RADAR GRESIK - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ibnu Sina terus melanjutkan proses pembangunan gedung rawat jalan terpadu dan diagnostic center. Saat ini progresnya sudah mencapai 50 persen lebih. Tahap 1 konstruksi fisik sudah harus selesai sebelum 25 Desember mendatang atau akhir tahun 2023.
Pantauan di lapangan, pembangunan gedung sudah berdiri 6 lantai. Meski masih dalam pekerjaan, di beberapa titik terlihat sudah terpasang dinding. “Sekarang pekerjaan masih berlanjut, masih banyak. Mulai pemasangan instalasi kabel, hingga pekerjaan fisik lainnya,” ujar Direktur Utama RSUD Ibnu Sina, Soni.
Baca Juga: Ditolak Keluarga di Lamongan, Polsek Kebomas Serahkan Pencuri Ayam Bangkok ke Dinsos Gresik
Dikatakan, gedung dengan enam lantai tersebut sudah dilakukan pengecoran di atap. Terlihat kemarin pekerja masih berada di atap untuk membuat sejumlah tiang.
“Progres minggu kemarin sudah mencapai 49,16 persen dari target 45,69 persen. Kami berharap sampai akhir tahun nanti bisa selesai untuk tahap 1,” kata Direktur Utama RSUD Ibnu Sina, Soni.
Pembangunan gedung di rumah sakit tipe B ini dilakukan secara multiyears. Di tahun 2023 dianggarkan Rp 53 miliar untuk pekerjaan fisik lantai 1-6. Sementara di tahun 2024 dianggarkan Rp 18 miliar untuk lantai 6-7.
Di tahun depan pekerjaan yang dilakukan meliputi, finishing lantai 6 ke atas, lift, hingga instalasi penunjang lainnya.
Dikatakan, selama ini pelayanan rawat jalan di RS pelat merah ini terpisah di beberapa gedung. Seperti di Gedung Paviliun, gedung belakang, dan di sisi belakang IGD.
Dibangunnya Poli Terpadu dan Diagnostic Center ini nantinya seluruh layanan rawat jalan bisa terpusat di satu gedung.
Ia menambahkan, untuk ruangan yang sebelumnya digunakan untuk poli bisa dimanfaatkan untuk kamar pasien. Sehingga jumlah kamar di RSUD Ibnu Sina akan bertambah.
“Mengingat ini rumah sakit daerah, dengan layanan poli yang terpusat juga memudahkan pasien ke depannya,” pungkas mantan Kepala Puskesmas Benjeng ini. (rof/han)
Editor : Hany Akasah