RADAR GRESIK-Prinsip portabilitas yang diusung BPJS Kesehatan selaku penyelenggara Program JKN membuat penduduk Indoensia bisa mengakses pelayanan kesehatan secara bordeless (tanpa batas). Artinya, layanan peserta JKN bisa dilakukan di seluruh Indonesia, tidak bergantung pada domisili peserta saat ini.
Seperti yang dialami oleh Roberto. Warga asli Blitar itu tinggal sendirian di Gresik. Roberto bekerja di salah satu perusahaan swasta. Ia ngekos di kawasan Jalan Veteran.
"Faskes saya Puskesmas Talun Blitar. Saya sudah bekerja 10 tahunan di Gresik, tapi kalau sakit-sakit ya langsung klinik atau puskesmas di Gresik. Tidak bayar," kata Roberto, 40.
Roberto mengaku beberapa kali menggunakan layanan program JKN yang dibiayai oleh perusahaannya.
"Saya pernah sakit saraf, kepala sakit sering sakit. Di Gresik ini saya tidak ada saudara, jadi berangkat sendiri ke faskes kalau sakit," kata Roberto.
Setelah dicek dokter, selain ada saraf yang bermasalah juga kelainan mata. Di situ, dirinya diminta untuk memakain kacamata. "Saya kira beli, ternyata ada juga kacamata yang dicover BPJS Kesehatan," kata Roberto.
Awalnya Roberto berpikir jika pelayanan tersebut karena dirinya sudah tinggal lama di Gresik. Namun, Roberto membuktikan bawah pelayanan JKN itu bisa digunakan seluruh Indonesia.
Saat dikunjungi keluarganya dari Blitar beberapa waktu lalu, ibunya mendadak jatuh sakit hingga dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ibnu Sina.
Roberto siap mengeluarkan uang tabungannya untuk biaya sang ibu yang memiliki riwayat penyakit komplikasi, mulai diabetes, jantung hingga lambung.
Namun, ternyata saat dirujuk ke puskesmas, perawar langsung merujuk ke RSUD Ibnu Sina Gresik. "Tanpa biaya apapun, petugas juga tidak membedakan ibu dengan pasien BPJS asli Gresik," tegasnya.
Baca Juga: Jemput Bola Layani Jamaah Haji, Kantor Imigrasi Surabaya Buka Pelayanan Pembuatan Paspor di Gresik
Roberto merasa sangat beruntung bisa mendapatkan pelayanan kesehatan menggunakan JKN, terlebih dengan kondisi pelayanan di luar wilayah domisili terdaftarnya.
"Di rumah sakit, kami langsung dilayani petugas medis. Dari hasil pemeriksaan, dokter menyarankan agar saya dirawat inap. Proses pendaftarannya hanya memperlihatkan kartu JKN dan tidak ada syarat lain. Mudah sekali. Saya ingin menyampaikan apresiasi sebesar-besarnya kepada pemerintah dan BPJS Kesehatan yang telah menyelenggarakan Program JKN, sehingga kami bisa tetap berobat meski di luar daerah," ujar Roberto.
Ibunda Roberto, Maria Sutedjo, 60, mengaku baru kali pertama dirujuk di luar kota, seperti Gresik ini. Biasanya, Maria rutin kontrol ke Rumah Sakit mardi Waluyo Blitar.
“Setiap bulan kontrol pakai BPJS Kesehatan. Saya kira BPJS Kesehatan ini hanya digunakan di Blitar. Di Gresik juga bisa ternyata,” kata Maria.
Ibu tiga anak itu mengatakan, sudah lama menggunakan fasilitas kesehatan. Dulu almarhum suaminya adalah pensiunan TNI. Ia menggunakan fasilitas Askes. Setelah migrasi ke BPJS Kesehatan, Maria tetap menggunakan pelayanan untuk kontrol kesehatannya. “Kalau orang Jawa bilang, penyakit tua. Jadi memang sudah sakit-sakitan, tapi dengan kartu ini saya bisa tetap menjaga fisik saya tanpa memikirkan obat ataupun biaya perawatan,” kata Maria. (*)
Editor : Hany Akasah