB) Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh National Paralympic Committee of Indonesia (NPCI) Kabupaten Gresik. Kegiatan ini berlangsung di Stadion Gelora Joko Samudro, Gresik, Jawa Timur, pada Selasa (12/8).
Dukungan tersebut menjadi bentuk nyata komitmen PTFI dalam menghormati Hak Asasi Manusia serta memperjuangkan keberagaman dan kesetaraan dalam seluruh aspek kehidupan, termasuk olahraga.
“Kami percaya bahwa setiap individu, tanpa terkecuali, memiliki potensi untuk berprestasi jika diberikan kesempatan yang setara. Melalui dukungan pada Kejuaraan Paralimpiade ini, kami ingin memastikan para atlet disabilitas di Gresik mendapat kesempatan yang sama untuk meraih prestasi terbaik, sekaligus menjadi inspirasi bagi masyarakat luas,” ujar Erika Silva, Vice President External Affairs Smelter PTFI.
Kejuaraan KEPARKAB 2025 mempertandingkan empat cabang olahraga atletik, yakni lari, lompat jauh, tolak peluru, dan lempar cakram. Tahun ini, jumlah peserta mencapai 153 atlet, mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya melibatkan 119 peserta. Para atlet berasal dari Sekolah Luar Biasa (SLB) dan sekolah inklusi di wilayah Kabupaten Gresik.
Ketua NPCI Kabupaten Gresik, Andri Bagus Sugiarto, menyampaikan apresiasinya atas dukungan PTFI dalam mendorong kemajuan olahraga disabilitas. Ia menyebutkan bahwa partisipasi atlet dan dukungan orang tua mengalami peningkatan yang signifikan.
“Antusiasme atlet luar biasa. Semakin banyak atlet yang rutin berlatih dan orang tua menunjukkan dukungan penuh. Para atlet kini lebih percaya diri mengekspresikan diri di arena pertandingan,” katanya.
Salah satu peserta, Khoirul Dwi Romadhoni, atlet disabilitas tunagrahita dari jenjang SMA yang mengikuti cabang tolak peluru dan lompat jauh, turut menyampaikan kebanggaannya dapat ikut serta dalam kejuaraan tersebut.
“Saya senang sekali bisa ikut bertanding di kejuaraan ini. Hasil ini adalah buah dari latihan sebelumnya yang cukup baik. Harapan saya, semoga bisa terus berprestasi dan ke depan ada lebih banyak perlombaan yang dapat diikuti,” ujarnya.
PTFI menyatakan bahwa kejuaraan ini sejalan dengan komitmen perusahaan dalam membina atlet disabilitas secara berkelanjutan. Tujuannya adalah menyediakan fasilitas olahraga yang layak, aksesibel, serta mendukung lahirnya atlet profesional yang mampu mengharumkan nama daerah.
“Melalui partisipasi dalam kegiatan ini, PTFI berharap Kejuaraan Paralimpiade dapat menjadi pengalaman yang berharga dan inspiratif bagi semua peserta. Apa pun hasilnya, menang atau kalah, semua memiliki kesempatan yang sama untuk meraih impian,” ujar Erika.
Editor : Cak Fir