RADAR GRESIK-- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Gresik mulai mengantisipasi timbulnya berbagai penyakit pasca bencana banjir. Salah satunya yakni mewaspadai ancaman Demam Berdarah Dengue (DBD).
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Gresik dr Puspitasari Whardani mengatakan, pihaknya telah melakukan sejumlah langkah dan mitigasi terhadap ancaman penyakit ini.
Baca Juga: Bawaslu Gresik: Nekat Kampanye Saat Masa Tenang Bisa Dipidana
“Kami mengimbau warga Gresik untuk mewaspadai serta meningkatkan pemantauan penyakit-penakit yang terjadi selama banjir dan setelahnya,” kata dr Puspitasari Whardani, Minggu (11/2) kemarin.
Sebelumnya, Dinkes Gresik telah memberikan SE Bupati Gresik terkait kewaspadaan DBD di awal Januari lalu. Menindaklanjuti Surat dari Gubernur Jawa Timur Nomor: 440/16195/012/2023 tanggal 29 November 2023 Perihal Kewaspadaan Pengendalian DBD, maka perlu upaya preventif untuk mengantisipasi peningkatan kasus DBD saat musim penghujan di Gresik
Baca Juga: Warga Geger Mau Diseruduk Sapi Lepas di Kawasan Alun-alun Gresik
Perlu diketahui, kasus DBD di Kabupaten Gresik tahun 2023 (laporan per tanggal 27 Desember 2023) sebanyak 179 orang dengan jumlah kematian 1 orang (angka kematian/Case Fatality Rate = 0,5 persen).
“Sesuai dengan yang disebutkan di SE, yakni masyarakat perlu memberikan bubuk larvasida pada tempat penampungan air, dan memasang kawat kasa pada ventilasi,” imbuh dr Puspitasari Whardani.
Salah satu upaya pencegahan yang bisa dilakukan adalah dengan melakukan pemberantasan sarang nyamuk dengan 3M plus yaitu menguras, menutup tempat penampungan air dan memanfaatkan / mendaur ulang barang bekas secara rutin di tempat tinggal masing-masing minimal seminggu sekali secara rutin
"Seluruh nakes dan fasilitas kesehatan yang dimiliki pemerintah juga sudah kami siagakan dalam menerima pasien dengan gejala DBD," pungkasnya. (fir/han)
Editor : Hany Akasah